- Mahasiswi FH UMP melaporkan dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen dalam konteks akademik kepada polisi.
- Korban membawa saksi kunci saat melapor, sementara terlapor dosen membantah keras semua tuduhan yang dialamatkan.
- Kasus ini mengguncang FH UMP dan menjadi sorotan publik mengenai penanganan isu kekerasan seksual kampus.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (FH UMP) terus menjadi sorotan publik. Perkara ini tak hanya mengguncang lingkungan kampus, tetapi juga memantik perhatian luas setelah korban datang ke polisi dengan membawa saksi kunci. Berikut rangkuman 7 fakta penting yang membuat kasus ini kian menyita perhatian.
1. Dilaporkan oleh Mahasiswi FH UMP
Kasus ini mencuat setelah seorang mahasiswi FH UMP melaporkan dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum dosen. Laporan tersebut menjadi pintu awal terbukanya perkara yang kini bergulir di ranah hukum.
2. Dugaan Terjadi dalam Konteks Akademik
Berdasarkan keterangan awal, dugaan peristiwa terjadi saat korban berinteraksi dengan terlapor dalam urusan akademik. Situasi ini menambah sensitivitas kasus karena menyangkut relasi kuasa antara dosen dan mahasiswa.
3. Korban Datang ke Polisi Bawa Saksi Kunci
Salah satu perkembangan penting adalah langkah korban yang membawa saksi kunci saat memberikan keterangan kepada penyidik. Kehadiran saksi ini dinilai krusial untuk menguatkan laporan dan membuka jalan pembuktian lebih lanjut.
4. Terlapor Membantah Tuduhan
Oknum dosen yang dilaporkan disebut telah membantah seluruh tuduhan pelecehan. Pihak terlapor menyatakan siap mengikuti proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Baca Juga: Bukan Sekadar Ganti Baju! Ini Aturan Baru Seragam ASN 2026 yang Diterapkan di Sumsel
5. Proses Hukum Masih Berjalan
Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti. Status hukum terlapor masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.
6. Kampus Jadi Sorotan Publik
Kasus ini otomatis menyeret nama FH UMP dan institusi kampus ke ruang publik. Banyak pihak menunggu sikap tegas kampus dalam memastikan perlindungan korban sekaligus menjaga objektivitas proses penanganan internal.
7. Jadi Pengingat Isu Kekerasan Seksual di Kampus
Perkara ini kembali mengingatkan publik bahwa isu kekerasan seksual di lingkungan kampus masih menjadi persoalan serius. Transparansi, keberpihakan pada korban, dan penegakan aturan dinilai penting agar kasus serupa tidak terulang.
Tag
Berita Terkait
-
Ngebut Tak Terkendali, 7 Fakta Xpander Diduga Mabuk Hantam Empat Mobil di Kertapati
-
Jejak Perang 5 Hari 5 Malam di Palembang: Peta Lokasi Pertempuran yang Kini Jadi Kota Modern
-
Kondisi Terkini Usai Gempa Magnitudo 4,4 Guncang OKI, Getaran Terasa hingga Palembang
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
5 Rute Touring dari Palembang ke Pagaralam untuk Anak Motor Pecinta Tanjakan
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
9 Bedak Tabur Murah di Indomaret untuk Kulit Berminyak, Dipakai MUA Profesional
-
10 Game Balap Mobil Terbaik 2026 untuk HP Spek Rendah, Grafis Halus Tanpa Lag
-
Kondisi Terkini Banjir OKU Timur: Warga Terima Sembako dan Janji Benih Padi
-
Keuangan Daerah Cekak? DPRD dan Pemprov Sumsel Bentuk Pansus Cari Tambahan PAD
-
BRI Bekali Atlet SEA Games 2025 dengan Edukasi Keuangan Berkelanjutan