- Kredit UMKM Sumatera Selatan mencapai Rp41,3 triliun, menjadi penggerak utama perekonomian daerah sepanjang 2025.
- Total kredit perbankan tumbuh 5,91 persen, sementara industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan kredit paling agresif.
- Kepercayaan masyarakat terjaga dengan DPK naik 6,51 persen, dan minat pasar modal tumbuh signifikan lebih dari 43 persen.
Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Sumsel mencapai Rp120,27 triliun, tumbuh 6,51 persen (yoy).
Kenaikan DPK menunjukkan masyarakat masih percaya menyimpan dana di perbankan, meskipun tersedia banyak alternatif investasi dan instrumen keuangan lainnya.
“Kenaikan DPK mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan tetap terjaga. Ini penting untuk menjaga stabilitas sektor keuangan,” sambung Arifin.
5. Fintech P2P Lending Jadi Alternatif UMKM dan Usaha Mikro
Selain perbankan, fintech peer-to-peer lending juga mencatat pertumbuhan signifikan. Jumlah akun borrower di Sumsel mencapai 357.117, meningkat 23,26 persen secara tahunan, dengan total pinjaman mencapai Rp594,4 miliar.
Fintech dinilai berperan penting menjangkau pelaku UMKM dan usaha mikro yang belum sepenuhnya terakses layanan perbankan konvensional, terutama di wilayah pinggiran.
OJK menegaskan tetap melakukan pengawasan ketat agar pertumbuhan fintech berjalan sehat dan bertanggung jawab.
6. Pasar Modal Sumsel Makin Bergairah, Investor Terus Bertambah
Minat masyarakat Sumsel terhadap pasar modal juga menunjukkan lonjakan signifikan. Jumlah Single Investor Identification (SID) tumbuh lebih dari 43 persen (yoy).
Tak hanya itu, nilai penjualan reksa dana mencapai Rp544,8 miliar, melonjak tajam dibanding periode sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan meningkatnya literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda dan pekerja produktif.
Baca Juga: Banjir OKI Belum Aman, BPBD Sumsel Peringatkan Ancaman Susulan dan Imbau Warga Waspada
OJK mendorong masyarakat agar berinvestasi secara bijak dan memahami risiko setiap instrumen.
7. Pertumbuhan Ekonomi Stabil, Inflasi Terkendali
Didukung sektor jasa keuangan yang solid, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tercatat 5,20 persen pada Triwulan III 2025. Inflasi juga tetap terkendali di 2,91 persen, menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, kinerja perdagangan luar negeri menunjukkan surplus, dengan nilai ekspor jauh lebih besar dibanding impor. Kondisi ini memperkuat fundamental ekonomi daerah.
“Stabilitas sektor jasa keuangan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan,” tegas Arifin Susanto.
Capaian kredit UMKM Rp41,3 triliun, pertumbuhan perbankan, ekspansi fintech, dan meningkatnya minat investasi menunjukkan ekonomi Sumatera Selatan bergerak ke arah yang sehat dan berkelanjutan. OJK menilai sinergi antara pelaku usaha, perbankan, dan masyarakat menjadi kunci agar tren positif ini terus terjaga.
Tag
Berita Terkait
-
Keuangan Daerah Cekak? DPRD dan Pemprov Sumsel Bentuk Pansus Cari Tambahan PAD
-
Pertamina Adera Field Temukan Sumur Minyak Baru, Peran Sumsel Kembali Jadi Sorotan
-
Mengapa Warga Sumsel Mudah Tertipu? Kerugian Penipuan Online Tembus Rp100 Miliar di 2025
-
Penipuan Keuangan Online Meledak di Sumsel Sepanjang 2025, Kerugian Tembus Rp100 Miliar
-
Ngobrol Santai OJK Sumsel: Pangsa Keuangan Syariah Masih Satu Digit, Ini Tantangannya
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
Terkini
-
Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Putra Palembang yang Menembus Puncak TNI
-
Kasus Wanita Muara Enim yang Jasadnya Dibakar Mantan Pacar: Kronologi, Motif, dan Fakta Terbaru
-
Biaya Kuliah Universitas Muhammadiyah Palembang 2026, Cek UKT Semua Jurusan dan Kedokteran
-
Pembenahan Struktur Pengawasan BUMN Dapat Dukungan Pengamat, Efisiensi Jadi Fokus Utama
-
Panduan Lengkap Bank Sumsel Babel 2026: Tabungan, BSB Mobile, KPR, KUR, dan Layanan Digital