-
H. Alim mangkir untuk kedua kalinya dari panggilan pemeriksaan Kejati Sumsel dengan alasan sakit.
-
Kejati Sumsel mengancam akan melakukan upaya jemput paksa jika H. Alim kembali tidak hadir.
-
H. Alim menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan lahan Tol Betung-Tempino-Jambi yang merugikan keuangan negara.
SuaraSumsel.id - Kesabaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) tampaknya sudah di ambang batas. Tersangka kasus korupsi pengadaan lahan Tol Betung-Tempino-Jambi, H. Alim, yang dikenal sebagai salah satu "Sultan Palembang", untuk kedua kalinya mangkir dari panggilan pemeriksaan dengan alasan klasik yakni karena sakit.
Langkah ini sontak memicu reaksi keras dari pihak kejaksaan, yang kini secara terbuka mengancam akan melakukan upaya jemput paksa jika sang pengusaha ternama itu kembali tidak kooperatif pada panggilan berikutnya.
Drama "jurus sakit" ini terjadi saat H Alim dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di kantor Kejati Sumsel. Namun, alih-alih hadir, yang datang justru hanya tim penasihat hukumnya dengan membawa surat keterangan sakit dari dokter.
"Alasan tersangka H. Alim tidak hadir karena kondisi kesehatannya," ujar Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, melansir ANTARA.
Ultimatum Dilayangkan
Ini adalah kali kedua H. Alim menggunakan alasan kesehatan untuk menghindari pemeriksaan. Pola yang sama ini membuat pihak Kejati Sumsel tidak mau lagi tinggal diam. Mereka menegaskan bahwa panggilan ketiga akan segera dilayangkan, dan itu akan menjadi kesempatan terakhir bagi H Alim untuk bersikap kooperatif.
Jika pada panggilan ketiga ia kembali mangkir dengan alasan apa pun, Kejati Sumsel tidak akan segan-segan untuk mengambil langkah hukum yang lebih tegas.
"Penyidik akan segera menjadwalkan ulang pemanggilan ketiga. Apabila pada panggilan ketiga nanti yang bersangkutan kembali tidak hadir, maka tim penyidik Pidsus Kejati Sumsel akan melakukan **upaya paksa," tegas Vanny.
Ancaman "upaya paksa" ini adalah sinyal kuat bahwa kesabaran jaksa telah habis. Publik pun kini menanti dengan tegang, apakah "Sultan Palembang" ini akan kembali lolos, atau justru akan dijemput paksa oleh aparat.
Baca Juga: Misteri Rumah Emas di OKI: HS Disasar BNN, Diduga Jaringan Narkoba Nusakambangan
Kasus Korupsi Proyek Strategis Nasional
Kasus yang menjerat H. Alim ini sendiri bukanlah perkara sepele. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi ganti rugi pengadaan lahan untuk pembangunan Tol Betung-Tempino-Jambi, yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Keterlibatannya diduga telah merugikan keuangan negara dalam jumlah yang signifikan. Di mata publik, kasus ini menjadi cerminan dari betapa rawannya proyek-proyek infrastruktur besar dari praktik korupsi yang melibatkan para elite lokal.
Fenomena tersangka korupsi yang "tetiba sakit" saat dipanggil oleh penegak hukum memang sudah menjadi rahasia umum dan seringkali memancing sinisme publik.
Kini, semua mata tertuju pada ketegasan Kejati Sumsel: akankah ultimatum jemput paksa ini benar-benar akan dijalankan untuk membuktikan bahwa hukum tidak tumpul ke atas?
Tag
Berita Terkait
-
Misteri Rumah Emas di OKI: HS Disasar BNN, Diduga Jaringan Narkoba Nusakambangan
-
Dari Dermawan Jadi Tersangka? Sosok HS Crazy Rich OKI yang Rumahnya Digerebek BNN
-
50 Kilogram Sabu di Rumah Mewah? Begini Cara Jaringan Narkoba Menyamar Orang Kaya Baru
-
Suasana Terkini! Rumah 'Berlapis Emas' Crazy Rich Sumsel Digerebek BNN, Simpan 50 Kilogram Sabu
-
7 Fakta Harnojoyo: Dari Pejuang Subuh ke Tersangka Korupsi Pasar Cinde
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
7 Foundation Matte untuk Hasil Natural yang Gak Bikin Wajah Terlihat Flat
-
7 Bedak Tabur dengan Kandungan Skincare untuk Kulit Tetap Lembap dan Bebas Kusam
-
9 Bedak Tabur Murah di Indomaret untuk Kulit Berminyak, Dipakai MUA Profesional
-
10 Game Balap Mobil Terbaik 2026 untuk HP Spek Rendah, Grafis Halus Tanpa Lag
-
Kondisi Terkini Banjir OKU Timur: Warga Terima Sembako dan Janji Benih Padi