Tasmalinda
Rabu, 09 September 2026 | 21:55 WIB
Pertamina EP temukan lapisan produktif baru di PALI
Baca 10 detik
  • Pertamina EP Adera Field berhasil mengebor Sumur BNG-082 di Kabupaten PALI pada Agustus 2026 secara aman.
  • Pengeboran inovatif ini sukses membuka lapisan TAF-P2a baru yang menghasilkan 302,4 BOPD minyak dan 5,597 MMSCFD gas.
  • Tambahan produksi tersebut bertujuan mendukung target pencapaian produksi migas Pertamina EP Adera Field tahun 2026.

SuaraSumsel.id - Pertamina EP Adera Field berhasil mengembangkan lapisan produktif baru melalui Sumur BNG-082 di Struktur Benuang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi minyak dan gas bumi di lapangan yang telah berproduksi sekaligus mendukung target produksi migas tahun 2026.

Manajer Subsurface Development Area 1 Pertamina EP Adera Field, Budi Darmawan, mengatakan Sumur BNG-082 merupakan sumur pengembangan yang dibor di lokasi eksisting dan berhasil membuka lapisan produktif TAF-P2a yang sebelumnya belum pernah diproduksi oleh sumur-sumur di sekitarnya. "Keberhasilan ini merupakan hasil penerapan inovasi berbasis integrasi data subsurface dalam pengembangan lapangan migas," ujar Budi dalam keterangan yang diterima di Palembang, Rabu.

Pengeboran Sumur BNG-082 juga diselesaikan lebih cepat dari target. Proses pengeboran rampung dalam 32 hari, lebih cepat dibandingkan rencana awal selama 36,6 hari, dengan pelaksanaan yang aman tanpa kecelakaan.

Berdasarkan uji alir awal atau initial flow test pada 16 Agustus 2026, Sumur BNG-082 menunjukkan potensi produksi minyak sebesar 302,4 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 5,597 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Potensi tersebut diperoleh dalam kondisi open flow, yakni aliran migas secara natural tanpa hambatan pada katup kepala sumur.

Temukan Lapisan yang Belum Pernah Diproduksi

Pengembangan Sumur BNG-082 dilakukan dengan pendekatan layer-focused and data-driven development drilling atau pengembangan pengeboran yang berfokus pada lapisan dan berbasis data. Tim Pertamina EP Adera Field mengintegrasikan berbagai data subsurface, mulai dari pemodelan geologi, interpretasi seismik multiatribut, hingga akuisisi data MDT-LFA.

Pendekatan tersebut digunakan untuk mengevaluasi tekanan, jenis fluida, serta indikasi konektivitas reservoir pada setiap lapisan.

Baca Juga: Bank Sumsel Babel Gandeng Kejari PALI, Perkuat Kepatuhan dan Pencegahan Fraud

Selain itu, pengembangan juga menggunakan metode Sectorization Zoning Model, yakni pemetaan zona prospektif melalui integrasi dan stacking peta Hydrocarbon Pore Volume (HCPV) dari berbagai lapisan. "Dengan pendekatan-pendekatan ini, kami bisa memetakan area mana yang punya peluang lebih besar mengandung lapisan produktif, sehingga penempatan sumur baru bisa lebih terarah, efektif dan efisien," kata Budi.

Keberhasilan membuka lapisan TAF-P2a menjadi salah satu hasil penting dalam pengembangan Struktur Benuang karena lapisan tersebut sebelumnya belum pernah diproduksi oleh sumur-sumur di sekitarnya.

Dukung Target Produksi Migas Pertamina EP Adera Field

Tambahan produksi dari Sumur BNG-082 diharapkan dapat mendukung pencapaian target produksi Pertamina EP Adera Field dalam WP&B 2026. Target produksi tahun ini ditetapkan sebesar 4.537 BOPD minyak dan 22,21 MMSCFD gas.

Struktur Benuang sendiri merupakan salah satu penopang produksi migas di wilayah kerja Pertamina EP Adera Field dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4.

Pertamina EP sebelumnya juga mencatat inovasi dalam pengembangan Sumur BNG-080 pada Juni 2026 melalui penerapan teknologi dual string.

Load More