- Empat pendaki dievakuasi pada 28 Maret 2026 di Gunung Dempo akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras dan kabut tebal.
- Korban evakuasi mengalami cedera seperti patah kaki, keseleo, demam, dan pingsan karena jalur licin dan kondisi fisik menurun.
- Brigade Dempo mengimbau pendaki wajib registrasi resmi, memastikan perlengkapan, dan menjaga kondisi fisik prima karena cuaca sulit diprediksi.
SuaraSumsel.id - Pendakian di Gunung Dempo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, berubah menjadi momen mencekam setelah cuaca ekstrem melanda kawasan tersebut. Hujan deras yang turun tiba-tiba membuat jalur menjadi licin, disertai kabut tebal yang menutup jarak pandang para pendaki.
Dalam situasi itu, empat pendaki harus dievakuasi setelah mengalami kondisi darurat di jalur pendakian pada 28 Maret 2026. Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa Gunung Dempo bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan medan yang menuntut kesiapan fisik dan mental.
Petugas Brigade Dempo, Dian Saputra, di Pagaralam, Senin, mengatakan imbauan kewaspadaan ini dikeluarkan menyusul insiden evakuasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan saat ini jauh dari kata aman.
“Cuaca di Gunung Dempo saat ini sulit diprediksi. Hujan bisa turun tiba-tiba, membuat jalur menjadi sangat licin dan berbahaya, apalagi dengan medan yang terjal,” ujar Dian.
Ia menambahkan, banyak pendaki yang masih meremehkan faktor persiapan, padahal hal itu sangat menentukan keselamatan selama pendakian.
“Kami meminta para pendaki untuk memastikan perlengkapan mendaki sudah maksimal dan logistik mencukupi. Selain itu, kondisi fisik yang prima sangat mutlak diperlukan mengingat medan jalur pendakian yang cukup berat,” tegasnya.
Berdasarkan data Brigade Dempo, keempat pendaki yang dievakuasi berasal dari daerah yang berbeda dengan kondisi yang memprihatinkan. Wawa (23), pendaki asal Sarolangun, mengalami patah kaki setelah terjatuh di jalur. Sementara itu, Maya Septy Ilmiyanti (23) dan Najwa (19), pendaki asal Palembang, mengalami demam serta keseleo akibat kondisi tubuh yang menurun di tengah cuaca dingin dan jalur licin. Satu pendaki lainnya, Ica asal Bengkulu, ditemukan dalam kondisi pingsan di jalur pendakian.
Para korban ditemukan di beberapa titik berbeda dalam kondisi lemah sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Brigade Dempo, Satgas BPBD, relawan, serta Tagana Pagaralam. Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan karena tim harus menembus jalur licin, medan terjal, dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang.
Meski demikian, seluruh korban berhasil diselamatkan dan mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini kembali menegaskan tingginya risiko pendakian Gunung Dempo, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Baca Juga: Cerita di Balik Kiriman Uang Lebaran, Saat Bank Sumsel Babel Jaga Semua Tetap Tepat Waktu
Dian juga mengingatkan bahwa setiap pendaki wajib melakukan registrasi resmi sebelum memulai perjalanan. Hal ini penting untuk memudahkan pemantauan serta mempercepat proses evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
Hingga saat ini, kondisi cuaca di kawasan Gunung Dempo masih belum stabil. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga para pendaki diminta untuk lebih waspada dan tidak memaksakan diri.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik keindahan Gunung Dempo, terdapat ancaman nyata yang bisa datang kapan saja. Kewaspadaan dan persiapan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi siapa pun yang ingin menaklukkan gunung tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Pendaki Nekat Bisa Blacklist, Jalur Gunung Dempo Ditutup hingga 25 Maret 2026
-
5 Rute Touring dari Palembang ke Pagaralam untuk Anak Motor Pecinta Tanjakan
-
7 Air Terjun Tersembunyi di Pagaralam untuk Liburan Tenang Tanpa Keramaian
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Pomdam Sriwijaya Ungkap Kasus Penembakan di THM Panhead Palembang, Sertu MRR Ditangkap
-
Apa Motif Sertu MRR Tembak Pratu Ferischal? Fakta Hubungan Keduanya Terungkap Sebelum Penembakan
-
Kronologi Lengkap Penembakan Pratu Ferischal di THM Panhead, Cekcok Berujung Tembakan Maut
-
Kenapa Sertu MRR Bawa Senjata Rakitan ke THM Panhead? Fakta Baru Penembakan Pratu Ferischal
-
CFD Palembang Makin Ramai dengan Flying Fox Gratis, Tapi Benarkah Sudah Kurangi Polusi?