Tasmalinda
Minggu, 12 April 2026 | 15:02 WIB
kemacetan di jalan penghubung Jembatan Musi IV [foto: Sumselupdate.com]
Baca 10 detik
  • Pelaksanaan perdana Car Free Day di Palembang pada 12 April 2026 menyebabkan kemacetan parah di berbagai ruas jalan utama.
  • Rekayasa lalu lintas yang belum optimal serta tingginya volume kendaraan menjadi pemicu utama penumpukan beban jalan tersebut.
  • Pemerintah Kota Palembang akan mengevaluasi pelaksanaan uji coba kegiatan ini agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di masa mendatang.

SuaraSumsel.id - Euforia Car Free Night (CFN) yang sukses besar belum sempat reda, tapi kejutan justru muncul keesokan harinya.
Car Free Day (CFD) perdana di Palembang malah berujung kacau, sejumlah ruas jalan lumpuh total, termasuk jalur vital penghubung Jembatan Musi IV dan Musi VI.

Sejak pagi, arus kendaraan di kawasan tersebut tersendat bahkan nyaris tidak bergerak. Antrean panjang terlihat mengular, membuat banyak pengendara terjebak hingga puluhan menit.

Kemacetan ini diduga dipicu oleh rekayasa lalu lintas selama CFD yang belum optimal, ditambah tingginya volume kendaraan di akhir pekan.

Sejumlah jalur alternatif yang disiapkan belum mampu mengurai kepadatan, sehingga beban kendaraan menumpuk di titik-titik tertentu.

Situasi tersebut langsung memicu keluhan dari warga. Banyak yang merasa aktivitas mereka terganggu, terutama karena akses keluar masuk kawasan menjadi terbatas.

“Kalau seperti ini terus, malah menyulitkan warga,” ujar Diaz, salah satu pengendara yang terjebak macet di Musi IV.

Sebagian warga bahkan berharap pemerintah melakukan evaluasi serius agar kejadian serupa tidak terulang di pekan berikutnya.

Meski menuai kritik, Pemerintah Kota Palembang tetap menilai pelaksanaan CFD dan CFN sebagai langkah awal yang positif.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan bahwa secara umum uji coba kedua program tersebut berjalan aman dan lancar.

Baca Juga: Wajah Baru Pedestrian Atmo Diserbu Warga, CFN Palembang Jadi Magnet Baru Kota Palembang

“Uji coba CFD dan CFN yang digelar berlangsung aman, lancar, dan warga terlihat sangat antusias,” ujarnya, Minggu (12/4/2026).

Pernyataan ini menjadi penegas bahwa pemerintah melihat antusiasme masyarakat sebagai modal penting untuk pengembangan ke depan.

Menariknya, kondisi CFD ini sangat kontras dengan CFN yang digelar malam sebelumnya.

CFN justru dipenuhi antusiasme warga dan menghadirkan suasana kota yang lebih hidup. Kawasan Pedestrian Atmo dipadati masyarakat yang menikmati hiburan, kuliner, hingga pertunjukan komunitas.

Perbedaan ini menjadi sorotan sekaligus bahan evaluasi penting bagi pemerintah kota.

Pemerintah menegaskan bahwa CFD masih dalam tahap uji coba. Berbagai kekurangan, terutama dalam pengaturan lalu lintas, akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya.

Load More