-
Publik memenuhi ruang sidang PN Palembang saat kasus mafia tanah Tol Betung–Tempino digelar.
-
Jaksa mendakwa Haji Alim merugikan negara sebesar Rp127 miliar.
-
Kuasa hukum menyatakan dakwaan terhadap Haji Alim janggal.
SuaraSumsel.id - Gedung Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Palembang berubah bak arena pertunjukan besar, Kamis (4/12/2025). Ratusan pasang mata tumpah-ruah memenuhi halaman hingga lorong pengadilan, hanya untuk menyaksikan sidang perdana dugaan mafia tanah proyek Tol Betung–Tempino yang menyeret pengusaha kondang KMS H. Abdul Halim Ali, atau yang lebih dikenal sebagai Crazy Rich Palembang.
Sejak pagi, antrean warga mengular. Ada yang penasaran, ada yang mendukung, ada pula yang ingin memastikan proses hukum berjalan transparan. Ketika sidang dimulai, suasana ruang sidang seketika sesak, setiap kursi terisi, banyak yang terpaksa berdiri di belakang hanya untuk melihat langsung wajah terdakwa yang selama ini lekat dengan citra konglomerat berpengaruh di Sumsel.
Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan dengan tegas, bahwa crazy rich, Abdul Halim dituduh terlibat praktik mafia tanah saat pengadaan lahan proyek tol, yang disebut menyebabkan kerugian negara mencapai Rp127 miliar.
Dakwaan Tipikor berlapis dibacakan satu per satu, membuat suasana ruang sidang makin menegangkan. Sejumlah pengunjung sampai menahan napas saat nominal kerugian diumumkan, sebagian tak percaya, sebagian mengangguk seolah sudah lama menduga.
Namun, drama tak berhenti di situ. Di sisi berbeda, tim kuasa hukum langsung menyatakan dakwaan “janggal”. Mereka menyebut ada patok BPN yang justru ditemukan berada di lahan HGU milik Haji Alim, bukan lahan negara. “Kami akan membuktikan ada rekayasa dan kekeliruan fatal dalam kasus ini,” ujar kuasa hukum, memancing riuh bisik-bisik dari pengunjung.
Di tengah panasnya perdebatan, perhatian publik tertuju pada kondisi terdakwa. Hadir dengan pengawalan ketat, mengenakan masker medis, dan terlihat lemah, Haji Alim tetap mengikuti sidang hingga selesai. Pendukungnya—yang datang menggunakan pakaian seragam dan menenteng poster doa, sesekali terlihat menangis ketika dakwaan dibacakan.
Bagi sebagian masyarakat, ini bukan sekadar sidang. Ini tontonan hukum yang menyangkut kekayaan, kekuasaan, dan dugaan mafia tanah yang telah lama menjadi bisik-bisik publik di balik pembangunan megaproyek infrastruktur.
Benarkah ada korupsi triliunan rupiah dalam proyek tol? Atau justru ada pihak lain yang ingin menjatuhkan pengusaha besar ini? Jawabannya akan bergulir dalam sidang-sidang berikutnya dan publik sepertinya tidak akan melepaskan perhatian mereka begitu saja.
Sidang lanjutan dijadwalkan digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Jika dinamika hari ini menjadi gambaran, dipastikan animo publik kembali membeludak.
Baca Juga: Borong Penghargaan Nasional, HLM Sumsel-BI Mantapkan Roadmap Stabilitas Harga 2026
Tag
Berita Terkait
-
Duduk Perkara Konglomerat Haji Halim Jelang Sidang, Benarkah Negara Sebenarnya Tak Dirugikan?
-
Konglomerat Haji Halim Segera Disidang Namun Kerugian Negara Masih Dipertanyakan
-
'Sakit' Lagi! Kejati Ancam Jemput Paksa Tersangka Korupsi 'Sultan Palembang' Haji Halim
-
Sengketa Lahan Rp413 Juta: Saat Pengurus REI Terlilit Dugaan Tipu Gelap Properti
-
Sudah 2 Bulan Jadi Tersangka, Pengusaha Haji Halim Belum Disidang: Ada Apa?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?