- Bank Sumsel Babel berpartisipasi dalam Rakon PKK dan Rakerda Dekranasda Sumatera Selatan pada 1–2 April 2026 di Palembang.
- Lembaga ini berkomitmen memajukan sektor wastra dan ekonomi kreatif lokal melalui sinergi strategis antara pemerintah dan pelaku usaha.
- Bank Sumsel Babel menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp8,45 triliun kepada 147.309 debitur untuk memperkuat daya saing UMKM daerah.
SuaraSumsel.id - Di tengah geliat ekonomi kreatif yang terus tumbuh, Bank Sumsel Babel mengambil peran penting dalam mendorong produk lokal Sumatera Selatan agar tak sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
Komitmen itu ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Konsultasi (Rakon) PKK dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Sumatera Selatan 2026 yang digelar pada 1–2 April 2026 di Palembang.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di baliknya, ada upaya besar membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, terutama sektor wastra yang menjadi identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi daerah.
PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Marzuki, menegaskan bahwa wastra Sumatera Selatan memiliki nilai strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Menurutnya, kain tradisional bukan hanya simbol budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik.
“Wastra Sumatera Selatan memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar. Bank Sumsel Babel mendukung upaya pelestarian dan pengembangannya sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pengembangan wastra tidak hanya berbicara soal pelestarian, tetapi juga transformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Dalam ekosistem ekonomi kreatif, pelaku UMKM tidak bisa bergerak sendiri. Dukungan pemerintah, akses pembiayaan dari perbankan, hingga perluasan pasar menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan.
Marzuki menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor perbankan menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi UMKM dan industri kreatif,” katanya.
Ia berharap, keterlibatan berbagai pihak dalam forum seperti ini mampu meningkatkan apresiasi terhadap produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
KUR Rp8,45 Triliun, Bukti Nyata Dukungan ke UMKM
Komitmen Bank Sumsel Babel tidak berhenti pada dukungan simbolik. Secara konkret, bank daerah ini terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga saat ini, total KUR yang telah disalurkan mencapai Rp8,45 triliun kepada 147.309 debitur di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
Angka ini menunjukkan bahwa sektor UMKM bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.
Berita Terkait
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Awal Bulan, Momentum Tepat Upgrade Lemari dengan Promo Spesial Bank Sumsel Babel
-
Kejutan Undian Pesirah Bank Sumsel Babel, Nasabah Muara Rupit Sukses Boyong Toyota Rush
-
Bank Sumsel Babel Percepat Akses Pembiayaan Lewat Kolaborasi Rp300 Miliar dengan SMF
-
Cerita di Balik Kiriman Uang Lebaran, Saat Bank Sumsel Babel Jaga Semua Tetap Tepat Waktu
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
42 Amplop Muncul Saat Pencairan Dana BOS di Lubuk Linggau, 3 Pegawai Dibebastugaskan
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?