- Pemerintah Kota Palembang resmi meluncurkan Car Free Day di kawasan Jembatan Ampera hingga Jalan Sudirman, 14 Juni 2026.
- Sebanyak 150 personel gabungan disiagakan untuk mengatur lalu lintas dan mengalihkan kendaraan ke Jembatan Musi IV dan VI.
- Penutupan jalan bertujuan menciptakan ruang publik baru bagi warga Palembang tanpa kendaraan bermotor selama akhir pekan berlangsung.
SuaraSumsel.id - Peluncuran resmi Car Free Day (CFD) Ampera–Sudirman pada Minggu, 14 Juni 2026, menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan warga Palembang. Setelah beberapa kali uji coba, Pemerintah Kota Palembang akhirnya memastikan kawasan ikonik Jembatan Ampera hingga Jalan Jenderal Sudirman akan menjadi ruang publik bebas kendaraan setiap akhir pekan.
Namun di balik kemeriahan parade budaya, marching band, komunitas sepeda, dan berbagai hiburan yang telah disiapkan, ada satu hal yang menjadi perhatian utama masyarakat: bagaimana dampaknya terhadap lalu lintas Kota Palembang.
Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan. Jembatan Ampera selama ini menjadi salah satu urat nadi utama penghubung wilayah Seberang Ulu dan Seberang Ilir. Ketika akses tersebut ditutup sementara untuk kegiatan CFD, ribuan kendaraan harus mencari jalur alternatif.
Karena itu, Polrestabes Palembang bersama Ditlantas Polda Sumsel telah menyiapkan skema pengamanan dan pengaturan lalu lintas khusus guna mengantisipasi lonjakan kendaraan saat launching berlangsung.
Wakasatlantas Polrestabes Palembang AKP Adi Suhendra menjelaskan bahwa fokus pengamanan berada pada jalur-jalur yang diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, pengalaman dari beberapa kali uji coba CFD sebelumnya menunjukkan arus lalu lintas relatif lancar. Meski demikian, peluncuran resmi diperkirakan akan menarik lebih banyak pengunjung dibanding masa uji coba sehingga pengamanan diperketat.
Sebanyak 150 personel gabungan dari Satlantas Polrestabes Palembang dan Ditlantas Polda Sumsel disiagakan untuk mengatur arus kendaraan dan mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan.
Musi IV dan Musi VI Jadi Tumpuan
Dalam skema yang disiapkan kepolisian, perhatian terbesar diarahkan ke Jembatan Musi IV dan Musi VI. Kedua jembatan tersebut diproyeksikan menjadi jalur utama kendaraan yang biasanya melintasi kawasan Ampera. Pengamanan dan pengaturan arus kendaraan akan difokuskan di titik tersebut agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk.
Baca Juga: CFD Perdana Hadir di Ampera 14 Juni, Mampukah Menjadi Ruang Publik Baru Warga Palembang?
Pengalaman uji coba sebelumnya menunjukkan bahwa jalur alternatif inilah yang paling menentukan keberhasilan pelaksanaan CFD.
Apabila distribusi kendaraan berjalan baik, maka penutupan kawasan Ampera tidak akan menimbulkan kemacetan yang signifikan. Selain pengaturan lalu lintas, Pemerintah Kota Palembang juga menyiapkan pengamanan khusus di area pelaksanaan CFD.
Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani menjelaskan bahwa area badan jalan di Jembatan Ampera akan disterilkan selama rangkaian launching berlangsung. Pengunjung hanya diperbolehkan berada di area trotoar dan zona yang telah ditentukan panitia.
Kebijakan tersebut diterapkan agar parade budaya, marching band, polisi cilik, barongsai, dan berbagai atraksi yang telah disiapkan dapat berlangsung tanpa gangguan.
Lebih dari Sekadar Penutupan Jalan
Peluncuran CFD Ampera–Sudirman sebenarnya bukan sekadar agenda penutupan jalan dari kendaraan bermotor.
Berita Terkait
-
CFD Perdana Hadir di Ampera 14 Juni, Mampukah Menjadi Ruang Publik Baru Warga Palembang?
-
Prima Salam Dirawat di RSPAD, Ratu Dewa Buka Suara soal Isu Rehabilitasi Narkoba
-
Kasus Dokter Gigi Palembang: Dari Perselisihan di Jalan hingga Serangan Palu
-
Ketua Umum Periska PTBA Turun ke Dapur UMKM Lampung, Pastikan Program Pemberdayaan Tepat Sasaran
-
Dari Truk Rp300 Juta hingga Jadi Tersangka, Begini Awal Mula Kasus Bos Pool Truk Palembang
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
Pertamina EP Temukan Lapisan Produktif Baru di PALI, Sumur BNG-082 Hasilkan Minyak dan Gas