- DPD ASETI Sumatera Selatan melakukan audiensi dengan Ketua TP PKK Sumsel pada 15 April 2026 mengenai penguatan standar profesi.
- ASETI fokus memberikan edukasi mengenai etika, pelestarian pakem tari, serta penggunaan atribut sakral guna menjaga nilai budaya daerah.
- Organisasi ini mendorong pengakuan formal profesi penari dan menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah untuk membina komunitas tari lokal.
SuaraSumsel.id - Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI) Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat standar etika dan profesionalisme seni tari melalui audiensi bersama Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, Rabu (15/04/2026).
Pertemuan yang berlangsung di kantor TP PKK tersebut menjadi ruang dialog strategis antara pelaku seni dan pemangku kepentingan daerah dalam merespons dinamika perkembangan dunia tari di Sumatera Selatan.
Ketua DPD ASETI Sumsel, Nina Marliana, menyampaikan bahwa ASETI merupakan organisasi profesi mandiri diakui secara Nasional yang berfokus pada penataan ekosistem tari secara menyeluruh. Organisasi ini hadir merangkul seluruh komunitas tari lintas genre—mulai dari tradisional hingga modern—dengan tetap menjunjung tinggi nilai, etika, dan pakem.
“Pengembangan tetap terbuka, namun keaslian harus dijaga. Standarisasi menjadi penting agar arah perkembangan tari tetap terukur dan tidak kehilangan identitas,” ujarnya.
Menjaga Pakem dan Nilai Sakral
Dalam audiensi tersebut, isu pelestarian pakem dan pemahaman etika menjadi perhatian utama. ASETI menilai, perkembangan seni tari yang pesat perlu diimbangi dengan edukasi yang memadai agar tidak terjadi penyimpangan dalam praktik.
Salah satu sorotan adalah penggunaan atribut tari yang memiliki nilai sakral. Tanpa pemahaman yang tepat, penggunaan atribut tersebut berpotensi menimbulkan kekeliruan yang dapat mereduksi makna budaya.
Menanggapi hal tersebut, Feby Herman Deru menyampaikan dukungannya terhadap upaya standarisasi yang diusung ASETI. Ia menilai edukasi menjadi kunci dalam membangun kesadaran para penari, baik dalam hal etika, peran, maupun penggunaan busana.
“Hal-hal mendasar seperti etika dan pemahaman atribut harus diperkuat agar tidak terjadi kekeliruan dalam praktik di lapangan,” katanya.
Baca Juga: Lakuer Palembang: Kerajinan Kayu Berlapis Emas yang Dulu dari Istana, Kini Diburu Kolektor Dunia
Fokus Edukasi dan Penguatan Ekosistem
ASETI juga menegaskan bahwa perannya bukan sebagai penyelenggara kegiatan komersial. Organisasi ini tidak akan mengambil porsi sanggar dalam penyelenggaraan lomba atau kegiatan pertunjukan, melainkan berfokus pada edukasi melalui workshop, sosialisasi, dan pembinaan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem seni tari yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi sanggar sebagai pelaku utama.
Selain itu, ASETI menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pendataan dan pembinaan komunitas tari melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, dan Dinas Pariwisata.
Dorong Pengakuan Profesi Penari
Dalam pemaparannya, ASETI turut mendorong pengakuan profesi penari secara formal. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan martabat sekaligus memberikan legitimasi yang lebih kuat bagi pelaku seni tari.
Tag
Berita Terkait
-
Lakuer Palembang: Kerajinan Kayu Berlapis Emas yang Dulu dari Istana, Kini Diburu Kolektor Dunia
-
Rahasia Suara Gitar Batanghari Sembilan yang Bikin Merinding, Ternyata Ada di Jenis Kayunya
-
Rumah Sri Ksetra Raih Anugerah Kebudayaan, Simbol Kekayaan Budaya Sumatera Selatan
-
Mengenal ASETI Sebagai Rumah Penari Sumsel yang Meneguhkan Kembali Peran Penjaga Tradisi
-
Dusun Janda Kaya di Pagaralam: Mitos atau Fakta? Ini Lokasi yang Bikin Banyak Orang Penasaran
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Konflik Agraria Muba Memanas, 3 Petani Jadi Tersangka Usai Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
BRI Nilai Saham BBRI Masih Undervalued, Buyback Rp500 Miliar Diluncurkan
-
Sawit dan Karet Kuasai 2,8 Juta Hektare, Mengapa PAD Sumsel Belum Maksimal?
-
BPK Sumsel Terseret Kasus Suap, Ini Temuan Audit Muara Enim yang Jadi Sorotan KPK