- PT Bukit Asam (PTBA) menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok bagi korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Bantuan kemanusiaan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan sebagai bentuk kepedulian.
- PTBA juga mengirimkan Tim Tanggap Bencana dan membuka posko pengobatan gratis untuk mendukung pemulihan pascabanjir.
SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, kembali menunjukkan komitmen kuat dalam misi sosial dan kemanusiaan melalui penyaluran bantuan darurat bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTBA, sebagai bentuk kepedulian perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat pada situasi darurat.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan ini menjadi tanggung jawab moral perusahaan untuk mendukung masyarakat di wilayah Sumatera yang sedang mengalami bencana. “PTBA selalu berupaya hadir dan bergerak cepat, semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang terdampak banjir,” jelasnya.
Bantuan yang disalurkan PTBA mencakup kebutuhan pokok seperti beras, air mineral, dan minyak goreng, yang diprioritaskan untuk masyarakat di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang dan Posko BUMN. PTBA juga memberikan obat-obatan esensial untuk mencegah penyakit yang berpotensi meningkat pada fase pascabencana.
Tidak hanya dalam bentuk logistik, PTBA juga mengirimkan Tim Tanggap Bencana yang terdiri dari Tim Rescue, Tim Medis, dan Tim Sustainability untuk membantu penanganan lapangan. Tim tersebut bergabung dengan Tim Semen Padang di Posko Peduli Bencana ESDM dalam upaya mempercepat pemulihan, termasuk pembersihan sisa lumpur akibat banjir di sejumlah lokasi, salah satunya di SMAN 9 Padang.
Sebagai bentuk dukungan kesehatan masyarakat, keduanya turut membuka posko pengobatan gratis di Posko ESDM Siaga Bencana agar warga tetap memperoleh layanan kesehatan dasar selama masa darurat. Hingga kini, proses evakuasi dan distribusi bantuan masih terus berlangsung, sementara warga diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan pihak berwenang demi menjaga keselamatan diri serta keluarga.
Berita Terkait
-
PTBA Mendominasi ICEA 2025, Inovasi Zero Waste dan Siba Rosela Jadi Kunci Kemenangan
-
PTBA Kembali Buktikan Kelasnya, Raih Predikat Indonesia Most Trusted Company 2025
-
Langkah Strategis PTBA Perkuat Ketahanan Energi Lewat Proyek Angkutan Batu Bara Tanjung Enim
-
PTBA Raih Penghargaan ANRI 2025 Berkat Komitmen Jaga Jejak Sejarah Bangsa
-
Transformasi PETI di Tanjung Agung: Dari Lubang Tambang Menjadi Sumber Kehidupan Baru
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut
-
QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
-
Ahmad Nasuhi Tabrak 5 Orang hingga 2 Tewas, Mengapa Eks Terpidana Korupsi Ini Sudah Bebas?
-
Dua Sumur Baru Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Migas hingga 4.834 Barel per Hari
-
Kasus Dokter Gigi Palembang: Dari Perselisihan di Jalan hingga Serangan Palu