Tasmalinda
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:57 WIB
Pemutaran film 'Halaman Terakhir' di Palembang, Sumatera Selatan [dok Ghompok]
Baca 10 detik
  • Komunitas Ghompok merayakan Hari Buku Nasional 2026 di Palembang dengan menayangkan film dokumenter berjudul Halaman Terakhir di Cafe Ningrat.
  • Film tersebut mendokumentasikan perjuangan Pak Anwar yang konsisten mengelola perpustakaan mandiri sejak tahun 1981 di tengah arus digital.
  • Berbagai komunitas literasi Palembang mengadakan diskusi untuk memperkuat akses masyarakat terhadap buku melalui ruang baca alternatif yang inklusif.

Anggota Palembang Bookparty, Vivid, mengatakan akses terhadap buku seharusnya tidak menjadi sesuatu yang eksklusif.

Menurut dia, ruang-ruang baca alternatif penting dihadirkan agar masyarakat bisa lebih dekat dengan buku tanpa sekat formal.

“Kota ini butuh napas baru, kami menyediakan buku-buku yang tidak perlu penyortiran dari pihak perpustakaan, jadi kami sediakan buku yang orang lewat bisa langsung baca,” katanya.

Bagi komunitas literasi di Palembang, gerakan-gerakan kecil seperti lapak buku jalanan, perpustakaan mandiri, hingga pemutaran film dokumenter bukan hanya aktivitas komunitas biasa. Di tengah budaya membaca yang terus menghadapi tantangan, ruang-ruang itu menjadi cara sederhana untuk memastikan buku tidak benar-benar kehilangan pembacanya.

Load More