- Gempa berkekuatan magnitudo 4,4 mengguncang Ogan Komering Ilir dini hari, getarannya terasa hingga Palembang.
- Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman menengah, sehingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tidak berpotensi tsunami.
- Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan tersebut.
SuaraSumsel.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,4 yang mengguncang wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) pada dini hari membuat warga di sejumlah daerah Sumatera Selatan terbangun dari tidur. Getaran gempa bahkan dilaporkan terasa hingga Palembang, meski berlangsung singkat.
Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa berada di darat dengan kedalaman menengah, sehingga tidak berpotensi tsunami. Meski begitu, guncangan yang muncul di waktu masyarakat beristirahat membuat kepanikan sempat terjadi, terutama di kawasan permukiman padat.
Sejumlah warga Palembang mengaku merasakan getaran ringan hingga sedang. Lemari berderik, lampu bergoyang, dan pintu bergetar menjadi tanda yang paling banyak dirasakan. Beberapa warga memilih keluar rumah untuk memastikan kondisi aman, sementara lainnya tetap bertahan di dalam setelah memastikan tidak ada retakan atau kerusakan.
Di OKI sendiri, warga melaporkan guncangan terasa lebih jelas, meski durasinya singkat. Hingga pagi hari, suasana di lingkungan permukiman kembali normal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Aparat setempat dan tim kebencanaan masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan, terutama di wilayah yang lebih dekat dengan pusat gempa.
BPBD setempat juga menyatakan belum menerima laporan darurat dari warga. Aktivitas masyarakat, termasuk perkantoran dan sekolah, berjalan seperti biasa.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga diminta memastikan kondisi rumah aman, menghindari bangunan retak, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak mudah terpancing informasi tidak jelas di media sosial dan selalu merujuk pada sumber resmi.
Menjelang pagi hingga siang hari, aktivitas di Palembang dan OKI berangsur normal. Lalu lintas terpantau lancar, dan pusat aktivitas warga kembali berjalan. Meski demikian, pengalaman gempa dini hari ini menjadi pengingat bahwa wilayah Sumatera Selatan tetap memiliki potensi aktivitas seismik yang perlu diantisipasi bersama.
Baca Juga: Jelang Detik-Detik Tahun Baru, 11 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Lebat
Jika terjadi gempa susulan atau pembaruan resmi dari BMKG dan BPBD, informasi akan diperbarui secara berkala.
Berita Terkait
-
6 Fakta Dugaan Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen UMP yang Kini Dilaporkan ke Polisi
-
5 Rute Touring dari Palembang ke Pagaralam untuk Anak Motor Pecinta Tanjakan
-
5 Bengkel Modifikasi di Palembang untuk Upgrade Tampilan Mobil Jelang Tahun Baru
-
Bukan Cuma Pempek, Ini 6 Titik Kuliner Jawa dan Padang yang Mudah Ditemui di Palembang
-
Pemohon Paspor di Sumsel Menurun di 2025, Tekanan Ekonomi Jadi Sebab?
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?
-
Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter, Kabut Asap Picu Kecelakaan Beruntun di Lampung
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Apa Sanksi Berikutnya?
-
18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?