- Pemerintah Kota Palembang menunda uji coba Car Free Night di Jalan Kolonel Atmo demi menghormati rangkaian ibadah Paskah.
- Uji coba dijadwalkan ulang menjadi 11 April 2026, sedangkan peluncuran resmi program akan dilaksanakan pada 18 April 2026 mendatang.
- Program ini bertujuan menciptakan ruang publik malam hari untuk meningkatkan interaksi sosial sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku usaha kecil.
SuaraSumsel.id - Rencana menghadirkan suasana baru di malam hari lewat program Car Free Night (CFN) di Jalan Kolonel Atmo harus sedikit tertunda. Pemerintah Kota Palembang memutuskan menggeser jadwal uji coba kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Kristiani yang tengah menjalankan rangkaian ibadah Paskah.
Keputusan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani. Ia menegaskan bahwa penyesuaian jadwal dilakukan agar pelaksanaan kegiatan tetap selaras dengan situasi sosial dan keagamaan di kota ini.
Semula, uji coba CFN dijadwalkan berlangsung pada awal April, namun kini diundur menjadi 11 April 2026, sementara peluncuran resminya direncanakan pada 18 April 2026.
Penundaan ini bukan tanpa alasan kuat. Lokasi kegiatan yang berada di kawasan strategis dan dekat dengan sejumlah tempat ibadah menjadi pertimbangan utama. Pemerintah ingin memastikan bahwa aktivitas masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ibadah, tetap berlangsung dengan khidmat tanpa gangguan.
Di balik penundaan tersebut, muncul dinamika menarik di tengah masyarakat. Alih-alih menurunkan antusiasme, keputusan ini justru memunculkan rasa penasaran. Banyak warga mulai membicarakan konsep Car Free Night sebagai sesuatu yang baru di Palembang, terutama karena selama ini masyarakat lebih familiar dengan Car Free Day di pagi hari.
Program ini digadang-gadang bukan sekadar penutupan jalan dari kendaraan bermotor, melainkan upaya menciptakan ruang publik baru di malam hari. Jalan Kolonel Atmo dirancang menjadi kawasan yang lebih ramah pejalan kaki, tempat warga bisa menikmati suasana kota tanpa hiruk-pikuk kendaraan, sambil berinteraksi, menikmati kuliner, hingga menyaksikan hiburan.
Bagi pelaku usaha kecil dan menengah, kehadiran Car Free Night juga membawa harapan. Kawasan yang biasanya ramai di siang hari berpotensi hidup kembali pada malam hari, membuka peluang ekonomi baru yang sebelumnya belum tergarap maksimal. Dalam konteks ini, CFN bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga strategi menggerakkan ekonomi lokal.
Menariknya, penundaan ini justru memberi waktu tambahan bagi pemerintah untuk mematangkan konsep acara. Harapannya, saat resmi digelar nanti, Car Free Night tidak hanya menjadi sekadar uji coba, tetapi langsung mampu menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat.
Kini, perhatian publik tertuju pada jadwal baru yang telah ditetapkan. Banyak yang mulai menantikan seperti apa wajah Jalan Kolonel Atmo saat malam tanpa kendaraan benar-benar terwujud. Dengan ekspektasi yang terus meningkat, bukan tidak mungkin Car Free Night akan menjadi salah satu ikon baru kehidupan malam di Palembang.
Baca Juga: Ampera Ditutup 4-5 April, Ini Jalur Alternatif Tercepat yang Bisa Dilalui Warga Palembang
Penundaan ini pada akhirnya bukan sekadar perubahan jadwal. Ia menjadi bagian dari cerita awal sebuah program yang berpotensi besar, sekaligus menguatkan bahwa kota yang hidup bukan hanya soal aktivitasnya, tetapi juga tentang bagaimana ia menghargai setiap momen penting warganya.
Berita Terkait
-
50 Korban Tertipu Guru di Palembang, Rp1,1 Miliar Raib, Modus Tukar Uang Lebaran Terungkap
-
7 Alasan Lapangan Hatta Jadi Spot Olahraga Pagi Favorit di Palembang, Ramai Komunitas Sehat
-
Komitmen Tingkatkan Layanan, Penumpang KAI Divre III Palembang Tumbuh 15 Persen pada Triwulan I 2026
-
Belanja Pegawai Membengkak 40 Persen Imbas PPPK, Pemangkasan TPP ASN Palembang Mulai Dikaji
-
Ampera Ditutup 4-5 April, Ini Jalur Alternatif Tercepat yang Bisa Dilalui Warga Palembang
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?
-
Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Apa Sanksi Berikutnya?
-
18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?