Tasmalinda
Rabu, 18 Februari 2026 | 20:26 WIB
video 7 warga Sumatera Selatan di Kamboja
Baca 10 detik
  • Warga Sumsel di Kamboja viral memohon bantuan Gubernur untuk dipulangkan karena menjadi korban penipuan kerja.
  • Gubernur Sumsel segera berkoordinasi dengan aparat untuk memverifikasi kebenaran identitas dan kondisi korban tersebut.
  • Pemprov mengingatkan bahwa Indonesia tidak memiliki kerja sama resmi pengiriman tenaga kerja dengan negara Kamboja.

SuaraSumsel.id - Sebuah video yang beredar luas di media sosial menghebohkan warga Sumatera Selatan. Dalam rekaman tersebut, sejumlah pria yang mengaku berasal dari Palembang memohon bantuan agar bisa dipulangkan ke tanah air dari Kamboja.

Dengan suara bergetar, salah satu pria dalam video itu menyampaikan permintaan langsung kepada Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

“Assalamualaikum wr wb, untuk Bapak Herman Deru dan Ratu Dewa. Kami selaku warga Palembang minta dipulangkan ke Palembang. Kami dijual pak, kami ini korban pak, ada yang jual kami pak. Kami perlu bantuan bapak dipulangkan. Kami memohon Pak Ratu Dewa dan Herman Deru bisa memulangkan kami,” ungkap pria tersebut dalam video yang kini viral.

Pernyataan itu sontak memicu simpati dan kekhawatiran publik. Banyak warganet membagikan ulang video tersebut dan mendesak pemerintah segera turun tangan.

Dalam video yang beredar, para pria tersebut mengaku berangkat ke luar negeri karena tawaran pekerjaan. Namun, mereka menyebut situasi yang dialami tidak sesuai dengan janji awal.

Istilah “dijual” yang diucapkan dalam video menjadi perhatian serius masyarakat. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai detail peristiwa yang mereka maksud.

Informasi sementara menyebutkan mereka berada di Kamboja dan diduga dalam kondisi membutuhkan bantuan pemulangan.

Menanggapi viralnya video tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru sebelumnya menyatakan pihaknya tengah melakukan koordinasi dan pelacakan untuk memastikan identitas serta kondisi warga yang tampil dalam video itu.

Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan kebenaran informasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Baca Juga: Dividen Bank Sumsel Babel 2025 Rp302,9 Miliar, Disahkan dalam RUPS Tahunan

“Kita pastikan dulu kebenarannya agar langkah yang diambil tepat,” ujar Herman Deru.

Aparat kepolisian juga disebut tengah melakukan penelusuran untuk memastikan apakah mereka benar warga Sumsel serta mengetahui keberadaan pasti mereka di Kamboja.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri, terutama yang tidak melalui jalur resmi dan tanpa perlindungan hukum yang jelas.

Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah dalam merespons permohonan yang viral tersebut.

Load More