- Relawan pembawa bantuan kemanusiaan untuk Aceh diduga mengalami pemalakan oleh oknum petugas di Palembang.
- Peristiwa ini menjadi viral di media sosial setelah relawan membagikan pengalaman penghambatan perjalanan mereka.
- Kepala Dishub Palembang membantah pelaku adalah anggota Dishub, melainkan dari BPTD Sumatera Selatan Kelas II.
SuaraSumsel.id - Amarah publik memuncak setelah beredar luas (viral) peristiwa dugaan pemalakan terhadap mobil relawan pembawa bantuan kemanusiaan untuk Aceh yang terjadi di wilayah Palembang. Niat tulus membantu korban bencana justru disebut terhambat oleh ulah oknum petugas Dinas Perhubungan di lapangan.
Peristiwa ini viral di media sosial setelah relawan membagikan pengalaman mereka saat kendaraan bermuatan bantuan dihentikan di jalan.
Dalam unggahan tersebut, relawan mengaku diminta sejumlah uang agar bisa melanjutkan perjalanan, meski sudah menjelaskan bahwa kendaraan mereka membawa bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh.
Mobil relawan yang membawa berbagai kebutuhan penting, mulai dari perlengkapan darurat hingga logistik kemanusiaan, disebut dihentikan saat melintas di salah satu ruas jalan di Palembang. Relawan mengaku sudah menunjukkan identitas serta menjelaskan tujuan misi mereka.
Namun, menurut penuturan relawan, penjelasan tersebut tak serta-merta membuat mereka diizinkan melanjutkan perjalanan. Mereka justru mengaku diminta “uang damai” agar kendaraan bisa kembali berjalan.
Situasi itu membuat relawan berada dalam dilema. Di satu sisi, mereka ingin mempercepat pengiriman bantuan. Di sisi lain, permintaan tersebut dinilai mencederai semangat kemanusiaan.
Unggahan relawan tersebut langsung menuai reaksi keras warganet. Banyak yang mengaku geram karena bantuan untuk korban bencana justru tersendat di perjalanan.
“Relawan itu jalan untuk kemanusiaan, bukan cari untung. Kok malah dipersulit,” tulis salah satu warganet.
Tak sedikit pula yang mendesak agar instansi terkait segera turun tangan dan menindak tegas jika dugaan tersebut terbukti. Bagi publik, kasus ini bukan sekadar soal uang, tetapi menyangkut nurani dan empati di tengah musibah.
Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Kepala Cabang Koperasi di Sumsel Diduga Gelapkan Rp 1,3 Miliar
Sejumlah komentar menegaskan bahwa kemarahan publik ditujukan pada oknum, bukan lembaga secara keseluruhan. Warganet berharap kejadian ini tidak digeneralisasi, namun tetap diusut agar tidak terulang dan mencoreng nama instansi.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dishub setempat terkait dugaan pemalakan tersebut. Publik pun menanti klarifikasi sekaligus langkah konkret untuk memastikan jalur distribusi bantuan kemanusiaan berjalan tanpa hambatan.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto membantah jika peristiwa tersebut bukan dilakukan oleh anggotanya, melainkan dari tim dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumatera Selatan Kelas II.
Berita Terkait
-
Waspada! Era Sidak Digital Dimulai, Pegawai 107 Kelurahan Palembang Dipantau CCTV
-
Peringatan Perang 5 Hari 5 Malam: Menghormati Sejarah yang Terlalu Lama Sunyi?
-
Di Balik Penyerangan Sadis di PS Mall Palembang, Ada Konflik yang Sudah Lama Membara
-
Terungkap! 5 Fakta Penyerangan Depan PS Mall Palembang yang Libatkan Antar Kelompok
-
Tak Perlu ke Rumah Sakit! Ini Daftar Puskesmas di Palembang yang Bisa Rawat Inap 2026
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
21 Ton Solar Ilegal Nyaris Masuk Tiga Tug Boat di Sungai Musi, Siapa di Baliknya?
-
BRI KKB Expo 2026: Kesempatan Beli Mobil Baru dengan Promo Spesial
-
Terima Uang Palsu Bisa Bikin Rugi, BI Sumsel Tegaskan Tak Bisa Diganti Meski Korban
-
BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan ke Enam Gereja, Perkuat Kepedulian dan Toleransi
-
PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan