- Masyarakat Palembang di masa lalu menggunakan ikan belido dari Sungai Musi sebagai bahan utama pembuatan pempek yang autentik.
- Kelangkaan ikan belido saat ini memaksa masyarakat beralih ke jenis ikan lain demi menjaga keberlangsungan tradisi kuliner pempek.
- Ikan belido kini menjadi simbol identitas, kebanggaan, dan warisan budaya yang memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Kota Palembang.
SuaraSumsel.id - Tak banyak yang benar-benar memahami bahwa di balik sepiring pempek yang kita nikmati hari ini, tersimpan jejak sejarah dan filosofi yang dalam. Jauh sebelum ikan tenggiri menjadi bahan utama, masyarakat Palembang mengenal ikan belido sebagai “jiwa” dari cita rasa pempek yang sesungguhnya.
Ikan ini bukan sekadar bahan makanan. Ia lahir dan tumbuh di Sungai Musi, ruang hidup yang sejak lama menjadi pusat peradaban wong kito. Dari sungai inilah masyarakat belajar tentang keseimbangan, tentang bagaimana alam memberi dan manusia menjaga.
Keberadaan ikan belido pada masa lalu menjadi simbol kelimpahan. Saat tangkapan melimpah, kehidupan terasa cukup, dapur tetap mengepul, dan tradisi terus berjalan. Dalam konteks itu, ikan belido bukan hanya dikonsumsi, tetapi juga dihormati sebagai bagian dari siklus hidup yang harus dijaga.
Pempek berbahan belido pun bukan makanan biasa. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang khas menjadikannya sajian istimewa, sering hadir dalam momen penting dan jamuan kehormatan. Di titik inilah, ikan belido mulai menempati posisi lebih tinggi bukan hanya sebagai bahan kuliner, tetapi sebagai simbol kualitas, keaslian, dan kebanggaan.
Namun waktu mengubah segalanya. Kini, ikan belido semakin sulit ditemukan. Kelangkaan membuat masyarakat beradaptasi, beralih ke jenis ikan lain agar tradisi kuliner tetap hidup. Meski begitu, nama “belido” tak pernah benar-benar hilang. Ia tetap disebut, tetap dikenang, dan tetap menjadi standar rasa yang ideal dalam ingatan kolektif masyarakat Palembang.
Di balik itu semua, tersimpan filosofi yang sederhana namun kuat. Ikan belido mengajarkan bahwa sesuatu yang tampak biasa bisa memiliki nilai yang luar biasa. Ia menjadi pengingat bahwa kekayaan sejati tidak selalu terlihat dari bentuk luar, melainkan dari manfaat dan makna yang ditinggalkannya.
Hari ini, ketika ikan belido semakin langka, maknanya justru terasa semakin besar. Ia bukan lagi sekadar bagian dari masa lalu, melainkan simbol yang menghubungkan generasi—tentang rasa, tentang budaya, dan tentang tanggung jawab untuk menjaga warisan.
Karena pada akhirnya, pempek bukan hanya soal rasa gurih dan kuah cuko yang menggoda. Di dalamnya, tersimpan cerita panjang tentang ikan belido, tentang identitas, kebanggaan, dan filosofi hidup masyarakat Palembang yang tak lekang oleh waktu.
Baca Juga: CFD Palembang Diprotes Warga, Jalur Terlalu Panjang Bikin Aktivitas Terganggu
Tag
Berita Terkait
-
5 Cara Bisnis Jastip Pempek untuk Pemula, Modal Kecil tapi Cuan Stabil untuk Anak Muda
-
Pelabuhan Tanjung Carat Ditarget 2028, Biaya Logistik Sumsel Berpotensi Turun Drastis
-
Uang Kapal di Sungai Musi Mengalir ke Mana? Dugaan Korupsi Ratusan Miliar Mulai Diusut
-
5 Fakta Speedboat Haras Grup Tenggelam di Sungai Musi Banyuasin, 1 Penumpang Tewas
-
BI Susur Sungai Musi Bawa Rp5,3 Miliar, Warga Sumsel Pesisir Bisa Tukar Uang Baru Lebaran
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional