Tasmalinda
Minggu, 01 Februari 2026 | 12:27 WIB
Detik-detik ledakan gas elpiji di Lemabang Palembang, dua orang tewas dan anak-anak luka parah.
Baca 10 detik
  • Ledakan gas elpiji 12 kilogram terjadi di kawasan Lemabang, Palembang, merusak rumah dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
  • Sembilan orang, termasuk anak-anak, mengalami luka bakar bervariasi akibat ledakan saat korban sedang memasak dalam jumlah besar.
  • Penyebab awal ledakan diduga kuat akibat kebocoran gas elpiji yang kemudian tersambar api saat proses memasak berlangsung.

SuaraSumsel.id - Dentuman keras memecah siang yang semula tenang di kawasan Lemabang, Palembang. Dalam hitungan detik, dapur sebuah rumah warga berubah menjadi lautan api. Ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram itu bukan hanya menghancurkan rumah, tetapi juga merenggut dua nyawa dan melukai anak-anak serta warga sekitar.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Lorong Nepos, Jalan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, wilayah permukiman padat di Palembang.

Warga sekitar masih trauma mengingat detik-detik kejadian. Bau gas sempat tercium sebelum ledakan terjadi.

“Awalnya kami mencium bau gas menyengat. Tidak lama kemudian bunyi ledakannya keras sekali, api langsung menyambar keluar dari dapur,” ujar seorang warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian.

Saat itu, korban tengah memasak dalam jumlah besar, diduga untuk persiapan acara keluarga. Tanpa disadari, kebocoran gas elpiji telah memenuhi ruangan, hingga akhirnya tersambar api.

Ledakan hebat tersebut menyebabkan sembilan orang mengalami luka bakar, termasuk anak-anak dan balita. Dua korban di antaranya akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Korban pertama adalah istri pemilik rumah, yang menghembuskan napas terakhir pada Sabtu malam akibat luka bakar serius di sebagian besar tubuhnya.

Korban kedua adalah asisten rumah tangga (ART) berusia 63 tahun, yang meninggal dunia keesokan harinya setelah kondisinya terus menurun.

“Korban mengalami luka bakar berat. Tim medis sudah berupaya maksimal, namun kondisi korban sangat kritis,” ujar seorang petugas medis di rumah sakit tempat korban dirawat.

Baca Juga: Siap-Siap! Besok PLN Padamkan Listrik di Palembang

Yang paling memilukan, beberapa korban luka adalah anak-anak yang berada di sekitar lokasi saat ledakan terjadi. Mereka mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi, mulai dari 30 hingga 80 persen.

Tangisan keluarga pecah di ruang perawatan. Sejumlah korban masih harus menjalani perawatan intensif karena luka bakar yang cukup luas.

Pihak kepolisian memastikan masih melakukan penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada kebocoran tabung gas elpiji.

“Dugaan sementara, ledakan disebabkan oleh kebocoran gas yang kemudian tersambar api saat aktivitas memasak. Kami masih mendalami penyebab pastinya,” ujar Kapolsek Ilir Timur II.

Polisi juga mengingatkan warga agar lebih berhati-hati saat menggunakan tabung gas, terutama saat memasak dalam skala besar di ruang tertutup.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya di kawasan permukiman padat. Pemerintah setempat mengimbau warga untuk rutin memeriksa selang, regulator, dan tabung gas, serta memastikan ventilasi dapur cukup baik.

Load More