Tasmalinda
Kamis, 12 Februari 2026 | 16:32 WIB
jembatan Musi V Palembang, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Jembatan Musi V dan Tol Palembang–Betung ditargetkan berfungsi terbatas sebelum puncak arus mudik Lebaran tahun 2026.
  • Progres konstruksi Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 hampir 90% serta Jembatan Musi V mencapai 96%.
  • Fungsionalitas ini penting untuk efisiensi waktu tempuh satu jam dan membuka konektivitas Trans Sumatera.

SuaraSumsel.id - Targetnya jelas: sebelum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Jembatan Musi V dan ruas Tol Palembang–Betung diharapkan sudah bisa difungsikan secara terbatas. Namun di balik optimisme tersebut, publik tentu bertanya, seberapa siap infrastruktur ini benar-benar menopang lonjakan mobilitas ribuan kendaraan?

Pertanyaan itu mengemuka saat Agus Harimurti Yudhoyono meninjau langsung progres pembangunan bersama Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang. Kunjungan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan memastikan proyek strategis nasional ini berjalan sesuai rencana, baik dari sisi konstruksi maupun keselamatan.

Menurut AHY, Jembatan Musi V merupakan simpul penting dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera yang kelak menghubungkan Aceh hingga Lampung. Ruas Palembang–Betung sendiri akan terintegrasi ke arah Jambi, memperkuat konektivitas regional.

“Ini bagian dari konsep besar Trans Sumatera yang pada saatnya akan menghubungkan Aceh hingga Lampung. Dengan begitu, perekonomian wilayah yang dilalui jalan tol ini akan semakin terbuka dan berkembang,” ujarnya.

Secara angka, progres pembangunan menunjukkan optimisme. Konstruksi Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 telah mencapai hampir 90 persen, sementara pembebasan lahan mendekati 94 persen. Pembangunan Jembatan Musi V bahkan disebut telah menyentuh 96 persen.

Jembatan sepanjang 1.684 meter itu menjadi penghubung utama dua sisi tol yang terpisah Sungai Musi, mengaitkan kawasan Gandus di Palembang dengan Banyuasin. Tanpa jembatan ini, konektivitas ruas tol tidak akan utuh.

Namun angka progres bukan satu-satunya tolok ukur. AHY menekankan bahwa kualitas dan ketahanan struktur menjadi prioritas utama sebelum difungsikan.

“Pastikan Jembatan Musi V benar-benar kuat dan andal untuk menyangga mobilitas manusia, barang, dan jasa menuju masyarakat yang semakin maju dan sejahtera,” tegasnya.

Jembatan ini dirancang mampu menahan beban hingga 1.800 ton secara bersamaan. Uji kekuatan dan kelayakan teknis akan dilakukan sebelum pembukaan terbatas saat Lebaran.

Baca Juga: Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG

Selama ini perjalanan Palembang–Betung bisa memakan waktu tiga hingga empat jam, terutama ketika arus kendaraan padat atau terjadi bottleneck. Dengan tol ini, waktu tempuh diperkirakan hanya sekitar satu jam.

Efisiensi tersebut bukan hanya soal kenyamanan pemudik. Dampaknya menjalar ke distribusi logistik, biaya operasional angkutan barang, hingga percepatan aktivitas ekonomi di sepanjang koridor tol.

Ruas ini juga diproyeksikan memperkuat pengembangan kawasan strategis seperti Tanjung Api-Api dan Pelabuhan Tanjung Carat. Infrastruktur jalan tol menjadi fondasi bagi daya saing wilayah yang selama ini sangat bergantung pada aksesibilitas.

Meski ditargetkan dapat difungsikan saat mudik, pemerintah menegaskan pengoperasian bersifat terbatas. Artinya, aspek keselamatan, kelayakan teknis, serta kesiapan operasional tetap menjadi pertimbangan utama.

Wakil Gubernur Cik Ujang berharap koordinasi lintas pihak terus diperkuat agar target tersebut tercapai tanpa mengorbankan kualitas.

“Kami berharap pekerjaan dapat dipercepat sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya, khususnya pada momentum Lebaran nanti,” ujarnya.

Momentum mudik 2026 akan menjadi ujian pertama. Jika berjalan lancar, Jembatan Musi V dan Tol Palembang–Betung bisa menjadi ikon baru konektivitas Sumatera Selatan. Namun jika belum sepenuhnya siap, kehati-hatian tentu lebih bijak dibanding tergesa membuka akses.

Kini publik menanti satu hal: apakah saat takbir Lebaran berkumandang, Musi V sudah benar-benar siap menyambut arus kendaraan yang melintas di atasnya?

Load More