Tasmalinda
Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:13 WIB
kolase foto Okta, warga Muara Enim yang tidak bisa pulang ke Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Seorang pemuda asal Muara Enim bernama Okta terjebak di Kamboja selama tiga bulan dan tidak dapat pulang.
  • Okta membutuhkan biaya sebesar Rp55 juta sebagai syarat untuk dapat meninggalkan Kamboja dan kembali ke Indonesia.
  • Kondisi sulit Okta memicu perhatian publik serta kekhawatiran pihak keluarga di Muara Enim terkait nasibnya di luar negeri.

SuaraSumsel.id - Keinginan sederhana untuk pulang dan bertemu keluarga justru menjadi sesuatu yang sulit bagi seorang pemuda asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Sudah sekitar tiga bulan berada di Kamboja, pemuda bernama Okta itu mengaku belum bisa kembali ke Indonesia. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, ia menyampaikan permohonan bantuan sambil menceritakan kondisi yang sedang dihadapinya.

Video tersebut dengan cepat menarik perhatian publik, terutama warga Sumatera Selatan. Banyak yang tersentuh mendengar pengakuannya yang mengaku ingin pulang, tetapi terkendala biaya yang tidak sedikit.

Menurut pengakuan Okta, dirinya harus menyiapkan uang sekitar Rp55 juta jika ingin keluar dan kembali ke Indonesia.

Jumlah tersebut tentu bukan angka yang mudah dipenuhi, terlebih bagi keluarga yang berada di kampung halaman.

"Kalau tidak ada uang itu, saya belum bisa pulang," demikian pengakuan Okta dalam video yang beredar luas di media sosial.

Kisah itu memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak yang penasaran bagaimana seorang pemuda asal Muara Enim bisa berada dalam situasi tersebut dan mengapa biaya yang harus disiapkan untuk pulang mencapai puluhan juta rupiah.

Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, satu hal yang paling menyita perhatian adalah kerinduan seorang anak kepada keluarganya.

Bagi sebagian orang, pulang ke rumah mungkin hal yang sederhana. Namun bagi Okta, kepulangan justru terasa begitu jauh meski Indonesia hanya berjarak beberapa jam penerbangan dari Kamboja.

Baca Juga: Tersinggung Perkataan Korban, Pria di Muara Enim Habisi Mantan Kekasih lalu Bakar Jasad

Keluarga di Muara Enim pun disebut ikut diliputi kecemasan. Selain memikirkan kondisi Okta di negeri orang, mereka juga dihadapkan pada persoalan biaya yang nilainya jauh di luar kemampuan sebagian besar keluarga pada umumnya.

Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat tentang berbagai risiko yang bisa dihadapi warga Indonesia saat bekerja atau mencari penghidupan di luar negeri.

Tidak sedikit kisah serupa yang berawal dari harapan mendapatkan pekerjaan dan penghasilan lebih baik, namun berakhir dengan berbagai persoalan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Karena itu, video Okta tidak hanya menjadi cerita tentang seseorang yang ingin pulang. Lebih dari itu, kisah tersebut menggambarkan kegelisahan banyak keluarga yang anggota keluarganya merantau ke luar negeri demi memperbaiki nasib.

Hingga kini, pengakuan Okta masih menjadi perbincangan di media sosial. Banyak warganet berharap ada perhatian dari pihak terkait agar kondisi yang dialaminya dapat segera mendapat kejelasan.

Sementara di Muara Enim, keluarga hanya bisa menunggu kabar baik.

Load More