- Penggunaan cushion yang tidak sesuai dengan undertone kulit menyebabkan wajah terlihat kusam dan berwarna keabu-abuan setelah beberapa jam.
- Wanita di Sumatera sering keliru memilih shade karena menganggap seluruh kulit Indonesia memiliki undertone kuning, padahal terdapat variasi lainnya.
- Pilihlah shade yang mendekati warna leher serta sesuaikan formula produk dengan jenis kulit agar hasil makeup terlihat lebih natural.
SuaraSumsel.id - Pernah mengalami hal ini? Saat mencoba cushion di toko, warnanya terlihat pas dan membuat wajah tampak cerah. Namun beberapa jam kemudian, wajah justru terlihat abu-abu, kusam, bahkan tampak lebih gelap dibanding warna leher.
Masalah ini ternyata cukup sering dialami perempuan Indonesia, termasuk wanita di Sumatera yang umumnya memiliki warna kulit medium hingga sawo matang dengan karakter undertone yang beragam.
Tidak sedikit yang mengira penyebabnya adalah kualitas cushion yang kurang bagus. Padahal, dalam banyak kasus, penyebab utama justru karena salah memilih undertone.
Kenapa Cushion Bisa Berubah Abu-Abu?
Dalam dunia makeup, fenomena ini dikenal sebagai grey cast atau efek abu-abu. Biasanya terjadi ketika warna dasar cushion tidak sesuai dengan warna alami kulit.
Saat diaplikasikan pertama kali, hasilnya mungkin masih terlihat menyatu. Namun setelah bercampur dengan minyak alami wajah dan teroksidasi beberapa jam kemudian, warna yang tidak cocok akan semakin terlihat.
Akibatnya wajah tampak kusam, tidak segar, dan terlihat berbeda dengan area leher maupun tangan.
Tidak Semua Kulit Sumatera Memiliki Undertone Kuning
Salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap semua perempuan Indonesia memiliki undertone kuning.
Baca Juga: Makeup Anti Luntur, 5 Cushion Lokal Terbaik yang Tetap Glowing Meski Keringatan di Cuaca Panas
Padahal tidak demikian. Banyak wanita di Sumatera memiliki kombinasi undertone warm, neutral, bahkan olive yang sering kali sulit dikenali.
Karena itu, memilih cushion hanya berdasarkan tingkat kecerahan warna kulit sering kali berakhir mengecewakan.
Cara Mengetahui Undertone Kulit Sendiri
Sebelum membeli cushion baru, coba perhatikan beberapa tanda sederhana berikut:
1. Lihat Warna Pembuluh Darah di Pergelangan Tangan
Jika terlihat kehijauan, kemungkinan besar undertone Anda warm.
Jika cenderung biru atau ungu, biasanya termasuk cool undertone.
Sedangkan perpaduan keduanya sering mengarah pada neutral undertone.
2. Perhatikan Warna Perhiasan yang Paling Cocok
Orang dengan warm undertone biasanya lebih cocok memakai emas.
Sementara cool undertone sering terlihat lebih menonjol dengan perhiasan perak.
3. Coba Berdiri di Bawah Cahaya Matahari
Kulit dengan nuansa kuning keemasan biasanya termasuk warm.
Kulit yang memiliki sedikit nuansa merah muda atau kemerahan cenderung masuk kategori cool.
Cushion untuk Kulit Sawo Matang Jangan Terlalu Terang
Banyak perempuan masih tergoda memilih cushion satu hingga dua tingkat lebih terang karena berharap wajah terlihat lebih putih. Padahal langkah ini justru menjadi penyebab utama munculnya efek abu-abu.
Makeup artist profesional umumnya menyarankan memilih warna yang paling mendekati warna leher, bukan warna wajah yang sedang mengalami kemerahan atau bekas jerawat.
Hasilnya memang tidak terlihat terlalu putih saat pertama kali dipakai, tetapi jauh lebih natural setelah beberapa jam.
Formula Juga Berpengaruh
Selain undertone, formula cushion juga menentukan hasil akhir makeup. Kulit yang cenderung berminyak lebih cocok menggunakan cushion dengan hasil semi-matte atau matte agar oksidasi tidak terlalu cepat.
Sementara pemilik kulit kering biasanya lebih nyaman menggunakan cushion dengan hasil dewy atau satin finish.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membeli cushion berdasarkan rekomendasi influencer tanpa memperhatikan karakter kulit sendiri.
Padahal dua orang yang sama-sama memiliki kulit sawo matang belum tentu cocok menggunakan shade yang sama.
Undertone menjadi faktor yang jauh lebih penting daripada sekadar warna kulit.
Karena itu, sebelum tergoda membeli cushion yang sedang viral, pastikan Anda sudah memahami undertone kulit sendiri.
Sebab sering kali penyebab wajah terlihat abu-abu bukan karena produknya buruk, melainkan karena shade yang dipilih tidak benar-benar sesuai dengan warna alami kulit.
Dengan memahami undertone dan karakter kulit, Anda tidak hanya mendapatkan hasil makeup yang lebih natural, tetapi juga bisa menghindari pembelian cushion yang akhirnya jarang dipakai karena membuat wajah terlihat kusam.
Berita Terkait
-
Makeup Anti Luntur, 5 Cushion Lokal Terbaik yang Tetap Glowing Meski Keringatan di Cuaca Panas
-
5 Sepatu Lari yang Paling Nyaman Dipakai di Aspal Palembang, Bikin Kaki Nggak Cepat Pegal
-
7 Cushion Lokal di Bawah Rp100 Ribu dengan Kualitas di Atas Harga
-
5 Bedak Padat Two Way Cake untuk Tampilan Cepat dan Praktis Seharian
-
Gemas Banget! 7 Cushion Lokal dengan Kemasan Estetik yang Bikin Kalap Pengen Koleksi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera
-
Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026
-
Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi
-
Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh