Tasmalinda
Kamis, 04 Juni 2026 | 19:21 WIB
Pt Bukit Asam mendampingi petahi kopi di Sawahlunto, Sumatera Barat
Baca 10 detik
  • PTBA dan Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar panen kopi bersama Kelompok Tani Harapan Baru di Sawahlunto, Kamis (4/6/2026).
  • Program ini menyediakan bantuan bibit unggul serta peralatan pengolahan pascapanen untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi.
  • Kolaborasi tersebut berhasil memberdayakan ekonomi lokal dan meningkatkan kemandirian petani melalui pengembangan potensi lahan di Balai Batu.

SuaraSumsel.id - Di lereng perbukitan Desa Balai Batu Sandaran, Kota Sawahlunto, aroma kopi yang baru dipanen menjadi penanda tumbuhnya harapan baru bagi para petani setempat. Di balik panen yang berlangsung tahun ini, terdapat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang berupaya mengubah potensi lokal menjadi sumber penghidupan berkelanjutan.

Melalui Ombilin Mining Site, PTBA bersama Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar panen kopi bersama Kelompok Tani Harapan Baru, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi simbol keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang selama beberapa tahun terakhir dikembangkan di kawasan tersebut.

Saat ini Kelompok Tani Harapan Baru mengelola sekitar 18 hektare lahan perkebunan kopi. Untuk mendukung pengembangannya, PTBA memberikan bantuan bibit kopi unggul serta berbagai peralatan pengolahan pascapanen yang bertujuan meningkatkan kualitas dan nilai jual produk kopi yang dihasilkan petani.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Perseroan meyakini bahwa keberhasilan suatu program pemberdayaan tidak hanya diukur dari hasil yang dicapai saat ini, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang dan mandiri di masa depan. Melalui pengembangan kopi, kami ingin mendorong terciptanya sumber penghidupan yang berkelanjutan, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah," ujarnya.

Senada dengan itu, Pjs General Manager PTBA Ombilin Mining Site, Alman Syarif, menilai potensi kopi di Balai Batu Sandaran sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan. Menurutnya, PTBA ingin hadir tidak hanya sebagai perusahaan pertambangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang tumbuh bersama masyarakat.

"Dukungan bibit dan peralatan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi kopi sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," kata Alman.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra turut mengapresiasi langkah PTBA dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di daerahnya. Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal.

"Kami mengapresiasi PTBA yang terus aktif mendampingi masyarakat melalui program-program nyata seperti pengembangan kopi ini. Komoditas kopi memiliki prospek yang sangat baik untuk terus dikembangkan dan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: PTBA Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 300 Hewan Kurban Disalurkan ke Berbagai Wilayah Operasional

Bagi para petani, dampak program ini mulai dirasakan secara nyata. Ketua Kelompok Tani Harapan Baru, Beby Candra, mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan pendampingan, petani hanya berfokus pada budidaya. Kini mereka mulai memahami pentingnya pengolahan pascapanen untuk meningkatkan mutu dan harga jual kopi.

"Dengan adanya bantuan bibit, peralatan, dan pendampingan dari PTBA, kami mulai memahami pentingnya pengolahan pascapanen untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual kopi. Program ini tidak hanya membantu meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa kopi Balai Batu Sandaran dapat menjadi produk unggulan daerah," tuturnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke rumah pembibitan kopi milik kelompok tani, dilanjutkan panen bersama di area perkebunan, hingga peninjauan proses pengupasan dan pengolahan biji kopi menggunakan peralatan yang telah diberikan perusahaan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan menikmati kopi hasil kebun yang telah diolah oleh para petani. Secangkir kopi yang tersaji sore itu bukan sekadar hasil panen, tetapi juga gambaran bagaimana sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi Sawahlunto.

Load More