- Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menargetkan seluruh wilayah kota mendapatkan akses air bersih seratus persen pada tahun 2027 mendatang.
- Pelantikan direksi baru Perumda Tirta Musi dilakukan untuk mengatasi masalah distribusi air bersih yang belum menjangkau tiga belas persen wilayah.
- Kota Palembang menghadapi tantangan ganda berupa banjir saat hujan deras serta krisis akses air bersih akibat sistem pengelolaan belum terintegrasi.
SuaraSumsel.id - Palembang seperti hidup dalam dua wajah yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, setiap hujan turun deras, air datang begitu cepat hingga melumpuhkan jalan-jalan utama. Genangan muncul hanya dalam hitungan menit, kendaraan mogok, dan aktivitas warga tersendat.
Namun di sisi lain, tidak semua warga bisa menikmati air bersih dengan mudah.
Ironi ini kembali mengemuka di tengah pelantikan jajaran direksi baru Perumda Tirta Musi oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Momentum ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan titik penting untuk menjawab persoalan mendasar kota: pengelolaan air.
Ratu Dewa secara tegas menyoroti sektor air bersih sebagai prioritas utama. Ia mengungkapkan bahwa hingga kini masih ada sekitar 13 persen wilayah Palembang yang belum terlayani air bersih.
“Target kita jelas, pada 2027 seluruh wilayah Kota Palembang harus sudah teraliri air bersih 100 persen. Tidak boleh ada lagi kawasan yang kesulitan akses air bersih,” ujarnya kepada awak media.
Pernyataan ini sekaligus menjadi harapan, namun juga memunculkan pertanyaan besar: apakah target tersebut realistis di tengah masalah lama yang belum terselesaikan?
Air Berlimpah, Tapi Tak Pernah Jadi Jawaban
Fenomena banjir cepat di Palembang sebenarnya menunjukkan satu hal: kota ini tidak kekurangan air.
Setiap hujan deras, air hadir dalam jumlah besar. Tapi alih-alih menjadi sumber kehidupan, air justru berubah menjadi masalah. Ia menggenang di jalan, masuk ke permukiman, lalu hilang tanpa pernah benar-benar dimanfaatkan.
Baca Juga: Baru 30 Menit Hujan, Palembang Langsung Tenggelam: Kenapa Banjir Tak Pernah Selesai?
Tidak ada sistem yang mampu menangkap dan mengelola air hujan tersebut menjadi cadangan air bersih. Akibatnya, dua masalah berjalan bersamaan—banjir saat hujan, dan keterbatasan air bersih di waktu lain.
Selama ini, persoalan air di Palembang seolah berjalan di tempat. Drainase yang belum optimal membuat air sulit mengalir, sementara perkembangan kota yang pesat mengurangi daya serap tanah.
Di sisi lain, jaringan distribusi air bersih belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah. Masih ada kawasan yang belum tersambung pipa, atau mengalami distribusi yang tidak stabil.
Palembang membutuhkan sistem pengelolaan air yang terintegrasi, dari hulu hingga hilir. Tanpa itu, banjir dan krisis air bersih akan terus terjadi secara bersamaan.
Kota ini sedang menghadapi ujian besar, yakni apakah mampu mengelola air sebagai sumber kehidupan, bukan sekadar masalah musiman.
Jika sistem tidak dibenahi secara menyeluruh, maka pola lama akan terus berulang. Hujan sebentar, banjir datang. Kemarau tiba, air bersih kembali jadi persoalan.
Tag
Berita Terkait
-
Baru 30 Menit Hujan, Palembang Langsung Tenggelam: Kenapa Banjir Tak Pernah Selesai?
-
Digeruduk Korban, Oknum Guru di Palembang Akhirnya Menyerah: Modus Tukar Uang THR Rugikan Miliaran
-
Setelah Ditunda Mendadak, Ini Jadwal Baru CFN Palembang dan Perubahan di Kawasan Atmo
-
Tragedi di Jalan Kapten A Rivai: Kisah Pilu Driver Ojol Palembang Tewas Tertimpa Pohon Tumbang
-
Tiba-Tiba Ditunda! Car Free Night Palembang Batal, Jembatan Ampera Tak Ditutup
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Terkini
-
Polisi Kantongi 4 Nama Pemilik Sumur Minyak Ilegal di Hindoli, Cukupkah Ungkap Kasus Besar Ini?
-
Wastra Sumsel Naik Kelas, Bank Sumsel Babel Kucurkan KUR Rp8,45 Triliun untuk UMKM
-
Palembang Kebanjiran Tiap Hujan, Tapi Air Bersih Belum Merata: Ada yang Salah dengan Kota Ini?
-
Holding Ultra Mikro BRI Bantu UMKM Berkembang Berkelanjutan
-
Baru 30 Menit Hujan, Palembang Langsung Tenggelam: Kenapa Banjir Tak Pernah Selesai?