- Perang 5 Hari 5 Malam di Palembang pada Januari 1947 adalah perlawanan total rakyat melawan agresi militer Belanda.
- Pertempuran krusial meliputi Jembatan Ampera, Talang Semut, Bukit Besar, Plaju, dan Kertapati sebagai jalur vital.
- Peristiwa ini menunjukkan peran aktif masyarakat sipil dalam mendukung logistik dan pertahanan kota dari pendudukan.
SuaraSumsel.id - Sejarah mencatat Palembang sebagai salah satu medan tempur terpenting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada awal Januari 1947, kota ini menjadi saksi Perang 5 Hari 5 Malam, sebuah perlawanan sengit rakyat dan pejuang melawan agresi militer Belanda.
Hingga kini, jejak pertempuran itu masih membekas—bukan hanya dalam arsip sejarah, tetapi juga di sudut-sudut kota.
Perang ini bukan sekadar bentrokan bersenjata, melainkan perang total rakyat Palembang. Jalan, sungai, hingga kawasan permukiman berubah menjadi garis depan perlawanan.
Peristiwa bersejarah ini terjadi di wilayah Palembang, yang saat itu memiliki posisi strategis sebagai pusat ekonomi dan jalur logistik di Sumatera Selatan. Pasukan pejuang, laskar rakyat, dan elemen masyarakat bahu-membahu mempertahankan kota dari upaya pendudukan kembali oleh Belanda.
Dentuman senjata, serangan udara, hingga pertempuran jarak dekat terjadi hampir tanpa jeda selama lima hari lima malam.
Berikut sejumlah lokasi yang tercatat sebagai titik krusial pertempuran dan kini menjadi bagian dari sejarah Palembang:
1. Kawasan Jembatan Ampera dan Sungai Musi
Wilayah ini menjadi jalur vital. Penguasaan sungai dan jembatan menentukan pergerakan pasukan dan logistik. Pertempuran sengit terjadi untuk menghambat laju musuh masuk ke pusat kota.
2. Talang Semut
Kawasan permukiman elit pada masanya ini menjadi arena baku tembak antara pejuang dan pasukan Belanda. Banyak rumah dijadikan titik pertahanan dadakan.
3. Bukit Besar dan Sekitarnya
Wilayah ini dimanfaatkan pejuang sebagai titik pengintaian sekaligus pertahanan karena kontur tanahnya yang relatif tinggi.
Baca Juga: Jelang Detik-Detik Tahun Baru, 11 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Lebat
4. Plaju dan Sungai Gerong
Sebagai kawasan industri strategis, Plaju menjadi target penting. Pertempuran di wilayah ini bertujuan mempertahankan aset vital agar tidak dikuasai kembali oleh Belanda.
5. Kertapati
Daerah pelabuhan dan jalur transportasi ini menjadi titik krusial untuk keluar-masuk pasukan dan logistik, sehingga tak luput dari pertempuran sengit.
Yang membedakan Perang 5 Hari 5 Malam adalah keterlibatan luas rakyat sipil. Warga membantu logistik, perawatan korban, hingga menjadi penghubung informasi antarkelompok pejuang. Palembang saat itu benar-benar berubah menjadi kota perlawanan.
Kini, sebagian lokasi pertempuran telah berubah menjadi kawasan modern. Namun, monumen perjuangan, museum, dan nama jalan menjadi pengingat bisu akan heroisme masa lalu. Setiap sudut kota seolah menyimpan cerita tentang keberanian, pengorbanan, dan tekad mempertahankan kemerdekaan.
Perang 5 Hari 5 Malam bukan hanya sejarah Palembang, tetapi juga sejarah nasional. Memahami peta pertempuran membantu generasi sekarang menyadari bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan mudah, ditebus dengan darah, nyawa, dan keberanian rakyat.
Berita Terkait
-
Kondisi Terkini Usai Gempa Magnitudo 4,4 Guncang OKI, Getaran Terasa hingga Palembang
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
5 Rute Touring dari Palembang ke Pagaralam untuk Anak Motor Pecinta Tanjakan
-
5 Bengkel Modifikasi di Palembang untuk Upgrade Tampilan Mobil Jelang Tahun Baru
-
Bukan Cuma Pempek, Ini 6 Titik Kuliner Jawa dan Padang yang Mudah Ditemui di Palembang
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Misteri Penembakan di Tambang Banyuasin, Operator Ekskavator Ditembak Saat Hendak Makan Malam
-
PTBA Percepat Flyover Simpang Belimbing dan Ujan Mas, Tingkatkan Keselamatan Masyarakat
-
Bank Sumsel Babel dan OJK Sumsel Luncurkan Kredit Sultan Muda 2026, Perluas Akses Pembiayaan
-
OJK Perkuat Literasi Keuangan Digital, Sultan Muda Fair 2026 Jadi Motor Wirausaha Muda Sumsel
-
Kronologi Lengkap Pemuda Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel hingga Minta Pinjam Helikopter