- PT Pertamina Geothermal Energy Area Lumut Balai melaksanakan program rehabilitasi hutan dengan menanam ribuan bibit pohon di Sumatera Selatan.
- Penanaman ribuan bibit pohon tersebut bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem pendukung energi panas bumi serta mendukung keberlangsungan habitat satwa.
- Inisiatif ini merupakan implementasi prinsip ESG perusahaan untuk mendukung transisi energi serta pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.
SuaraSumsel.id - Pengembangan energi panas bumi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kelestarian ekosistem yang menopangnya. Berangkat dari prinsip tersebut, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan melalui program rehabilitasi hutan di kawasan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Lumut Balai, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Hingga pertengahan 2026, PGE Area Lumut Balai telah menanam 2.218 bibit pohon sebagai bagian dari program penghijauan kawasan hutan. Perusahaan juga menyiapkan 3.532 bibit tambahan yang akan ditanam secara bertahap hingga akhir tahun. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan menjaga keseimbangan antara pengembangan energi baru terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.
General Manager PGE Area Lumut Balai, Catur Hendro, menegaskan bahwa kelestarian hutan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan sumber daya panas bumi. Menurutnya, keberhasilan pengembangan energi bersih harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap ekosistem di sekitar wilayah operasi.
"Pengembangan panas bumi dan pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan. Potensi panas bumi sangat bergantung pada kondisi ekosistem yang sehat. Karena itu kami berkomitmen menjaga fungsi kawasan hutan melalui program penghijauan yang berkelanjutan agar manfaat energi bersih dapat terus dirasakan hingga generasi mendatang," ujar Catur.
Tidak hanya menanam pohon, PGE juga memilih sebagian bibit berupa tanaman buah yang diharapkan menjadi sumber pakan alami bagi satwa liar di kawasan hutan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung keberlangsungan habitat sekaligus memperkuat keanekaragaman hayati di sekitar WKP Lumut Balai.
Program penghijauan ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi landasan operasional PGE dalam mengembangkan energi panas bumi secara bertanggung jawab. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya berupaya mengurangi emisi karbon melalui energi terbarukan, tetapi juga memastikan keberadaan kawasan hutan tetap terjaga sebagai penyangga ekosistem.
Sebagai bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energy saat ini mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW, yang berkontribusi sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional. Operasional tersebut diperkirakan mampu mendukung pengurangan emisi hingga sekitar 10 juta ton CO per tahun, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam agenda transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission 2060.
Melalui rehabilitasi hutan yang terus dilakukan di WKP Lumut Balai, PGE menegaskan bahwa pengembangan energi panas bumi bukan hanya menghadirkan listrik rendah emisi, tetapi juga berkontribusi menjaga kelestarian hutan, melindungi keanekaragaman hayati, dan memperkuat keberlanjutan sumber daya alam sebagai fondasi energi hijau Indonesia.
Baca Juga: Proyek Panas Bumi di Sumsel Dikebut, Pertamina Geothermal Perkuat Energi Hijau Nasional
Tag
Berita Terkait
-
Proyek Panas Bumi di Sumsel Dikebut, Pertamina Geothermal Perkuat Energi Hijau Nasional
-
Energi Bersih Sumsel Bertambah, Panas Bumi Muara Enim Dikembangkan hingga 55 MW
-
Apa Itu Bioavtur dan Benarkah Pabrik di Banyuasin Sumsel yang Pertama di Dunia?
-
Jepang Garap Pabrik Bioavtur di Banyuasin, Ini 7 Fakta Investasi Rp310 Miliar
-
Jepang Tanam Investasi Rp310 Miliar, Pabrik Bioavtur Pertama Mulai Dibangun di Sumsel
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Mobil Impian Makin Dekat, BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang
-
Sambut HUT ke-81 RI, BRI Banjiri Nasabah dengan Promo
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel