- Kejahatan jalanan meningkat di Palembang, terutama di kawasan pinggiran minim penerangan dan sepi pada malam hari.
- Titik rawan meliputi jalur antarkelurahan, area perkebunan, dan perumahan baru, waktu rawan setelah pukul 21.00 WIB.
- Warga diimbau menghindari jalan sepi sendirian malam hari dan memilih rute lebih terang sebagai upaya pencegahan efektif.
SuaraSumsel.id - Aksi kejahatan jalanan kembali menjadi perhatian warga Palembang. Dalam beberapa waktu terakhir, laporan dan cerita warga di media sosial hingga grup percakapan lingkungan menyoroti meningkatnya kewaspadaan terhadap aksi begal, terutama di kawasan pinggiran kota yang minim penerangan dan jarang dilalui kendaraan pada jam-jam tertentu.
Meski tidak semua wilayah mengalami kejadian serupa, warga diminta lebih waspada saat melintas di sejumlah titik rawan, khususnya pada malam hingga dini hari. Faktor jalan sepi, jarak antarpemukiman yang jauh, serta penerangan yang terbatas kerap dimanfaatkan pelaku untuk beraksi.
Kawasan Pinggiran yang Perlu Diwaspadai
Berdasarkan penelusuran Suara.com dari keterangan warga dan pengamatan lapangan, beberapa zona pinggiran Palembang disebut-sebut kerap membuat pengendara merasa tidak aman. Area yang dimaksud umumnya berada di:
1. Jalur penghubung antarkelurahan yang jauh dari pusat keramaian
2. Akses jalan menuju kawasan rawa atau perkebunan
3. Lingkungan perumahan baru yang belum sepenuhnya ramai penghuni
4. Jalan alternatif yang sering dipilih untuk menghindari kemacetan
Di lokasi-lokasi tersebut, pengendara sepeda motor menjadi kelompok paling rentan, terutama mereka yang melintas sendirian.
Pola Waktu dan Modus
Warga menyebutkan, waktu paling rawan biasanya setelah pukul 21.00 WIB hingga menjelang subuh. Modus yang kerap dikhawatirkan antara lain:
1. Pelaku memepet korban dari arah belakang
2. Menghadang dengan sepeda motor lain
3. Berpura-pura meminta bantuan di jalan sepi
4. Situasi menjadi lebih berbahaya ketika korban melambatkan laju kendaraan atau berhenti di lokasi minim saksi.
Imbauan untuk Warga
Agar terhindar dari risiko, warga disarankan mengambil langkah pencegahan sederhana namun efektif:
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Dorong CSR Berkelanjutan lewat Pemberdayaan UMKM di Sembawa Color Run 2025
1. Hindari melintas sendirian di jalan sepi pada malam hari
2. Pilih rute yang lebih terang dan ramai, meski jaraknya lebih jauh
3. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima agar tidak mogok di jalan
4. Simpan ponsel di tempat aman dan tidak mencolok
5. Segera melapor ke pihak berwajib jika melihat gerak-gerik mencurigakan
Sejumlah warga juga berharap patroli keamanan lebih rutin dilakukan di kawasan pinggiran, terutama pada jam rawan, untuk menekan potensi kejahatan jalanan.
Pakar keamanan mengingatkan, kewaspadaan tidak berarti kepanikan. Informasi lokasi rawan sebaiknya menjadi panduan untuk lebih berhati-hati, bukan menimbulkan ketakutan berlebihan. Peran aktif warga, koordinasi lingkungan, serta respons cepat aparat menjadi kunci menjaga rasa aman di kota ini.
Bagi warga Palembang, mengenali peta kerawanan di sekitar tempat tinggal dan rute harian bisa menjadi langkah awal untuk pulang dengan selamat.
Berita Terkait
-
9 Pusat Kecantikan di Palembang untuk Perawatan Akhir Tahun dengan Promo Nataru
-
Tak Sampai Rp1 Juta, Ini Itinerary Libur Natal & Tahun Baru 3 Hari di Palembang
-
Di MUFF 2025, Foto-foto Bercerita tentang Hidup, Alam, dan Peradaban
-
Lonjakan Penumpang Diprediksi Tembus 162 Ribu, Bandara SMB II Palembang Siaga Nataru 2025/2026
-
Logistik Sumsel Menggeliat, Pelindo Palembang Catat Lonjakan Arus Barang 2025
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
BRI Cairkan Dividen Tunai Rp346 per Saham, Total Pembayaran Capai Rp52,1 Triliun
-
Skandal Asusila di Balik Ponpes Lahat: Polisi Tidak Proses Hukum karena Permintaan Korban
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak