- Gereja Maranatha di Jalan Veteran mengalami kebakaran saat ibadah berlangsung pada Minggu pagi, 19 April 2026.
- Sebanyak 130 jemaat berhasil dievakuasi dengan selamat, meski beberapa orang mengalami sesak napas akibat kepulan asap tebal.
- Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik di lantai dasar dan sedang dalam penyelidikan lebih lanjut kepolisian.
SuaraSumsel.id - Peristiwa kebakaran yang melanda Gereja Maranatha Palembang di Jalan Veteran masih menyisakan cerita mencekam, terutama bagi ratusan jemaat yang saat itu tengah menjalankan ibadah.
Insiden yang terjadi pada Minggu pagi (19/4/2026) tersebut bukan hanya soal bangunan yang terbakar, tetapi juga tentang kepanikan yang sempat terjadi di dalam gedung tiga lantai tersebut.
Saat ibadah berlangsung, kepulan asap tiba-tiba muncul dari lantai dasar gedung. Dalam hitungan menit, suasana berubah drastis.
Sekitar 130 jemaat yang berada di dalam gereja langsung panik dan berhamburan menyelamatkan diri melalui tangga darurat. Bahkan, anak-anak yang sedang mengikuti sekolah minggu ikut dievakuasi.
Seorang saksi menyebut, teriakan “api” terdengar dari dalam gedung sebelum seluruh jemaat berlarian keluar untuk menyelamatkan diri.
Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Sekitar 10 unit mobil damkar turun tangan hingga api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih satu jam.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, beberapa jemaat dilaporkan mengalami sesak napas akibat asap tebal dan harus mendapatkan penanganan medis.
Namun, kerusakan bangunan cukup signifikan, terutama pada bagian lantai 3 dalam gedung.
Dari hasil sementara, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di ruang tata usaha (TU) yang berada di lantai dasar. Api yang awalnya kecil kemudian membesar dengan cepat, sehingga sulit dikendalikan oleh upaya pemadaman awal menggunakan alat seadanya.
Baca Juga: Energi Bersih Sumsel Bertambah, Panas Bumi Muara Enim Dikembangkan hingga 55 MW
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi saat ibadah berlangsung, ketika banyak orang berada di dalam gedung.
Selain itu, bangunan tersebut tidak hanya difungsikan sebagai gereja, tetapi juga sebagai fasilitas pendidikan seperti playgroup dan sekolah minggu, yang membuat proses evakuasi menjadi lebih krusial
Tag
Berita Terkait
-
Promo Kacau di Matahari IP Palembang, Karyawan Curhat: Gaji Terakhir untuk Ganti Barang
-
Harga Emas Hari Ini di Palembang Rp15 Juta per Suku, Warga Mulai Beli Saat Stabil
-
7 Perumahan di Palembang 2026 dengan Promo DP 0 Persen, Kesempatan Punya Rumah Tanpa Uang Muka
-
Forum Sawit Besar Digelar di Palembang, Benarkah Bisa Selamatkan Industri Sumsel?
-
Yuk Gunakan QRIS Bank Sumsel Babel di Car Free Night Palembang, Transaksi Lebih Hemat
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?