- Kemenko PMK dan mitra meluncurkan program RUMPUN HIJAU di Kabupaten Muara Enim untuk mendukung transisi energi yang berkeadilan.
- Program ini memberdayakan perempuan dan remaja sebagai aktor utama dalam literasi serta pengembangan keterampilan ekonomi hijau yang berkelanjutan.
- Inisiatif ini menargetkan ribuan perempuan untuk memastikan kesiapan masyarakat menghadapi transisi dari sektor batu bara ke energi bersih.
Melalui program ini, perempuan dan remaja perempuan akan mendapatkan akses terhadap berbagai pengetahuan baru, mulai dari green lifestyle, green skills, hingga green jobs yang diperkirakan akan semakin dibutuhkan di masa depan.
"Kami ingin memastikan perempuan dan remaja perempuan dapat terlibat, menyampaikan perspektifnya, dan menjadi penggerak perubahan di komunitasnya," kata Artin.
Menjangkau Ribuan Perempuan di Muara Enim
Dalam pelaksanaannya, RUMPUN HIJAU akan melibatkan sedikitnya lima organisasi masyarakat sipil dan memperkuat kapasitas 25 fasilitator remaja perempuan. Program ini juga menargetkan menjangkau 250 perempuan, remaja perempuan, dan masyarakat adat melalui berbagai kegiatan pembelajaran.
Tidak berhenti di situ, kampanye publik yang dijalankan ditargetkan mampu menjangkau lebih dari 7.000 perempuan dan remaja perempuan di Muara Enim.
Target tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya fokus pada kelompok kecil, tetapi berupaya membangun gerakan yang lebih luas di tingkat masyarakat.
Dari Daerah Batu Bara Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau
Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyambut baik kehadiran RUMPUN HIJAU. Dalam peluncuran program, Bupati Muara Enim saat itu, Edison, menyatakan bahwa daerahnya sedang bergerak menuju transformasi sebagai episentrum energi hijau di Sumatera Selatan. Ia menegaskan komitmen untuk secara bertahap beralih dari ketergantungan penuh pada batu bara menuju pengembangan energi baru terbarukan dan hilirisasi yang lebih ramah lingkungan.
Komitmen tersebut memperlihatkan bahwa masa depan Muara Enim tidak hanya akan ditentukan oleh sumber daya alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kesiapan masyarakat menghadapi perubahan.
Baca Juga: Komitmen Ciptakan Lingkungan Ramah Anak, PTBA Dapat Apresiasi dari Bupati Muara Enim
Lebih dari Sekadar Program Lingkungan
Di tengah berbagai pembahasan mengenai energi hijau, RUMPUN HIJAU menawarkan pendekatan yang berbeda. Program ini tidak sekadar berbicara tentang pengurangan emisi atau penghijauan. Lebih dari itu, RUMPUN HIJAU berusaha memastikan bahwa perempuan, remaja, masyarakat sipil, dan komunitas lokal memiliki ruang untuk ikut menentukan arah perubahan.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari jumlah pembangkit energi terbarukan yang dibangun, tetapi juga dari seberapa banyak masyarakat yang ikut tumbuh, berdaya, dan mendapatkan manfaat dari perubahan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Komitmen Ciptakan Lingkungan Ramah Anak, PTBA Dapat Apresiasi dari Bupati Muara Enim
-
Didorong BRI, Banyuanyar Kembangkan Desa Pintar Ramah Lingkungan
-
45 Tahun PTBA: Perkuat Komitmen Kelestarian Lingkungan dan Keselamatan Kerja
-
BRI Peduli Ajak Relawan Bersihkan Pantai Kedonganan demi Lingkungan Berkelanjutan
-
7 Cushion dengan Refill untuk Makeup Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap