- PT Pertamina Geothermal Energy mempercepat pembangunan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
- Pemerintah daerah berkomitmen mendukung percepatan perizinan dan koordinasi lintas sektor demi kelancaran proyek strategis nasional energi bersih tersebut.
- Pengembangan PLTP ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional, mencapai target net zero emission, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
SuaraSumsel.id - Setelah berhasil mengoperasikan penuh PLTP Lumut Balai Unit 2 pada Juni 2025, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Area Lumut Balai kini mempercepat pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kedaulatan energi nasional berbasis energi bersih sekaligus mendukung target net zero emission di Indonesia.
Percepatan proyek panas bumi tersebut juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kementerian ESDM RI, Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan, hingga Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Kolaborasi lintas sektor itu dinilai menjadi momentum penting untuk mempercepat implementasi proyek energi hijau yang masuk dalam daftar proyek strategis nasional.
Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Andi Joko, menegaskan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim, khususnya dalam menciptakan ekosistem yang kondusif bagi percepatan proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4. Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar proyek ini dapat berjalan tepat waktu dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan proyek panas bumi tersebut diharapkan mampu memperkuat pasokan energi bersih nasional sekaligus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Muara Enim H Edison SH MHum menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan proyek strategis tersebut.
Ia memastikan Pemkab Muara Enim siap mempercepat koordinasi lintas sektor hingga proses perizinan demi mendukung kelancaran proyek PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4.
Baca Juga: Energi Bersih Sumsel Bertambah, Panas Bumi Muara Enim Dikembangkan hingga 55 MW
“Pemerintah Kabupaten Muara Enim siap menyelaraskan kebijakan, mempercepat proses perizinan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung kelancaran proyek ini,” katanya.
Selain itu, Edison juga mengapresiasi program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang selama ini dijalankan PGE Lumut Balai di wilayah Muara Enim.
Ia berharap keberadaan proyek baru tersebut nantinya dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang tenaga kerja lokal hingga meningkatkan pendapatan daerah.
Diharapkan Bawa Dampak Besar bagi Daerah
Bupati Edison menyebut PGE Lumut Balai selama ini telah menjadi perusahaan yang memberi kontribusi positif bagi daerah.
“Terima kasih karena PGE Lumut Balai telah menjadi perusahaan yang bisa dicontoh oleh perusahaan lain. Kami berharap ke depan semakin banyak program CSR yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Energi Bersih Sumsel Bertambah, Panas Bumi Muara Enim Dikembangkan hingga 55 MW
-
Apa Itu Bioavtur dan Benarkah Pabrik di Banyuasin Sumsel yang Pertama di Dunia?
-
Jepang Garap Pabrik Bioavtur di Banyuasin, Ini 7 Fakta Investasi Rp310 Miliar
-
Ketika Perempuan Mengolah Manis Alam Menjadi Kehidupan
-
Menyalakan Bangsa dari Perut Bumi Bukit Barisan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban