- Kejari Palembang menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen berinisial AK sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi pembangunan Guest House UIN Palembang.
- Tersangka AK diduga lalai dan melakukan penyimpangan dalam pengendalian personel proyek pembangunan fisik serta pengadaan konsultan manajemen konstruksi tersebut.
- Audit BPKP mencatat kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar, sehingga tersangka kini ditahan selama 20 hari di Rutan Pakjo Palembang.
SuaraSumsel.id - Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Guest House Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali berkembang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang menetapkan satu tersangka baru berinisial AK, yang diketahui menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek tersebut.
Penetapan ini sekaligus menjawab spekulasi publik terkait pihak lain yang diduga terlibat dalam proyek bermasalah tersebut.
Kasi Intelijen Kejari Palembang, Mochamad Ali Rizza, menyebut bahwa peran tersangka AK dinilai cukup krusial dalam jalannya proyek.
"Tersangka AK diduga lalai dan melakukan penyimpangan dalam kendali personel, baik pada pembangunan fisik maupun pengadaan konsultan Manajemen Konstruksi (MK)," ungkap Ali Rizza, Selasa (21/4/2026).
Ia diduga melakukan penyimpangan dalam pengendalian personel inti yang tercantum dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK), baik pada pekerjaan fisik maupun pengadaan konsultan manajemen konstruksi. Dugaan kelalaian dan penyimpangan tersebut menjadi salah satu faktor yang menyeret proyek ini ke dalam pusaran kasus hukum.
Berdasarkan hasil audit dari BPKP Perwakilan Sumatera Selatan, kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp2.123.788.215,08. Angka tersebut muncul setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap puluhan pihak yang terlibat.
"Tersangka kini resmi ditahan di Rutan Klas IA Pakjo Palembang untuk 20 hari ke depan," tegas Ali Rizza.
Hingga saat ini, total 47 saksi telah dimintai keterangan, termasuk dari unsur kelompok kerja Kementerian Agama dan pihak kampus, serta empat orang saksi ahli dari bidang konstruksi dan keuangan negara.
Dengan penetapan AK, jumlah tersangka dalam kasus ini bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, penyidik telah lebih dulu menetapkan DP sebagai pihak penyedia dan SC sebagai konsultan manajemen konstruksi. Ketiganya diduga memiliki peran masing-masing dalam proyek pembangunan guest house yang kini menjadi sorotan tersebut.
Baca Juga: Dekan FH Unsri & Dosen Polsri Dipanggil KPK, Kasus Korupsi Jalan di Muba Kian Panas
Untuk kepentingan penyidikan, tersangka AK langsung ditahan di Rutan Klas IA Pakjo selama 20 hari ke depan. Penahanan dilakukan guna mempermudah proses pemeriksaan lanjutan sekaligus mengantisipasi kemungkinan tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.
Dalam perkara ini, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 serta Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman yang dikenakan mencerminkan keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus tersebut.
Kejari Palembang menegaskan bahwa penyidikan masih terus berjalan. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain yang menyusul, seiring pendalaman lebih lanjut terhadap alur proyek dan pihak-pihak yang terlibat. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pembangunan fasilitas kampus yang seharusnya digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan.
Kontributor: Yoga
Berita Terkait
-
Dekan FH Unsri & Dosen Polsri Dipanggil KPK, Kasus Korupsi Jalan di Muba Kian Panas
-
Dugaan Proyek Fiktif Rp2,56 Miliar di Palembang, 11 Ketua RT hingga PHL Diperiksa Kejari
-
Melindungi, Mengembangkan dan Memanfaatkan Warisan Budaya
-
Mahasiswi UIN Raden Fatah Ditemukan Tewas di Indekos, Diduga Ada Kekerasan
-
Kasubag BAAK UIN Raden Fatah Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Berulang
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Aset Lewat Kerja Sama dengan Kejari PALI
-
Usai Terima SK Plt Pasca Edison Jadi Tersangka, Bisakah Sumarni Jadi Bupati Muara Enim?
-
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Ini Dampaknya bagi Kelas Menengah dan UMKM di Sumsel
-
Apa Itu Jongot? Cara Orang Musi Menjaga Pangan, Air, dan Ingatan Leluhur di Sumsel
-
Program MBG Bermasalah? Sejumlah Dapur di Sumsel Ternyata Berhenti Sementara