- Aliansi Seniman Palembang aksi di DPRD pada Rabu (21/1/2026) menuntut pengesahan Perda Pemajuan Kesenian selama 15 tahun.
- Regulasi kesenian dianggap krusial sebagai dasar ekosistem seni Palembang, bukan hanya mengandalkan daya tahan komunitas.
- Pekerja budaya berharap Palembang memiliki Perda Kesenian dan Kebudayaan yang saling melengkapi sesuai amanah undang-undang.
SuaraSumsel.id - Para seniman yang tergabung dalam Aliansi Seniman Palembang menggelar aksi di depan Gedung DPRD Kota Palembang, Rabu (21/1/2026). Aksi tersebut menjadi penanda panjangnya perjuangan kesenian di Palembang yang hingga kini masih menanti kepastian payung hukum di tingkat daerah.
Dalam aksinya, para seniman mendesak agar Perda Pemajuan Kesenian diprioritaskan untuk segera dibahas dan disahkan, setelah diperjuangkan selama sekitar 15 tahun. Mereka menilai regulasi tersebut berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekosistem kesenian serta perlindungan pekerja seni di Palembang.
Pada saat yang sama, para seniman juga menyuarakan penolakan terhadap pembahasan Perda Pemajuan Kebudayaan yang tengah diajukan oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang. Mereka meminta agar pembahasan perda kebudayaan tersebut dihentikan atau dicabut dari agenda.
Di tengah dinamika tersebut, pekerja budaya Sumatera Selatan Taufik Wijaya memandang langkah DPRD Palembang memproses Perda Pemajuan Kesenian sebagai sinyal positif. Ia menyebut rencana tersebut sebagai pertanda baik bagi masyarakat Palembang, khususnya para pekerja seni.
“Saya sangat bersyukur jika dewan Palembang akan segera mengesahkan atau memproses Perda Pemajuan Seni di Palembang. Ini sebuah pertanda baik bagi masyarakat Palembang, terutama para pekerja seni,” ujar Taufik.
Namun demikian, Taufik menegaskan bahwa pemajuan kesenian tidak seharusnya dipahami secara terpisah dari kebudayaan. Menurutnya, seni dan kebudayaan merupakan dua ranah yang saling terhubung dan tidak dapat dipisahkan dalam praktik maupun kebijakan.
“Seni dan kebudayaan itu tidak bisa dipisahkan. Saling terhubung,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Palembang juga membutuhkan payung hukum yang lebih luas untuk menggali, merawat, dan memanfaatkan berbagai produk kebudayaan lain yang hidup di tengah masyarakat. Bahasa daerah, situs sejarah, pengetahuan lokal, hingga teknologi tradisional merupakan bagian dari identitas kota yang tidak berdiri sendiri dari ekspresi seni.
Karena itu, meski memahami desakan seniman agar Perda Pemajuan Kesenian didahulukan, Taufik berharap Perda Pemajuan Kebudayaan tidak dimaknai untuk ditolak secara permanen.
Baca Juga: 7 Fakta Sidang Korupsi Dana PMI Palembang, Fitrianti Agustinda Dituntut 8,5 Tahun Penjara
Tujuan perda pemajuan kebudayaan berbeda dengan tujuan perda pemajuan kesenian. Jadi, menurutnya, apabila terdapat persoalan dalam draf perda kebudayaan, hal tersebut seharusnya diselesaikan melalui proses penyempurnaan. “Kalau memang ada persoalan pada draf Perda Pemajuan Kebudayaan, itu bukan berarti ditolak, tetapi direvisi,” ujarnya.
Sementara itu, DPRD Palembang menyatakan bahwa Perda Pemajuan Kesenian masuk dalam agenda pembahasan, dan aspirasi yang berkembang dari seniman serta pekerja budaya menjadi bagian dari proses legislasi yang tengah berjalan. Proses ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kesenian sekaligus tetap menjaga arah pemajuan kebudayaan Palembang secara berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
-
7 Fakta Sidang Korupsi Dana PMI Palembang, Fitrianti Agustinda Dituntut 8,5 Tahun Penjara
-
Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru, Bukan Sekadar Soal Estetika
-
Masjid Agung Palembang Mulai Hasilkan Listrik Sendiri, Dampaknya Tak Sekadar Hemat Jutaan Rupiah
-
5 Hal Penting tentang Sejarah Bundaran Air Mancur Palembang yang Perlu Diketahui
-
Palembang Hujan Ringan, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Sumsel
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Janggal? Meja Biliar Wakil Pimpinan DPRD Sumsel Rp335 Juta, Ketua Hanya Rp151 Juta
-
Terungkap Nilai Dana Nasabah Bank Jambi yang Diretas, Tembus Rp143 Miliar
-
5 Fakta Tawuran Maut di Palembang, Remaja 20 Tahun Tewas Ditusuk Saat Bentrokan
-
Harga Emas Antam Hari Ini di Palembang Naik Tipis, Tembus Rp3.049.000 per Gram
-
Cek Waktu Maghrib Palembang Hari Ini, Jangan Sampai Terlewat Buka Puasa