Tasmalinda
Senin, 29 Juni 2026 | 22:21 WIB
Masih simpan emas 1 suku, nilainya kini setara motor bekas, kapan waktu terbaik menjualnya?
Baca 10 detik
  • Harga emas global yang terus melonjak menyebabkan nilai satu suku emas kini setara dengan sepeda motor bekas.
  • Pemilik emas disarankan menjual asetnya hanya jika tujuan keuangan tertentu telah tercapai, bukan sekadar mengikuti tren.
  • Masyarakat perlu memperhatikan selisih harga jual, biaya administrasi, serta kondisi fisik emas sebelum memutuskan melakukan transaksi penjualan.

SuaraSumsel.id - Di tengah harga emas yang terus mencetak rekor dalam beberapa waktu terakhir, banyak pemilik emas perhiasan maupun logam mulia mulai melirik kembali isi lemari mereka. Tak sedikit yang baru menyadari bahwa emas seberat 1 suku (sekitar 6,7 gram) kini memiliki nilai yang bisa menyamai harga sebuah sepeda motor bekas dalam kondisi layak pakai.

Kenaikan harga emas ini memunculkan pertanyaan yang sama di kalangan masyarakat: apakah sekarang saat yang tepat untuk menjual, atau justru lebih baik menunggu harga kembali naik?

Dalam beberapa bulan terakhir, harga emas mengalami tren penguatan yang dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik, hingga meningkatnya permintaan aset aman (safe haven). Akibatnya, nilai emas yang selama ini disimpan sebagai tabungan keluarga ikut melonjak.

"Harga emas memang lagi bagus, tapi beberapa hari tetap stabil dan ada menurunnya," ucap Lili, pembeli emas di Palembang.

Bagi masyarakat yang membeli emas beberapa tahun lalu, kenaikan tersebut tentu menjadi kabar menggembirakan karena selisih harga yang diperoleh bisa mencapai jutaan rupiah.

Perencana keuangan memastikan keputusan menjual emas sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tingginya harga saat ini. Menurut dia, pemilik emas perlu lebih dulu menentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai.  Namun, jika emas merupakan investasi jangka panjang dan belum ada kebutuhan mendesak, mempertahankannya masih menjadi pilihan yang masuk akal.

Perhatikan Selisih Harga Beli dan Jual

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah spread, yakni selisih antara harga beli dan harga jual. Semakin kecil selisih tersebut, semakin besar keuntungan yang bisa diperoleh investor.

Karena itu, masyarakat disarankan membandingkan harga buyback di beberapa lembaga resmi sebelum memutuskan menjual.

Baca Juga: Update Harga Emas Hari Ini, Antam 1 Gram Rp2,66 Juta, Perhiasan Tembus Rp14,7 Juta per Suku

Selain itu, kondisi fisik emas juga memengaruhi nilai jual, terutama untuk emas perhiasan. Jika menjual emas dalam jumlah besar, masyarakat juga perlu memahami adanya ketentuan perpajakan maupun biaya administrasi yang mungkin dikenakan oleh lembaga pembeli.

Memahami komponen biaya ini penting agar keuntungan yang diterima sesuai dengan perhitungan awal. Di tengah ketidakpastian ekonomi, emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih masyarakat Indonesia.

Selain relatif mudah dicairkan, nilainya juga cenderung bertahan dalam jangka panjang dibandingkan sejumlah aset lain yang lebih fluktuatif.

Meski demikian, para perencana keuangan mengingatkan agar keputusan membeli maupun menjual emas tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing, bukan semata-mata karena mengikuti tren kenaikan harga.

Pada akhirnya, harga emas yang sedang tinggi memang menjadi peluang. Namun, peluang terbaik bukan selalu menjual secepat mungkin, melainkan menjual pada saat yang benar-benar sesuai dengan tujuan keuangan.

Load More