- Seorang pemuda asal Muara Enim bernama Okta terjebak di Kamboja selama tiga bulan dan tidak dapat pulang.
- Okta membutuhkan biaya sebesar Rp55 juta sebagai syarat untuk dapat meninggalkan Kamboja dan kembali ke Indonesia.
- Kondisi sulit Okta memicu perhatian publik serta kekhawatiran pihak keluarga di Muara Enim terkait nasibnya di luar negeri.
SuaraSumsel.id - Keinginan sederhana untuk pulang dan bertemu keluarga justru menjadi sesuatu yang sulit bagi seorang pemuda asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Sudah sekitar tiga bulan berada di Kamboja, pemuda bernama Okta itu mengaku belum bisa kembali ke Indonesia. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, ia menyampaikan permohonan bantuan sambil menceritakan kondisi yang sedang dihadapinya.
Video tersebut dengan cepat menarik perhatian publik, terutama warga Sumatera Selatan. Banyak yang tersentuh mendengar pengakuannya yang mengaku ingin pulang, tetapi terkendala biaya yang tidak sedikit.
Menurut pengakuan Okta, dirinya harus menyiapkan uang sekitar Rp55 juta jika ingin keluar dan kembali ke Indonesia.
Jumlah tersebut tentu bukan angka yang mudah dipenuhi, terlebih bagi keluarga yang berada di kampung halaman.
"Kalau tidak ada uang itu, saya belum bisa pulang," demikian pengakuan Okta dalam video yang beredar luas di media sosial.
Kisah itu memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak yang penasaran bagaimana seorang pemuda asal Muara Enim bisa berada dalam situasi tersebut dan mengapa biaya yang harus disiapkan untuk pulang mencapai puluhan juta rupiah.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, satu hal yang paling menyita perhatian adalah kerinduan seorang anak kepada keluarganya.
Bagi sebagian orang, pulang ke rumah mungkin hal yang sederhana. Namun bagi Okta, kepulangan justru terasa begitu jauh meski Indonesia hanya berjarak beberapa jam penerbangan dari Kamboja.
Baca Juga: Tersinggung Perkataan Korban, Pria di Muara Enim Habisi Mantan Kekasih lalu Bakar Jasad
Keluarga di Muara Enim pun disebut ikut diliputi kecemasan. Selain memikirkan kondisi Okta di negeri orang, mereka juga dihadapkan pada persoalan biaya yang nilainya jauh di luar kemampuan sebagian besar keluarga pada umumnya.
Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat tentang berbagai risiko yang bisa dihadapi warga Indonesia saat bekerja atau mencari penghidupan di luar negeri.
Tidak sedikit kisah serupa yang berawal dari harapan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan lebih baik, namun berakhir dengan berbagai persoalan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
Karena itu, video Okta tidak hanya menjadi cerita tentang seseorang yang ingin pulang. Lebih dari itu, kisah tersebut menggambarkan kegelisahan banyak keluarga yang anggota keluarganya merantau ke luar negeri demi memperbaiki nasib.
Hingga kini, pengakuan Okta masih menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet berharap ada perhatian dari pihak terkait agar kondisi yang dialaminya dapat segera mendapat kejelasan.
Sementara di Muara Enim, keluarga hanya bisa menunggu kabar baik.
Berita Terkait
-
Tersinggung Perkataan Korban, Pria di Muara Enim Habisi Mantan Kekasih lalu Bakar Jasad
-
Empat Hari Hilang, Wanita di Muara Enim Ditemukan Tewas Terbakar di Tepi Sungai
-
Pertamina EP Temukan Potensi Migas Baru di Muara Enim, Produksinya Tembus Ribuan Barel
-
Nenek 87 Tahun di Muara Enim Tewas di Tangan Anak dan Cucu, Ini Motifnya
-
PTBA dan BKMT Muara Enim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Kelas Kreasi Vol 7
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Saat Sekolah Lain Kebanjiran Murid, SMA Negeri di Lubuk Linggau Ini Cuma Dapat 13 Siswa
-
BRI Konsisten Jadi Penyetor Pajak Terbesar Industri Keuangan, Perkuat Pembangunan Nasional
-
Jembatan Ampera Bakal Berubah Jadi Panggung Kebaya, Ratusan Perempuan Bidik Rekor MURI
-
Program Desa Impian Antarkan PTBA Raih Penghargaan Internasional
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak