- PT Pertamina Geothermal Energy mengembangkan proyek PLTP Lumut Balai di Muara Enim untuk meningkatkan kapasitas listrik sebesar 55 megawatt.
- Proyek strategis nasional ini sedang dalam tahap eksplorasi dan pengeboran sumur guna mendukung target transisi energi bersih Indonesia.
- Pembangkit listrik yang ditargetkan beroperasi tahun 2032 ini akan memperkuat ketahanan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan.
SuaraSumsel.id - Upaya memperkuat pasokan listrik ramah lingkungan di Sumatera Selatan terus bergerak. Proyek pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di kawasan Lumut Balai, Kabupaten Muara Enim, kini mulai digarap sebagai bagian dari strategi besar mendorong energi bersih nasional.
Proyek ini dikembangkan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), yang menargetkan tambahan kapasitas sebesar 55 megawatt (MW). Kehadiran unit baru ini diharapkan tidak hanya menambah pasokan listrik, tetapi juga memperkuat ketahanan energi berbasis sumber terbarukan di wilayah Sumsel.
Langkah awal proyek ditandai dengan dimulainya tahap eksplorasi, termasuk pengeboran sumur panas bumi untuk memastikan potensi cadangan energi di kawasan tersebut. Tahapan ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke fase pembangunan fasilitas pembangkit secara penuh.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menegaskan bahwa pengembangan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi nasional menuju sumber yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Proyek ini tidak hanya menambah kapasitas listrik, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan energi sekaligus mendukung target penurunan emisi,” ujarnya.
Wilayah Lumut Balai selama ini dikenal memiliki potensi panas bumi yang besar. Dengan tambahan unit baru, total kapasitas pengembangan di kawasan ini ditargetkan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Selain memperkuat pasokan listrik, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru di daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan aktivitas industri penunjang.
Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, menyebut bahwa proyek ini akan berkontribusi pada optimalisasi pengelolaan wilayah kerja panas bumi secara keseluruhan.
“Pengembangan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan energi sekaligus meningkatkan cadangan terbukti panas bumi di kawasan Lumut Balai,” katanya.
Baca Juga: Lelang Aset Bank Sumsel Babel 2026 Dibuka, Ini Jadwal & Cara Dapat Properti Legal Terjangkau
Proyek PLTP Lumut Balai Unit 4 ini ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2032. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, total kapasitas di area tersebut akan mencapai sekitar 220 MW, menjadikannya salah satu pusat energi panas bumi penting di Sumatera.
Pengembangan ini juga telah masuk dalam rencana penyediaan tenaga listrik nasional, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi.
Dengan potensi sumber daya yang besar serta dukungan kebijakan, Sumatera Selatan dinilai memiliki peran strategis dalam peta energi bersih Indonesia ke depan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tekanan untuk menekan emisi karbon, energi panas bumi menjadi salah satu solusi yang dinilai stabil dan berkelanjutan.
Berbeda dengan energi fosil, panas bumi tidak bergantung pada cuaca dan memiliki tingkat emisi yang jauh lebih rendah. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu tulang punggung dalam upaya mencapai target net zero emission nasional.
Bagi Sumatera Selatan, proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit baru. Lebih dari itu, ini adalah langkah nyata menuju masa depan energi yang lebih bersih, stabil, dan berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Apa Itu Bioavtur dan Benarkah Pabrik di Banyuasin Sumsel yang Pertama di Dunia?
-
Jepang Garap Pabrik Bioavtur di Banyuasin, Ini 7 Fakta Investasi Rp310 Miliar
-
Jepang Tanam Investasi Rp310 Miliar, Pabrik Bioavtur Pertama Mulai Dibangun di Sumsel
-
7 Fakta Pabrik Bio Avtur di Banyuasin, Kelapa Lokal Bakal Jadi Bahan Bakar Pesawat
-
Sampah Palembang Jadi Energi? Riset Ungkap Potensinya Setara 2,3 Juta Tabung Elpiji per Tahun
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Di Mana Prima Salam? Ratu Dewa Ungkap Kondisi Terbaru Wakil Wali Kota Palembang
-
Strategi Mikro BRI Tuai Pengakuan, JPMorgan Naikkan Rekomendasi BBRI
-
Fakta Penemuan Pasutri Tewas di Kebun Karet Banyuasin, Polisi Dalami Penyebab Kematian
-
Demi Tingkatkan PAD, Pospera Sumsel Desak Ratu Dewa Utamakan Good Government Bapenda Palembang
-
Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung