- KPK menetapkan Bupati Muara Enim, Edison, sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan setelah operasi tangkap tangan.
- DPW Partai NasDem Sumatera Selatan menegaskan bahwa Edison bukan merupakan kader atau pengurus partai politik mereka.
- Edison terpilih sebagai Bupati Muara Enim periode 2025–2030 berkat dukungan koalisi partai pada Pilkada tahun 2024 lalu.
SuaraSumsel.id - Penetapan Bupati Muara Enim Edison sebagai tersangka dugaan suap pengadaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya mengguncang dunia pemerintahan di Sumatera Selatan, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai hubungan politik Edison dengan partai-partai yang mengusungnya pada Pilkada Muara Enim 2024.
Di tengah sorotan publik terhadap kasus tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Selatan menegaskan bahwa Edison bukan kader maupun pengurus partai. NasDem menyebut posisinya hanya sebagai salah satu partai pengusung yang memberikan dukungan politik saat Pilkada berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat setelah Edison ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang kini menjadi perhatian nasional tersebut.
NasDem: Edison Bukan Kader Partai
Sekretaris DPW NasDem Sumatera Selatan Nopianto menegaskan Edison tidak pernah tercatat sebagai kader maupun pengurus Partai NasDem.
Menurut dia, Edison berasal dari kalangan birokrat dan bukan politikus yang berproses melalui struktur partai. Karena itu, NasDem menilai perlu memberikan penjelasan kepada publik agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai status Edison di internal partai.
“Pak Edison bukan kader NasDem. Beliau memang kami usung pada Pilkada Muara Enim, tetapi bukan pengurus maupun kader partai,” ujar Nopianto.
Penegasan tersebut muncul setelah nama Edison ramai dikaitkan dengan NasDem menyusul operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang berujung pada penetapan dirinya sebagai tersangka.
Diusung Koalisi Besar pada Pilkada 2024
Baca Juga: Mengapa Keponakan Edison Ikut Jadi Tersangka? Ini Peran Adi Triadi dalam Kasus Suap Muara Enim
Meski bukan kader partai, Edison memang maju dalam Pilkada Muara Enim 2024 dengan dukungan sejumlah partai politik.
Saat itu, Edison berpasangan dengan Sumarni dan memperoleh dukungan dari koalisi partai yang terdiri dari NasDem, PDI Perjuangan, dan Golkar.
Pasangan tersebut berhasil memenangkan Pilkada Muara Enim dengan perolehan 114.258 suara atau sekitar 38,76 persen suara sah.
Kemenangan itu mengantarkan Edison dan Sumarni memimpin Kabupaten Muara Enim untuk periode 2025–2030 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Februari 2025.
Dalam konteks politik Indonesia, tidak semua calon kepala daerah yang maju melalui partai politik merupakan kader partai tersebut. Banyak figur yang berasal dari birokrasi, akademisi, pengusaha, maupun tokoh masyarakat yang memperoleh dukungan partai tanpa harus menjadi anggota resmi partai.
Karena itu, ketika muncul kasus hukum yang melibatkan kepala daerah, partai pengusung biasanya menjelaskan posisi hubungan politik mereka dengan figur yang bersangkutan.
Berita Terkait
-
Mengapa Keponakan Edison Ikut Jadi Tersangka? Ini Peran Adi Triadi dalam Kasus Suap Muara Enim
-
Selain Rp2 Miliar, KPK Temukan Rekening Nomine atas Nama OB dalam Kasus Bupati Edison
-
Dolar, Riyal dan Saldo Rekening Terungkap dalam OTT Edison, Nilainya Hampir Rp2 Miliar
-
Berada di Polda Sumsel, Bupati Edison Dijadwalkan Dibawa ke Jakarta Besok Pagi usai OTT KPK
-
Jika Edison Jadi Tersangka KPK, Sumarni Berpotensi Pimpin Muara Enim, Siapa Dia?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata
-
Sultan Muda Goes to OKU Timur, Dorong UMKM Melek Keuangan dan Akses Pembiayaan
-
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Peduli Masyarakat Sungai Rebo, Salurkan PMT dan Edukasi Parenting
-
Rumah BUMN Bukit Asam Dorong Kreativitas Masyarakat lewat Pelatihan Lilin Aromatik Bernilai Usaha
-
Paket Pernikahan Ciatok di Wyndham Opi Hotel Palembang Mulai Rp4,8 Juta per Meja