- Kementerian Kesehatan menetapkan status KLB campak di Kota Palembang, Prabumulih, Banyuasin, dan Muratara, Sumatera Selatan sejak awal tahun 2026.
- Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, tercatat 1.243 kasus suspek dengan 184 orang terkonfirmasi positif mengidap penyakit menular campak.
- Dinas Kesehatan menginstruksikan percepatan imunisasi rutin dan massal untuk memutus rantai penularan serta menutup celah cakupan imunisasi anak.
SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan kini sedang berada dalam radar kewaspadaan tinggi. Kementerian Kesehatan resmi menetapkan empat wilayah di provinsi ini dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Penyakit yang sangat menular ini kembali menunjukkan taringnya, menuntut aksi nyata dari pemerintah maupun masyarakat sebelum penyebaran kian tak terkendali.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, empat daerah yang kini menyandang status "Sinyal Merah" tersebut adalah Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa penetapan status ini didasarkan pada lonjakan temuan kasus yang signifikan sejak awal tahun 2026.
Dari empat daerah tersebut, Palembang dan Prabumulih menjadi perhatian khusus karena status KLB didukung oleh konfirmasi laboratorium yang valid.
Di jantung provinsi, Kota Palembang mencatatkan angka yang cukup mengejutkan. Sebanyak 578 kasus suspek dengan 90 di antaranya terkonfirmasi positif.
Badai kasus ini mencapai puncaknya pada Januari dan Februari, meski pada bulan Maret tidak ditemukan kasus positif tambahan di tengah 196 suspek yang diperiksa. Sementara itu, Kota Prabumulih membuntuti dengan 76 kasus suspek dan 16 kasus positif.
"Pada Januari terdapat 33 suspek dengan 16 positif, sedangkan Maret mencatat 17 suspek tanpa kasus positif. Meski melandai, status waspada tetap diberlakukan," jelas Ira di Palembang, Senin (6/4/2026).
Secara keseluruhan, sepanjang kuartal pertama tahun 2026, Sumatera Selatan telah mencatat total 1.243 kasus suspek dengan 184 orang dinyatakan positif campak.
Baca Juga: Rp850 Juta Dihapus, Anggaran Rumah Dinas DPRD Sumsel Rp8,6 Miliar Masih Dipertanyakan
Grafik menunjukkan tren penurunan yang menarik. Januari menjadi bulan terberat dengan 151 kasus positif, diikuti Februari dengan 33 kasus, dan Maret yang bersih dari kasus positif meskipun ratusan orang masih berstatus suspek. Namun, nihilnya kasus positif di bulan Maret bukan berarti perang telah usai.
"Tren ini menunjukkan perlunya kewaspadaan serta upaya pencegahan yang lebih intensif guna menekan penyebaran campak di Sumsel," tegas Ira.
Pihak Diskes menekankan bahwa satu-satunya cara untuk memutus rantai penularan adalah dengan memperkuat cakupan imunisasi. Status KLB ini menjadi pengingat bahwa ada "lubang" dalam cakupan imunisasi rutin yang harus segera ditutup.
Langkah darurat yang disiapkan meliputi pelaksanaan imunisasi massal di daerah terdampak KLB serta percepatan imunisasi rutin bagi anak-anak di daerah lainnya. Dukungan penuh dari pemerintah daerah diinstruksikan untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan.
"Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata. Jalan keluarnya adalah penguatan imunisasi rutin dan imunisasi kejar," pungkas Ira. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Rp850 Juta Dihapus, Anggaran Rumah Dinas DPRD Sumsel Rp8,6 Miliar Masih Dipertanyakan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Detik-detik Ayah Amankan Pria Misterius yang Incar Anaknya di Depan Sekolah
-
Wastra Sumsel Naik Kelas, Bank Sumsel Babel Kucurkan KUR Rp8,45 Triliun untuk UMKM
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?