- Ayu Puspita Sari ditemukan tewas terbakar di Sungai Enim, Muara Enim, pada Rabu, 27 Mei 2026.
- Polres Muara Enim menangkap mantan kekasih korban sebagai pelaku pembunuhan setelah dilakukan penyelidikan intensif.
- Tindak pidana terjadi akibat cekcok antara pelaku dan korban terkait permintaan telepon genggam di penginapan.
SuaraSumsel.id - Kasus kematian Ayu Puspita Sari (23), warga Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menyita perhatian publik setelah jasadnya ditemukan dalam kondisi terbakar di kawasan Sungai Enim. Peristiwa yang bermula dari laporan orang hilang itu akhirnya terungkap hanya dalam hitungan jam setelah polisi berhasil menangkap pelaku yang ternyata merupakan mantan kekasih korban.
Berikut kronologi lengkap kasus yang menggegerkan warga Muara Enim tersebut.
1. Berawal dari Ajakan Bertemu di Penginapan.
Peristiwa ini bermula pada Minggu (24/5/2026) dini hari. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, Ayu menghubungi mantan kekasihnya dan mengajak bertemu di sebuah penginapan yang berada di kawasan Pasar Muara Enim.
Ajakan itu disambut pelaku. Keduanya kemudian bertemu dan masuk ke salah satu kamar penginapan sekitar pukul 03.30 WIB.
Saat itu tidak ada yang menyangka pertemuan tersebut akan menjadi awal dari tragedi yang menggemparkan Kabupaten Muara Enim.
2. Menghabiskan Waktu Berjam-jam di Dalam Kamar
Di dalam kamar penginapan, korban dan pelaku menghabiskan waktu bersama hingga sore hari. Polisi mengungkapkan keduanya sempat berbincang panjang dan melakukan hubungan intim. Situasi awal disebut berlangsung normal tanpa adanya keributan.
Namun suasana mulai berubah ketika percakapan keduanya menyinggung persoalan pribadi yang selama ini menjadi sumber ketegangan.
Baca Juga: Sumur Baru Pertamina EP Limau di Muara Enim Tambah Pasokan Energi Nasional
3. Permintaan iPhone Memicu Pertengkaran
Menurut keterangan polisi, korban sempat meminta pelaku membelikannya telepon genggam iPhone.
Permintaan tersebut ditolak pelaku. Ia mengaku kesal karena korban masih berstatus sebagai istri orang dan belum resmi bercerai, sementara hubungan asmara mereka sebelumnya telah berakhir.
Penolakan itu kemudian berkembang menjadi cekcok. Emosi pelaku disebut memuncak hingga berujung pada tindakan fatal yang mengakhiri nyawa korban.
4. Korban Hilang, Keluarga Mulai Cemas
Sejak pertemuan tersebut, korban tidak pernah kembali ke rumah. Keluarga yang kehilangan kontak mulai merasa khawatir dan berusaha mencari keberadaan Ayu.
Tag
Berita Terkait
-
Sumur Baru Pertamina EP Limau di Muara Enim Tambah Pasokan Energi Nasional
-
Sudah 3 Bulan di Kamboja, Pemuda Muara Enim Ini Mengaku Harus Bayar Rp55 Juta untuk Pulang
-
Tersinggung Perkataan Korban, Pria di Muara Enim Habisi Mantan Kekasih lalu Bakar Jasad
-
Empat Hari Hilang, Wanita di Muara Enim Ditemukan Tewas Terbakar di Tepi Sungai
-
Terbakar Cemburu, Pria di Empat Lawang Habisi Korban dengan Parang dan Tombak
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?