Tasmalinda
Kamis, 08 Januari 2026 | 15:20 WIB
perempuan yang menyamar menjadi pramugari batik air gadungan
Baca 10 detik
  • Penyamaran penumpang wanita yang menyerupai pramugari Batik Air terbongkar karena perbedaan detail seragam dan gestur kurang meyakinkan.
  • Petugas curiga setelah menemukan ketidaksesuaian motif batik, potongan busana, dan nama penumpang tidak ada di manifes kru.
  • Penumpang tersebut diamankan setelah jawaban yang diberikan saat pemeriksaan awal tidak konsisten, memicu pendalaman kasus oleh petugas bandara.

SuaraSumsel.id - Aksi penyamaran seorang penumpang perempuan yang nekat tampil layaknya pramugari Batik Air akhirnya terbongkar di bandara. Sekilas, penampilannya tampak meyakinkan, yakni seragam rapi, rambut tertata, dan gestur percaya diri seperti awak kabin.

Namun justru detail-detail kecil inilah yang membuat petugas curiga hingga penyamaran itu berakhir.

Kecurigaan pertama muncul dari seragam yang dikenakan. Meski warnanya menyerupai seragam pramugari Batik Air, kru berpengalaman menangkap perbedaan halus pada motif batik dan potongan busana yang tidak sepenuhnya sesuai standar resmi maskapai.

Detail yang bagi orang awam terlihat sepele, justru menjadi “alarm” bagi petugas.

Pemeriksaan kemudian mengarah pada data internal. Saat dicek, nama penumpang tersebut tidak tercatat dalam manifest awak kabin. Setiap pramugari yang bertugas selalu tercantum jelas dalam sistem, mulai dari jadwal penerbangan hingga identitas kru. Ketidaksesuaian ini langsung memperkuat dugaan bahwa yang bersangkutan bukan awak kabin resmi.

Selain itu, atribut pendukung juga menjadi sorotan. Name tag dan aksesori yang dipakai dinilai kurang presisi—baik dari segi bentuk, posisi, maupun detail tulisan. Cara berinteraksi di area kru pun tak sepenuhnya mengikuti prosedur standar, sehingga petugas Aviation Security (Avsec) memutuskan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Saat dimintai keterangan, jawaban penumpang tersebut dinilai berubah-ubah. Hal ini membuat petugas semakin yakin untuk mendalami kasus tersebut hingga akhirnya dipastikan bahwa ia memang bukan pramugari Batik Air. Yang bersangkutan kemudian diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari penelusuran awal, penyamaran ini disebut bukan untuk tujuan kejahatan, melainkan dipicu alasan pribadi. Meski demikian, kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan penerbangan sangat bergantung pada kejelian membaca detail, bukan semata teknologi.

Kisah ini pun viral dan memantik rasa penasaran publik. Di bandara, ruang dengan standar keamanan tinggi—satu detail kecil saja cukup untuk membongkar sebuah penyamaran.

Baca Juga: Lonjakan Penumpang Diprediksi Tembus 162 Ribu, Bandara SMB II Palembang Siaga Nataru 2025/2026

Load More