Tasmalinda
Senin, 30 Maret 2026 | 18:10 WIB
evakuasi pendaki di Gunung Dempo [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Empat pendaki dievakuasi pada 28 Maret 2026 di Gunung Dempo akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras dan kabut tebal.
  • Korban evakuasi mengalami cedera seperti patah kaki, keseleo, demam, dan pingsan karena jalur licin dan kondisi fisik menurun.
  • Brigade Dempo mengimbau pendaki wajib registrasi resmi, memastikan perlengkapan, dan menjaga kondisi fisik prima karena cuaca sulit diprediksi.

SuaraSumsel.id - Pendakian di Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, berubah menjadi momen mencekam setelah cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut. Hujan deras yang turun tiba-tiba membuat jalur menjadi licin, disertai kabut tebal yang menutup jarak pandang para pendaki.

Dalam situasi itu, empat pendaki harus dievakuasi setelah mengalami kondisi darurat di jalur pendakian pada 28 Maret 2026. Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa Gunung Dempo bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan medan yang menuntut kesiapan fisik dan mental.

Petugas Brigade Dempo, Dian Saputra, di Pagaralam, Senin, mengatakan imbauan kewaspadaan ini dikeluarkan menyusul insiden evakuasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan saat ini jauh dari kata aman.

“Cuaca di Gunung Dempo saat ini sulit diprediksi. Hujan bisa turun tiba-tiba, membuat jalur menjadi sangat licin dan berbahaya, apalagi dengan medan yang terjal,” ujar Dian.

Ia menambahkan, banyak pendaki yang masih meremehkan faktor persiapan, padahal hal itu sangat menentukan keselamatan selama pendakian.

“Kami meminta para pendaki untuk memastikan perlengkapan mendaki sudah maksimal dan logistik mencukupi. Selain itu, kondisi fisik yang prima sangat mutlak diperlukan mengingat medan jalur pendakian yang cukup berat,” tegasnya.

Berdasarkan data Brigade Dempo, keempat pendaki yang dievakuasi berasal dari daerah yang berbeda dengan kondisi yang memprihatinkan. Wawa (23), pendaki asal Sarolangun, mengalami patah kaki setelah terjatuh di jalur. Sementara itu, Maya Septy Ilmiyanti (23) dan Najwa (19), pendaki asal Palembang, mengalami demam serta keseleo akibat kondisi tubuh yang menurun di tengah cuaca dingin dan jalur licin. Satu pendaki lainnya, Ica asal Bengkulu, ditemukan dalam kondisi pingsan di jalur pendakian.

Para korban ditemukan di beberapa titik berbeda dalam kondisi lemah sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Brigade Dempo, Satgas BPBD, relawan, serta Tagana Pagaralam. Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan karena tim harus menembus jalur licin, medan terjal, dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang.

Meski demikian, seluruh korban berhasil diselamatkan dan mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko pendakian Gunung Dempo, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Baca Juga: Cerita di Balik Kiriman Uang Lebaran, Saat Bank Sumsel Babel Jaga Semua Tetap Tepat Waktu

Dian juga mengingatkan bahwa setiap pendaki wajib melakukan registrasi resmi sebelum memulai perjalanan. Hal ini penting untuk memudahkan pemantauan serta mempercepat proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat.

Hingga saat ini, kondisi cuaca di kawasan Gunung Dempo masih belum stabil. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga para pendaki diminta untuk lebih waspada dan tidak memaksakan diri.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik keindahan Gunung Dempo, terdapat ancaman nyata yang bisa datang kapan saja. Kewaspadaan dan persiapan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi siapa pun yang ingin menaklukkan gunung tersebut.

Load More