Tasmalinda
Minggu, 11 Januari 2026 | 16:42 WIB
air mancur Palembang
Baca 10 detik
  • Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang dikritik karena dianggap mengintervensi ruang simbolik Titik Nol kota tanpa membaca makna historisnya.
  • Desain baru, seperti ornamen digital dan air mancur menari di depan masjid utama, dinilai kurang kontekstual serta berpotensi mereduksi nilai kesakralan.
  • Pemerintah menargetkan revitalisasi ini menciptakan ikon kota modern yang representatif bagi wisatawan, namun memicu perdebatan tentang etika ruang publik.

Polemik Bundaran Air Mancur Palembang pada akhirnya memunculkan pertanyaan yang lebih luas yakni bagaimana keputusan desain ruang simbolik kota diambil? Apakah kajian lintas disiplin dan uji makna ke publik menjadi bagian dari proses perencanaan.

Di ruang sepenting Titik Nol, kesalahan membaca makna bukan sekadar kekeliruan desain, namun bakal menyentuh identitas kota dan kualitas ruang bersama.

Load More