- Harga emas global yang terus melonjak menyebabkan nilai satu suku emas kini setara dengan sepeda motor bekas.
- Pemilik emas disarankan menjual asetnya hanya jika tujuan keuangan tertentu telah tercapai, bukan sekadar mengikuti tren.
- Masyarakat perlu memperhatikan selisih harga jual, biaya administrasi, serta kondisi fisik emas sebelum memutuskan melakukan transaksi penjualan.
SuaraSumsel.id - Di tengah harga emas yang terus mencetak rekor dalam beberapa waktu terakhir, banyak pemilik emas perhiasan maupun logam mulia mulai melirik kembali isi lemari mereka. Tak sedikit yang baru menyadari bahwa emas seberat 1 suku (sekitar 6,7 gram) kini memiliki nilai yang bisa menyamai harga sebuah sepeda motor bekas dalam kondisi layak pakai.
Kenaikan harga emas ini memunculkan pertanyaan yang sama di kalangan masyarakat: apakah sekarang saat yang tepat untuk menjual, atau justru lebih baik menunggu harga kembali naik?
Dalam beberapa bulan terakhir, harga emas mengalami tren penguatan yang dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, hingga meningkatnya permintaan aset aman (safe haven). Akibatnya, nilai emas yang selama ini disimpan sebagai tabungan keluarga ikut melonjak.
"Harga emas memang lagi bagus, tapi beberapa hari tetap stabil dan ada menurunnya," ucap Lili, pembeli emas di Palembang.
Bagi masyarakat yang membeli emas beberapa tahun lalu, kenaikan tersebut tentu menjadi kabar menggembirakan karena selisih harga yang diperoleh bisa mencapai jutaan rupiah.
Perencana keuangan memastikan keputusan menjual emas sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tingginya harga saat ini. Menurut dia, pemilik emas perlu lebih dulu menentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai. Namun, jika emas merupakan investasi jangka panjang dan belum ada kebutuhan mendesak, mempertahankannya masih menjadi pilihan yang masuk akal.
Perhatikan Selisih Harga Beli dan Jual
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah spread, yakni selisih antara harga beli dan harga jual. Semakin kecil selisih tersebut, semakin besar keuntungan yang bisa diperoleh investor.
Karena itu, masyarakat disarankan membandingkan harga buyback di beberapa lembaga resmi sebelum memutuskan menjual.
Baca Juga: Update Harga Emas Hari Ini, Antam 1 Gram Rp2,66 Juta, Perhiasan Tembus Rp14,7 Juta per Suku
Selain itu, kondisi fisik emas juga memengaruhi nilai jual, terutama untuk emas perhiasan. Jika menjual emas dalam jumlah besar, masyarakat juga perlu memahami adanya ketentuan perpajakan maupun biaya administrasi yang mungkin dikenakan oleh lembaga pembeli.
Memahami komponen biaya ini penting agar keuntungan yang diterima sesuai dengan perhitungan awal. Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat Indonesia.
Selain relatif mudah dicairkan, nilainya juga cenderung bertahan dalam jangka panjang dibandingkan sejumlah aset lain yang lebih fluktuatif.
Meski demikian, para perencana keuangan mengingatkan agar keputusan membeli maupun menjual emas tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing, bukan semata-mata karena mengikuti tren kenaikan harga.
Pada akhirnya, harga emas yang sedang tinggi memang menjadi peluang. Namun, peluang terbaik bukan selalu menjual secepat mungkin, melainkan menjual pada saat yang benar-benar sesuai dengan tujuan keuangan.
Berita Terkait
-
Update Harga Emas Hari Ini, Antam 1 Gram Rp2,66 Juta, Perhiasan Tembus Rp14,7 Juta per Suku
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Harga Emas Palembang Naik Lagi, Kini Tembus Rp14,3 Juta per Suku
-
Bank Sumsel Babel Hadirkan Kembali Safe Deposit Box, Solusi Aman Aset Berharga
-
BRI Hadirkan Program Reward Emas bagi BRILink Agen yang Sukses Tingkatkan Pengguna BRImo
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya
-
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas
-
16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?
-
Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya
-
Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo