- Seorang peserta Latihan Dasar Militer asal Baturaja meninggal dunia diduga akibat henti jantung saat mengikuti program pelatihan.
- Kementerian Pertahanan sedang menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian peserta pelatihan tersebut.
- Pemerintah mengevaluasi prosedur skrining kesehatan serta pemantauan fisik peserta guna mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.
SuaraSumsel.id - Penyebab meninggalnya salah satu peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih asal Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mulai terungkap.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyebut peserta tersebut diduga meninggal akibat henti jantung setelah menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit. Keterangan itu disampaikan sebagai bagian dari penjelasan resmi pemerintah menyusul sorotan publik terhadap program Latsarmil yang diikuti ribuan calon manajer Koperasi Merah Putih.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan peserta mengalami cardiac arrest atau henti jantung.
Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari tim medis yang berwenang. "Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari rumah sakit. Informasi awal yang kami terima, peserta mengalami henti jantung," ujar Ketut dalam konferensi pers di Jakarta.
Evaluasi Pelaksanaan Latsarmil
Kasus meninggalnya peserta asal Baturaja menjadi perhatian karena terjadi di tengah pelaksanaan Latsarmil bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang merupakan salah satu program strategis pemerintah.
Kemhan memastikan peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan, termasuk prosedur pemeriksaan kesehatan peserta sebelum mengikuti kegiatan.
Menurut Ketut, setiap peserta sebenarnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun, setelah adanya insiden tersebut, Kemhan akan memperketat proses skrining kesehatan serta melakukan pemantauan kondisi fisik peserta selama pelatihan berlangsung. "Kami melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.
Kemhan juga menegaskan Latsarmil yang diikuti calon manajer Koperasi Merah Putih bukan bertujuan mencetak prajurit. Pelatihan tersebut, kata Ketut, lebih difokuskan pada pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kemampuan bekerja sama, serta kesiapan menghadapi tekanan saat mengelola koperasi yang akan mengelola dana masyarakat.
Baca Juga: Dari Pekarangan ke Merah Putih: Ketika Ketahanan Pangan Tak Lagi Cukup Sekadar Menanam
Pemerintah menilai kemampuan tersebut diperlukan agar para manajer mampu menjalankan koperasi secara profesional, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Meski terjadi insiden meninggalnya salah satu peserta, Kemhan memastikan program pelatihan tetap berjalan dengan sejumlah penyesuaian. Pemeriksaan kesehatan peserta akan diperketat, sementara instruktur diminta lebih memperhatikan kondisi fisik masing-masing peserta selama mengikuti seluruh rangkaian latihan.
Kemhan juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga peserta yang meninggal dunia dan memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur.
Berita Terkait
-
Dari Pekarangan ke Merah Putih: Ketika Ketahanan Pangan Tak Lagi Cukup Sekadar Menanam
-
SMBR Tebar Berkah Idul Adha, 17 Sapi Kurban Disalurkan untuk Warga Ring 1
-
SMBR Dorong Tukang Jadi Influencer Konstruksi Lewat Akademi Jago Bangunan di OKI
-
Gawat! 3 Tahanan Narkoba Kabur dari Rutan Baturaja Usai Sidang, Lepas Borgol Pakai Kawat
-
5 Fakta Penahanan 2 Direktur BUMN di Sumsel dalam Kasus Korupsi Distribusi Semen
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota