- Maskapai AirAsia resmi menambah frekuensi penerbangan rute Kuala Lumpur–Palembang dari tujuh menjadi 11 kali per minggu mulai 15 Juni 2026.
- Penambahan jadwal ini bertujuan meningkatkan konektivitas internasional bagi masyarakat Sumatera Selatan melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
- Langkah strategis tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, serta investasi ekonomi di wilayah Sumatera Selatan secara luas.
SuaraSumsel.id - Kabar baik bagi warga Sumatera Selatan yang sering bepergian ke luar negeri. Maskapai AirAsia resmi menambah frekuensi penerbangan rute Kuala Lumpur–Palembang pulang pergi mulai 15 Juni 2026.
Penambahan ini membuat pilihan jadwal penerbangan internasional dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang semakin banyak. Jika sebelumnya AirAsia hanya melayani tujuh penerbangan dalam sepekan, kini jumlahnya bertambah menjadi 11 kali dalam seminggu.
Artinya, masyarakat Palembang dan sekitarnya kini memiliki lebih banyak kesempatan terbang langsung ke Kuala Lumpur tanpa harus transit melalui Jakarta atau kota besar lainnya.
Langkah AirAsia menambah frekuensi penerbangan dinilai menjadi sinyal positif bahwa permintaan perjalanan internasional dari Sumatera Selatan terus meningkat.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan penambahan frekuensi tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan maskapai terhadap potensi pasar di Sumatera Selatan.
“Kami menyambut positif penambahan frekuensi penerbangan AirAsia rute Kuala Lumpur–Palembang dari tujuh kali menjadi 11 kali per minggu mulai 15 Juni 2026. Ini membuktikan bahwa Bandara SMB II semakin dipercaya sebagai pintu gerbang internasional di wilayah Sumatera Selatan,” kata Ahmad Syaugi Shahab.
Menurutnya, tambahan penerbangan tidak hanya menguntungkan penumpang yang ingin bepergian ke Malaysia, tetapi juga membuka akses yang lebih luas menuju berbagai destinasi internasional lainnya.
Sebagaimana diketahui, Kuala Lumpur merupakan salah satu hub penerbangan terbesar di Asia Tenggara yang menghubungkan penumpang ke berbagai negara seperti Thailand, Vietnam, Tiongkok, Korea Selatan, Jepang hingga kawasan Timur Tengah.
Karena itu, bertambahnya frekuensi penerbangan dinilai dapat memperkuat konektivitas Sumatera Selatan dengan dunia internasional.
Baca Juga: Ditenun Per Benang, Dirawat Dua Generasi: Ketika Tenun Blongsong Menolak Dilupakan
“Dengan tambahan frekuensi ini, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II optimistis dapat melayani lebih banyak penumpang internasional dan kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan serta fasilitas agar perjalanan penumpang semakin nyaman dan aman,” ujarnya.
Selain mempermudah mobilitas masyarakat, penambahan penerbangan juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Akses penerbangan yang semakin mudah dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, pendidikan hingga investasi yang selama ini menjadi salah satu fokus pengembangan ekonomi Sumatera Selatan.
Wisatawan mancanegara yang datang melalui Kuala Lumpur juga berpotensi meningkat, terutama untuk mengunjungi destinasi unggulan seperti Palembang, kawasan Sungai Musi, kuliner khas Sumsel hingga berbagai event budaya dan olahraga yang rutin digelar di daerah ini.
Pihak Bandara SMB II memastikan seluruh kesiapan operasional telah disiapkan, mulai dari layanan imigrasi, bea cukai, karantina hingga ground handling untuk mendukung kelancaran penerbangan tambahan tersebut.
Mulai hari ini, jadwal tambahan AirAsia Kuala Lumpur–Palembang akan beroperasi setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu di luar jadwal reguler yang sudah berjalan sebelumnya.
Tag
Berita Terkait
-
Ditenun Per Benang, Dirawat Dua Generasi: Ketika Tenun Blongsong Menolak Dilupakan
-
KAI Tambah Kereta Eksekutif KA Sindang Marga Akomodir Libur Tahun Baru Islam 1448 H
-
Sudah Berjam-jam Bertahan, Mahasiswa Terus Berorasi soal BBM hingga MBG di DPRD
-
Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Palembang Hari Ini, Mahasiswa Bawa 9 Tuntutan ke DPRD
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi
-
Terbang ke Kuala Lumpur Kini Lebih Mudah, AirAsia Tambah Penerbangan dari Palembang