- Keberangkatan jemaah umrah dari Bandara SMB II Palembang tetap berjalan normal pada Senin, 2 Maret 2026 meskipun ada isu geopolitik.
- Angkasa Pura II menjamin operasional penerbangan umrah berjalan sesuai jadwal sambil terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan travel.
- Pemerintah mengimbau kewaspadaan situasi global, namun hingga kini belum ada kebijakan resmi penghentian keberangkatan umrah dari Palembang.
SuaraSumsel.id - Di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah, perasaan campur aduk menyelimuti sebagian calon jemaah umrah asal Sumsel. Ada yang mantap berangkat, ada pula yang memilih menunggu dan mempertimbangkan ulang demi keamanan.
Namun hingga Senin (2/3/2026) kemarin, keberangkatan jemaah umrah dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II tetap berlangsung normal.
Di ruang tunggu bandara, suasana haru tetap terasa. Doa-doa dipanjatkan, keluarga melepas dengan pelukan, seolah tak ada gejolak ribuan kilometer jauhnya.
GM Angkasa Pura II Palembang, Ahmad Syauqi Shahab, menegaskan operasional penerbangan umrah berjalan sesuai jadwal tanpa pembatalan.
“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan penyelenggara travel umrah untuk memastikan keberangkatan calon jemaah tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi angin segar bagi banyak keluarga yang telah lama merencanakan perjalanan spiritual tersebut.
Di tingkat nasional, pemerintah memang mengimbau masyarakat untuk mencermati perkembangan situasi global. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah membuat sejumlah pihak waspada terhadap potensi dampak terhadap perjalanan internasional.
Meski demikian, belum ada kebijakan penghentian atau penutupan jalur keberangkatan umrah dari Palembang.
DPD AMPHURI Sumbagsel mengutarakan jika pihaknya masih mendata calon jemaah yang dijadwalkan berangkat setelah Ramadan.
Baca Juga: BSB Mobile Perkuat Strategi Digital Bank Sumsel Babel, Transaksi Harian Kini Lebih Praktis
Sebagian dari mereka telah melunasi biaya, mengurus visa, dan menyiapkan seluruh dokumen perjalanan jauh hari sebelumnya.
“Situasi global memang menjadi perhatian. Kami terus menunggu arahan dan perkembangan terbaru dari pihak penyelenggara di Arab Saudi,” jelasnya.
Bagi sebagian calon jemaah, keputusan bukan semata soal tiket dan visa, tetapi juga rasa aman bagi diri sendiri dan keluarga.
Bagi warga Sumatera Selatan, umrah bukan sekadar perjalanan luar negeri. Ia adalah panggilan spiritual, doa yang lama ditunggu, dan harapan yang telah disiapkan bertahun-tahun.
Situasi global yang belum sepenuhnya stabil memang menghadirkan kegamangan. Namun keberangkatan yang tetap berjalan normal dari Palembang memberikan rasa lega bahwa hingga kini, akses ibadah tetap terbuka.
Di tengah ketidakpastian dunia, satu hal yang tetap kuat adalah keyakinan. Dan bagi banyak warga Sumsel, perjalanan menuju Tanah Suci tetap menjadi prioritas, selama keselamatan terjamin dan informasi resmi terus dipantau.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Minyak Bergejolak, SKK Migas Sumbagsel Targetkan 130 Sumur Baru pada 2026
-
BSB Mobile Perkuat Strategi Digital Bank Sumsel Babel, Transaksi Harian Kini Lebih Praktis
-
3.243 Kasus Kriminal Terungkap dalam Operasi Pekat Musi 2026, Apa yang Terjadi di Sumsel?
-
Suhu Sumsel Tembus 35 Derajat Saat Ramadan, BMKG Beri Peringatan Ini untuk Warga
-
Keberangkatan Jemaah Umrah Asal Palembang Tetap Normal di Tengah Gejolak Timur Tengah
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
BRI Wujudkan Kerinduan PMI Yuni Lestari Bertemu Ibunya Setelah Ia Berada 10 Tahun di Taiwan
-
Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?
-
BRImo Taiwan Hubungkan Kebutuhan Finansial PMI dan Keluarga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?