- Penyamaran penumpang wanita yang menyerupai pramugari Batik Air terbongkar karena perbedaan detail seragam dan gestur kurang meyakinkan.
- Petugas curiga setelah menemukan ketidaksesuaian motif batik, potongan busana, dan nama penumpang tidak ada di manifes kru.
- Penumpang tersebut diamankan setelah jawaban yang diberikan saat pemeriksaan awal tidak konsisten, memicu pendalaman kasus oleh petugas bandara.
SuaraSumsel.id - Aksi penyamaran seorang penumpang perempuan yang nekat tampil layaknya pramugari Batik Air akhirnya terbongkar di bandara. Sekilas, penampilannya tampak meyakinkan, yakni seragam rapi, rambut tertata, dan gestur percaya diri seperti awak kabin.
Namun justru detail-detail kecil inilah yang membuat petugas curiga hingga penyamaran itu berakhir.
Kecurigaan pertama muncul dari seragam yang dikenakan. Meski warnanya menyerupai seragam pramugari Batik Air, kru berpengalaman menangkap perbedaan halus pada motif batik dan potongan busana yang tidak sepenuhnya sesuai standar resmi maskapai.
Detail yang bagi orang awam terlihat sepele, justru menjadi “alarm” bagi petugas.
Pemeriksaan kemudian mengarah pada data internal. Saat dicek, nama penumpang tersebut tidak tercatat dalam manifest awak kabin. Setiap pramugari yang bertugas selalu tercantum jelas dalam sistem, mulai dari jadwal penerbangan hingga identitas kru. Ketidaksesuaian ini langsung memperkuat dugaan bahwa yang bersangkutan bukan awak kabin resmi.
Selain itu, atribut pendukung juga menjadi sorotan. Name tag dan aksesori yang dipakai dinilai kurang presisi—baik dari segi bentuk, posisi, maupun detail tulisan. Cara berinteraksi di area kru pun tak sepenuhnya mengikuti prosedur standar, sehingga petugas Aviation Security (Avsec) memutuskan melakukan pemeriksaan lanjutan.
Saat dimintai keterangan, jawaban penumpang tersebut dinilai berubah-ubah. Hal ini membuat petugas semakin yakin untuk mendalami kasus tersebut hingga akhirnya dipastikan bahwa ia memang bukan pramugari Batik Air. Yang bersangkutan kemudian diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dari penelusuran awal, penyamaran ini disebut bukan untuk tujuan kejahatan, melainkan dipicu alasan pribadi. Meski demikian, kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan penerbangan sangat bergantung pada kejelian membaca detail, bukan semata teknologi.
Kisah ini pun viral dan memantik rasa penasaran publik. Di bandara, ruang dengan standar keamanan tinggi—satu detail kecil saja cukup untuk membongkar sebuah penyamaran.
Baca Juga: Lonjakan Penumpang Diprediksi Tembus 162 Ribu, Bandara SMB II Palembang Siaga Nataru 2025/2026
Berita Terkait
-
Lonjakan Penumpang Diprediksi Tembus 162 Ribu, Bandara SMB II Palembang Siaga Nataru 2025/2026
-
Bandara SMB II Siaga Jelang Nataru, Layanan 24 Jam Disiapkan demi Antisipasi Lonjakan Penumpang
-
Akhirnya Dibuka Lagi! Warga Palembang Bisa Terbang Langsung ke Singapura 4 Kali Seminggu
-
Macet Parah di Bandara SMB II Palembang Jadi Sorotan: Gara-Gara Sistem Baru, Publik Minta Evaluasi
-
Cuaca Buruk, Pesawat Super Air Jet Terpaksa Mendarat Darurat di Palembang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin
-
Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan
-
22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?
-
Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi