- Pengrajin di Sumatera Selatan menggunakan kayu tembesu dan meranti berkualitas untuk menciptakan karakteristik suara gitar Batanghari Sembilan.
- Struktur kayu yang padat dan matang secara alami menghasilkan resonansi mendalam serta gema panjang yang autentik.
- Kualitas pemilihan bahan kayu yang selektif menjadikan setiap instrumen memiliki identitas suara unik dan bernilai tradisional.
SuaraSumsel.id - Di tengah dominasi musik digital yang serba instan, ada satu bunyi yang tetap terasa “hidup” dan menyentuh: petikan gitar dalam Batanghari Sembilan. Suaranya tidak hanya terdengar, tapi seperti punya “jiwa”—dalam, hangat, dan seolah bercerita.
Banyak orang mengira keindahan itu lahir dari teknik pemainnya. Memang benar, permainan punya peran penting. Namun, para pengrajin dan musisi tradisional sepakat pada satu hal: rahasia utama justru tersembunyi pada kayu yang digunakan.
Di Sumatera Selatan, pemilihan kayu untuk gitar Batanghari Sembilan bukan perkara asal jadi. Kayu seperti tembesu atau meranti kerap dipilih bukan karena mudah didapat, melainkan karena sudah terbukti mamp “menghidupkan” suara.
Seratnya yang padat membuat getaran senar tidak cepat hilang. Hasilnya, suara yang keluar terasa lebih dalam, dengan gema yang panjang dan lembut di telinga.
Ada filosofi yang dipercaya para pengrajin: kayu yang baik adalah kayu yang “matang”. Artinya, bukan sekadar tua, tetapi sudah melalui proses alami yang membuatnya stabil, tidak mudah melengkung, tidak menyimpan kadar air berlebih, dan mampu menghantarkan resonansi secara maksimal. Dari sinilah karakter suara khas itu terbentuk, sesuatu yang sulit ditiru oleh gitar pabrikan modern.
Menariknya, setiap potongan kayu bisa menghasilkan karakter suara yang berbeda. Ada yang lebih “basah” dan berat di nada rendah, ada juga yang lebih terang dan ringan. Inilah yang membuat setiap gitar Batanghari Sembilan terasa unik, seolah punya identitasnya sendiri.
Di tangan musisi, gitar ini bukan sekadar alat musik. Ia menjadi medium untuk menyampaikan cerita: tentang kehidupan, cinta, hingga kritik sosial yang dibalut dalam lirik sederhana namun menyentuh. Dan semua itu dimulai dari satu hal paling mendasar—kayu yang dipilih dengan penuh pertimbangan.
Belakangan, suara gitar Batanghari Sembilan kembali ramai dibicarakan, terutama di media sosial. Banyak anak muda mulai tertarik, bukan hanya karena nuansa tradisionalnya, tetapi karena karakter suaranya yang berbeda dari musik modern yang serba digital. Ada rasa “asli” yang sulit dijelaskan, tapi mudah dirasakan.
Pada akhirnya, rahasia keindahan itu bukanlah sesuatu yang rumit. Ia justru lahir dari kesabaran, dalam memilih bahan, dalam mengolah kayu, dan dalam menjaga tradisi. Karena bagi para pengrajin, gitar yang baik bukan hanya yang enak didengar, tapi yang mampu menyampaikan rasa.
Baca Juga: Rumah Sri Ksetra Raih Anugerah Kebudayaan, Simbol Kekayaan Budaya Sumatera Selatan
Dan di situlah letak keistimewaannya: suara merdu itu bukan kebetulan, melainkan hasil dari kayu yang dipilih dengan hati.
Tag
Berita Terkait
-
Cari Tempat WFH Tenang di Palembang? Cafe Danau Jakabaring Ini Sepi, WiFi Kencang
-
CFD Palembang Hari Pertama Diserbu Warga, Jalanan Malah Lumpuh dan Tuai Protes
-
CFN Sukses Besar, CFD Palembang Malah Picu Macet Parah di Hari Pertama
-
Wajah Baru Pedestrian Atmo Diserbu Warga, CFN Palembang Jadi Magnet Baru Kota Palembang
-
Hidupkan Car Free Night Palembang, Bank Sumsel Babel Percantik Pedestrian Atmo Lewat CSR
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar
-
Ngaku Pegawai Kemenkumham, Pria di Palembang Tipu Korban Rp250 Juta demi Lulus CPNS