- PT Bukit Asam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sepakat membangun flyover di JPL 99 Simpang Belimbing dan JPL 111 Ujan Mas.
- Pembangunan infrastruktur ini bertujuan meningkatkan keselamatan masyarakat serta memperlancar arus transportasi di kawasan padat kendaraan dan kereta api.
- Proyek flyover tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang di Kabupaten Muara Enim.
SuaraSumsel.id - Upaya mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api di Kabupaten Muara Enim memasuki tahap baru. PT Bukit Asam (PTBA) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat sinergi pembangunan flyover JPL 99 Simpang Belimbing dan JPL 111 Ujan Mas melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kerja sama tersebut menjadi dasar pelaksanaan pembangunan dua flyover yang diharapkan mampu meningkatkan keselamatan masyarakat sekaligus memperlancar arus transportasi di kawasan yang selama ini menjadi jalur padat kendaraan dan kereta api angkutan batu bara.
Direktur Utama PT Bukit Asam Bambang Ismawan mengatakan pembangunan flyover bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menciptakan ruang yang lebih aman bagi masyarakat.
"Pembangunan flyover di JPL 99 Simpang Belimbing dan JPL 111 Ujan Mas merupakan wujud komitmen PTBA dalam meningkatkan keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur kereta api. Melalui kerja sama ini kami memastikan pembangunan dilakukan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat jangka panjang," ujar Bambang.
Menurutnya, keberadaan flyover akan mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi titik pertemuan antara kendaraan masyarakat dan kereta api angkutan batu bara.
Selain meningkatkan aspek keselamatan, pembangunan tersebut juga diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung kelancaran operasional transportasi logistik di Sumatera Selatan.
Desain Flyover Simpang Belimbing Disempurnakan
PTBA mengungkapkan desain Flyover JPL 99 Simpang Belimbing telah mengalami penyempurnaan dibandingkan rancangan awal.
Flyover tersebut dirancang memiliki panjang sekitar 654 meter dengan lebar 12,5 meter menggunakan konstruksi yang lebih andal sehingga mampu melayani kebutuhan lalu lintas dalam jangka panjang.
Baca Juga: PTBA Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim, Tebar Ribuan Benih Ikan Pulihkan Ekosistem
Sementara itu, pembangunan Flyover JPL 111 Ujan Mas juga akan dilaksanakan dengan mekanisme dan tata kelola yang sama sebagai bagian dari komitmen bersama antara perusahaan, pemerintah, dan para pemangku kepentingan.
Bambang menegaskan keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada aspek pendanaan maupun teknis konstruksi, tetapi juga koordinasi seluruh pihak yang terlibat.
"Kami mengajak semua pihak terus menjaga sinergi agar pembangunan berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat Muara Enim maupun Sumatera Selatan," katanya.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi kolaborasi yang dibangun PTBA bersama pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan flyover menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan konektivitas wilayah.
"Pembangunan flyover ini merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menghadirkan infrastruktur yang meningkatkan keselamatan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat. Saya berharap seluruh pihak menjaga komitmen agar proyek ini selesai sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Muara Enim," ujar Herman Deru.
Berita Terkait
-
PTBA Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim, Tebar Ribuan Benih Ikan Pulihkan Ekosistem
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
-
Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal
-
PTBA Resmikan Pusat Pembibitan Mangrove NUSA di Pasir Sakti, Perkuat Rehabilitasi Pesisir
-
Kisah Masyarakat Pasir Sakti: Dulu Diterjang Abrasi, Kini Mangrove Menjadi Sumber Penghidupan
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
PTBA Percepat Flyover Simpang Belimbing dan Ujan Mas, Tingkatkan Keselamatan Masyarakat
-
Bank Sumsel Babel dan OJK Sumsel Luncurkan Kredit Sultan Muda 2026, Perluas Akses Pembiayaan
-
OJK Perkuat Literasi Keuangan Digital, Sultan Muda Fair 2026 Jadi Motor Wirausaha Muda Sumsel
-
Kronologi Lengkap Pemuda Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel hingga Minta Pinjam Helikopter
-
16 Ribu Lembar Uang Rp100 Ribu Palsu Dimusnahkan di Sumsel, Pecahan Ini Paling Banyak Beredar