- Food coma saat Lebaran disebabkan oleh asupan tinggi karbohidrat dan lemak yang meningkatkan hormon kantuk.
- Mengatasi rasa kantuk setelah makan dapat dilakukan dengan jalan santai 10-15 menit dan minum air hangat.
- Penting menunda tidur setelah makan dan mengontrol porsi hidangan untuk kelancaran proses pencernaan.
SuaraSumsel.id - Momen silaturahmi Lebaran sering berubah jadi “ujian ketahanan tubuh”. Baru saja menikmati ketupat, opor, dan kue-kue manis, tubuh tiba-tiba terasa berat. Mata mulai sulit terbuka, perut penuh, dan rasa begah datang tanpa diundang.
Kondisi ini kerap disebut sebagai food coma, yaitu rasa kantuk setelah makan dalam porsi besar, terutama makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Meski terdengar sepele, situasi ini bisa cukup mengganggu, mulai dari obrolan keluarga yang jadi kurang fokus, hingga rasa tidak nyaman saat harus melanjutkan perjalanan.
Secara alami, tubuh memang akan mengalihkan aliran darah ke sistem pencernaan setelah makan. Di saat yang sama, hormon seperti serotonin dan melatonin meningkat, memicu rasa kantuk. Ditambah lagi dengan menu khas Lebaran yang kaya santan, gula, dan karbohidrat, efek ini jadi semakin terasa.
Namun, kondisi ini sebenarnya bisa diatasi dengan langkah sederhana.
1. Jalan Santai Jadi Kunci Awal
Alih-alih langsung duduk atau rebahan, cobalah berjalan santai selama 10 hingga 15 menit. Aktivitas ringan ini membantu tubuh mempercepat proses pencernaan sekaligus mengurangi rasa penuh di perut. Tidak perlu jauh, cukup berkeliling rumah atau halaman.
2. Hangatkan Tubuh dengan Minuman yang Tepat
Segelas air hangat atau teh tanpa gula bisa menjadi solusi sederhana yang efektif. Minuman ini membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi sensasi begah. Sebaliknya, minuman manis justru bisa memperparah rasa lemas.
3. Tahan Dulu Keinginan untuk Tidur
Baca Juga: Selain Rendang, 7 Lauk Ketupat Khas Sumsel Ini Diam-Diam Jadi Favorit Saat Lebaran
Godaan untuk langsung tidur memang sulit ditolak. Namun, tidur setelah makan justru dapat memperlambat proses pencernaan dan membuat perut semakin tidak nyaman. Jika benar-benar mengantuk, beri jeda setidaknya satu hingga dua jam sebelum beristirahat.
4. Segarkan Tubuh dengan Buah
Mengonsumsi buah seperti pepaya, nanas, atau semangka dapat membantu tubuh mencerna makanan lebih cepat. Kandungan enzim alaminya bekerja efektif mengurangi rasa begah, sementara sensasi segarnya membuat tubuh kembali terasa ringan.
5. Kunci Sebenarnya Ada di Porsi
Di balik semua itu, satu hal yang paling menentukan adalah porsi makan. Lebaran memang identik dengan hidangan melimpah, tetapi makan berlebihan justru membuat tubuh kewalahan. Menikmati makanan dalam porsi kecil namun bertahap bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.
Pada akhirnya, Lebaran bukan hanya tentang menikmati hidangan, tetapi juga menjaga kenyamanan tubuh agar tetap bisa menikmati momen kebersamaan. Dengan langkah sederhana ini, rasa kantuk dan begah tak lagi jadi pengganggu, dan silaturahmi pun tetap berjalan hangat hingga akhir hari.
Tag
Berita Terkait
-
Selain Rendang, 7 Lauk Ketupat Khas Sumsel Ini Diam-Diam Jadi Favorit Saat Lebaran
-
Bank Sumsel Babel Siapkan Rp1,2 Triliun Jelang Idulfitri 1447 H, Antisipasi Lonjakan Transaksi
-
Jadwal Libur Bank Sumsel Babel Maret 2026: Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah Lengkap
-
Shalat Id Digelar Lebih Awal di Jakabaring, Ratusan Warga Padati Masjid Al Mustanir Hari Ini
-
Daftar SPKLU Sumbagsel 2026: 64 Lokasi Charger di Sumsel, Jambi & Bengkulu Didukung Listrik Andal
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang
-
Rakor Dipimpin Gubernur Herman Deru, Benarkah Banjir Palembang Segera Teratasi?
-
Apa yang Terjadi dengan Pendidikan dan Infrastruktur di Sumsel hingga Picu Demo 'Sumsel Resah'?
-
Kasus Dokter Myta, Polisi Tunggu Hasil Investigasi Kemenkes untuk Tentukan Langkah Hukum
-
Benarkah 5 Pegawai Dishub Palembang Dipecat Usai Ribut Razia Ilegal? Ratu Dewa Buka Suara