Tasmalinda
Senin, 02 Maret 2026 | 22:24 WIB
Bandara SMB II Palembang, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Keberangkatan jemaah umrah dari Bandara SMB II Palembang tetap normal meski ada imbauan pemerintah terkait konflik Timur Tengah.
  • GM Angkasa Pura II Palembang mengonfirmasi jadwal keberangkatan umrah tidak dibatalkan hingga Senin, 2 Maret 2026.
  • Pemerintah pusat terus memantau situasi Timur Tengah dan berkoordinasi intensif dengan pihak terkait demi keselamatan jemaah.

SuaraSumsel.id - Meski konflik di kawasan Timur Tengah semakin memanas dan pemerintah pusat mengimbau masyarakat untuk berhati-hari dengan keberangkatan umrah, keberangkatan jemaah umrah asal Palembang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, tetap berjalan normal.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh GM Angkasa Pura II Palembang, Ahmad Syauqi Shahab, yang menegaskan kesiapan operasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport dan pelayanan terbaik bagi calon jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

“Operasional penerbangan khusus jamaah umrah dari Palembang tidak mengalami pembatalan atau penundaan akibat konflik, sampai dengan Senin (2/3/2026). Semua jadwal keberangkatan tetap sesuai rencana dan kami memastikan proses check-in, boarding, hingga keberangkatan berjalan lancar,” kata Ahmad Syauqi Shahab dikonfirmasi Suara.com.

Beberapa hari terakhir, eskalasi konflik antara blok Barat dan Iran membuat banyak kawasan udara di Timur Tengah menjadi fluktuatif. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI bahkan sempat menyampaikan imbauan kepada calon jemaah Indonesia agar mempertimbangkan kembali jadwal keberangkatan demi alasan keamanan.

Meski demikian, menurut Ahmad Syauqi Shahab, belum ada imbauan yang menyatakan jika jadwal keberangkatan dari Palembang ditunda.

Pihak bandara bersama maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah di Palembang terus berkoordinasi untuk memastikan segala proses tetap sesuai protokol keselamatan dan kenyamanan calon jemaah.

Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, yang dikelola Angkasa Pura II, menjadi pintu gerbang penting bagi jemaah umrah dari Sumatera Selatan yang melakukan perjalanan ke Arab Saudi.

Pemerintah Tetap Siaga

Sementara itu, pemerintah pusat melalui kementerian terkait juga terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah dan akan mengambil langkah antisipatif bila diperlukan. Koordinasi dengan otoritas penerbangan internasional, maskapai, serta penyelenggara umrah menjadi prioritas agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat melakukan ibadah umrah.

Baca Juga: Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3, Kekalahan dari Sumsel United Jadi Penentu Musim

Load More