- IDI Sumatera Selatan menyoroti dugaan dokter muda Myta Aprilia Azmy tetap bekerja meski kondisi kesehatannya sedang menurun.
- Ketua IDI menegaskan tenaga medis tidak boleh dipaksa bekerja saat sakit demi menjaga keselamatan diri dan pasien.
- Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi sedang melakukan investigasi transparan untuk mengevaluasi sistem kerja dokter program internship tersebut.
SuaraSumsel.id - Kasus meninggalnya dokter muda Myta Aprilia Azmy terus menyisakan tanda tanya. Di tengah duka yang belum reda, perhatian publik mengarah pada satu hal yakni bagaimana kondisi kerja tenaga medis, khususnya dokter internship.
Sorotan itu datang dari Ikatan Dokter Indonesia Sumatera Selatan. Ketua IDI Sumsel, Abla Ghanie, dr. Abla Ghanie, Sp.THT-KL, Subsp.Oto(K), FICS, menegaskan bahwa tenaga medis tidak boleh dipaksa bekerja dalam kondisi sakit.
“Tidak boleh ada tenaga medis yang dipaksa bekerja dalam kondisi yang membahayakan dirinya maupun pasien,” ujarnya.
Pernyataan itu merespons berbagai laporan yang beredar mengenai kondisi kerja Myta selama menjalani masa internship. Dalam beberapa waktu terakhir, muncul dugaan bahwa ia tetap menjalani tugas jaga meski kondisi kesehatannya menurun.
Informasi tersebut memicu kekhawatiran, karena menyangkut bukan hanya satu individu, tetapi juga sistem kerja yang menaungi tenaga medis muda.
Menurut Abla, jika dugaan itu terbukti, kondisi tersebut tidak dapat dibenarkan dalam sistem pelayanan kesehatan. Ia menekankan bahwa keselamatan tenaga medis berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
“Dokter yang bekerja dalam kondisi tidak prima berisiko mengalami penurunan konsentrasi dan meningkatkan potensi kesalahan medis,” katanya.
IDI juga mengingatkan bahwa dokter, termasuk yang masih menjalani masa internship, memiliki hak dasar yang tidak boleh diabaikan. Mulai dari waktu istirahat yang cukup, lingkungan kerja yang aman dan manusiawi, hingga akses terhadap layanan kesehatan yang layak saat sakit.
Penegasan ini menjadi penting di tengah dugaan bahwa Myta tetap bekerja dalam kondisi kesehatan yang menurun.
Baca Juga: Kasus Dokter Myta Diselidiki Tim Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Jika Dugaan Overwork Terbukti?
Di sisi lain, IDI Sumsel mendorong agar kasus ini ditelusuri secara menyeluruh dan transparan. Proses investigasi yang kini berjalan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan RI dan unsur organisasi profesi.
Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi, sekaligus menjadi dasar evaluasi sistem ke depan.
Bagi IDI, peristiwa ini tidak bisa dipandang sebagai kasus yang berdiri sendiri. Kepergian Myta dinilai menjadi pengingat bahwa sistem pembinaan dan perlindungan dokter muda perlu mendapat perhatian serius.
Jika tidak, risiko kejadian serupa dikhawatirkan akan kembali terulang.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, IDI Sumsel juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menunggu hasil investigasi resmi. “Kita perlu menghormati proses yang sedang berjalan, sekaligus menjaga privasi keluarga,” ujar Abla.
Kini, publik menanti hasil investigasi tim terpadu. Apakah dugaan overwork akan terbukti, atau ada faktor lain yang berperan, masih menjadi pertanyaan.
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Dokter Myta Diselidiki Tim Terpadu, Siapa Bertanggung Jawab Jika Dugaan Overwork Terbukti?
-
'Sudah Hampir Jadi Dokter', Myta Meninggal Diduga 3 Bulan Dipaksa Kerja Tanpa Libur di RSUD
-
Isak Tangis Pecah di Pemakaman Myta, Dokter Muda Diduga 3 Bulan Tanpa Libur di RSUD KH Daud Arif
-
Tinggal 3 Bulan Jadi Dokter, Myta Meninggal Diduga Dipaksa Kerja Tanpa Libur di RSUD KH Daud Arif
-
Dipaksa Jaga Saat Sesak Napas? Dokter Muda Ini Meninggal, Dugaan Overwork Kini Diselidiki
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji
-
Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh
-
Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?
-
Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan
-
Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim