- Masyarakat Palembang memiliki tradisi makan pempek menggunakan tangan secara langsung untuk mendapatkan sensasi rasa yang lebih hidup.
- Kebiasaan makan dengan tangan melambangkan kedekatan sosial serta identitas budaya yang kuat bagi masyarakat lokal Palembang.
- Tradisi makan pempek dengan tangan kini menjadi pengalaman budaya unik yang tetap diminati wisatawan di tengah modernisasi.
SuaraSumsel.id - Bagi masyarakat Palembang, menikmati pempek bukan sekadar soal rasa. Ada cara, ada kebiasaan, bahkan ada filosofi yang diwariskan turun-temurun: makan pempek pakai tangan.
Bagi sebagian orang luar daerah, kebiasaan ini mungkin terlihat sederhana bahkan dianggap kurang praktis. Namun bagi “wong kito galo”, ada makna yang lebih dalam di baliknya. Di banyak meja makan tradisional Palembang, pempek jarang disentuh sendok atau garpu. Langsung pakai tangan, dicelupkan ke kuah cuko yang hitam pekat, lalu disantap.
Mengapa?
Karena menurut banyak warga lokal, makan pakai tangan membuat sensasi rasa lebih “hidup”. Tekstur pempek terasa lebih nyata, cuko lebih menyatu, dan pengalaman makan jadi lebih personal.
Ada istilah yang sering diucapkan: “lebih nikmat kalau diraso langsung”.
Di balik kebiasaan ini, tersimpan nilai budaya yang kuat. Makan dengan tangan melambangkan kedekatan—baik dengan makanan, maupun dengan orang-orang di sekitar. Dalam banyak momen, pempek dinikmati bersama keluarga, teman, atau tamu.
Tidak ada jarak. Tidak ada formalitas berlebihan.
Ini sejalan dengan karakter masyarakat Palembang yang dikenal hangat dan terbuka.
Lebih dari itu, kebiasaan ini juga menjadi bagian dari identitas. Bagi “wong kito”, makan pempek dengan tangan adalah bentuk mempertahankan tradisi. Sebuah kebiasaan kecil yang menjadi pembeda, sekaligus kebanggaan.
Baca Juga: Tangis Pecah Saat Penangkapan di Kertapati, Tersangka Pembunuhan Bersimpuh Cuci Kaki Ibu
Di tengah modernisasi dan gaya hidup serba praktis, tradisi ini tetap bertahan—bahkan semakin dikenalkan ke wisatawan.
Meski begitu, seiring perkembangan zaman, penggunaan sendok dan garpu mulai umum ditemui, terutama di restoran modern atau tempat wisata.
Namun menariknya, banyak pengunjung justru mencoba cara tradisional: makan langsung dengan tangan. Bukan hanya soal rasa, tapi juga pengalaman budaya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa makanan tidak hanya soal apa yang dimakan, tapi juga bagaimana cara menikmatinya.
Pempek bukan sekadar kuliner khas. Ia adalah cerita tentang kebersamaan, kesederhanaan, dan identitas lokal yang terus hidup.
Mengapa makan pempek harus pakai tangan? Karena di situlah letak rasa yang sesungguhnya bukan hanya di lidah, tapi juga di budaya.
Berita Terkait
-
Tangis Pecah Saat Penangkapan di Kertapati, Tersangka Pembunuhan Bersimpuh Cuci Kaki Ibu
-
Kenapa Rumah Limas Tak Butuh AC? Ternyata Ini Rahasia yang Bisa Ditiru Rumah Modern
-
Rayakan HUT Sumsel, Tamu Wyndham Opi Palembang Bisa Nikmati Hidangan Gratis Ini
-
Diduga Razia Tanpa Surat Picu Tabrakan 3 Truk di Palembang, Belasan Petugas Dishub Diperiksa
-
Pajak THR Diprotes Buruh, Benarkah Bisa Mengurangi Gaji? Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
Terkini
-
Tangis Pecah Saat Penangkapan di Kertapati, Tersangka Pembunuhan Bersimpuh Cuci Kaki Ibu
-
Di Balik Musda Demokrat, Pujian Herman Deru Perkuat Posisi Politik Cik Ujang Jelang Pilgub 2030?
-
Bank Sumsel Babel Permudah Kredit untuk Guru Bersertifikasi, Ini Keuntungannya
-
Tabrakan Maut di Tol Palindra, 3 Orang Tewas, Sopir Truk Kabur Tinggalkan Korban
-
Terungkap Cara Bandar Kelola Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Warga Ikut Terlibat