- Benda diduga mahkota emas ditemukan tak sengaja oleh buruh kebun sawit di Desa Prambatan, PALI, Sumatera Selatan pada Senin (10/3/2026).
- Ornamen benda tersebut diduga memiliki kaitan dengan budaya Buddha dan kemungkinan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
- Arkeolog menekankan perlunya penelitian ilmiah untuk memastikan keaslian artefak sebelum menarik kesimpulan sejarah.
Selain itu, wilayah Abab disebut pernah menghasilkan berbagai temuan lain seperti porselen kuno, keris, perhiasan emas, hingga batu giok yang diduga berasal dari masa lalu.
4. Diduga Berkaitan dengan Jalur Perdagangan Sriwijaya
Sebagian masyarakat mengaitkan temuan tersebut dengan kemungkinan peninggalan masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.
Kerajaan maritim besar ini diketahui pernah menguasai wilayah Sumatera Selatan dan menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara.
Berbagai temuan arkeologi di Sumatera Selatan menunjukkan aktivitas perdagangan dan permukiman yang berkembang sejak abad ke-7 hingga ke-14 Masehi.
Karena itu, tidak menutup kemungkinan wilayah pedalaman juga menyimpan jejak aktivitas ekonomi maupun budaya pada masa tersebut.
5. Butuh Penelitian Ilmiah
Arkeolog Retno Purwanti, menilai temuan seperti ini tidak boleh langsung disimpulkan sebagai artefak kerajaan sebelum dilakukan kajian ilmiah.
Menurutnya, penelitian arkeologi harus mencakup analisis bentuk, bahan, konteks lokasi, hingga lapisan tanah tempat benda ditemukan.
Baca Juga: Viral Meja Biliar DPRD Sumsel Kini Hilang dari SIRUP LKPP, Batal atau Diam-Diam Dihapus?
“Temuan seperti ini sangat penting, tetapi harus diteliti secara arkeologis untuk memastikan apakah benar artefak kuno atau hanya benda modern,” jelas Retno.
Ia menambahkan bahwa jika terbukti sebagai artefak sejarah, temuan tersebut bisa membuka petunjuk baru mengenai permukiman atau perdagangan masa lampau di wilayah Sumatera Selatan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi pelestarian cagar budaya mengenai keaslian benda tersebut.
Warga berharap Dinas Kebudayaan dan tim arkeologi segera turun ke lokasi untuk melakukan penelitian lebih lanjut, sehingga asal-usul dan nilai sejarah benda yang diduga mahkota emas itu dapat diketahui secara pasti.
Jika terbukti sebagai artefak kuno, penemuan ini bisa menjadi salah satu petunjuk penting dalam menelusuri jejak peradaban lama di wilayah Sumatera Selatan.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Meja Biliar DPRD Sumsel Kini Hilang dari SIRUP LKPP, Batal atau Diam-Diam Dihapus?
-
Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya File APK, Modus Penipuan Digital Kian Marak
-
6 Fakta Ilyas Panji Alam, Wakil Ketua DPRD Sumsel dari PDIP Disorot soal Meja Biliar Ratusan Juta
-
Viral Meja Biliar Rp335 Juta di Rumdin DPRD Sumsel, Harta Wakil Ketua DPRD Tembus Rp9,5 Miliar
-
Viral Meja Biliar Rp486 Juta di Rumdin DPRD Sumsel, Berapa Harta Ketua DPRD Andie Dinialdie?
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Apa Itu DME? Energi Pengganti LPG dari Batu Bara yang Kini Dikembangkan di Sumsel
-
150 UMKM Sumsel Naik Kelas, Program InkuBI 2026 Siap Dorong Ekonomi Digital
-
Detik-detik Dishub Hentikan Kendaraan, 3 Truk Langsung Tabrakan Beruntun di Palembang
-
Langkah Agresif Bank Sumsel Babel, Lelang Aset Digelar Serentak di Tiga Wilayah
-
SMBR Dorong Tukang Jadi Influencer Konstruksi Lewat Akademi Jago Bangunan di OKI