- Video warga Sumatera Selatan terlantar di Kamboja viral, memohon bantuan pemulangan kepada Gubernur Herman Deru.
- Para pria tersebut mengaku telah "dijual" setelah berangkat karena menerima tawaran pekerjaan yang tidak sesuai kenyataan.
- Pemerintah Sumsel dan kepolisian segera melakukan verifikasi dan pelacakan untuk menindaklanjuti permohonan bantuan ini.
SuaraSumsel.id - Video sejumlah pria yang mengaku warga Sumatera Selatan (Sumsel) terlantar di Kamboja mendadak viral dan memicu gelombang simpati publik. Dalam rekaman tersebut, mereka memohon bantuan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa agar bisa dipulangkan ke Indonesia.
Berikut 7 fakta penting dari video yang menghebohkan tersebut:
1. Video Berisi Permohonan Bantuan
Dalam video yang beredar luas di media sosial, para pria tersebut menyampaikan permohonan secara langsung kepada pejabat daerah.
“Assalamualaikum wr wb… Kami selaku warga Palembang minta dipulangkan ke Palembang,” ujar salah satu pria dalam video itu.
2. Mengaku “Dijual” Setelah Tiba di Kamboja
Salah satu pernyataan yang paling menyita perhatian publik adalah pengakuan bahwa mereka merasa “dijual”.
“Kami dijual pak, kami ini korban pak,” ucap pria tersebut dalam video.
Istilah itu memicu kekhawatiran warganet, meski hingga kini belum ada keterangan resmi terkait detail kejadian yang dimaksud.
Baca Juga: Video 15 Warga Sumsel di Kamboja Mengaku Dijual, Minta Dipulangkan ke Palembang
3. Berangkat karena Tawaran Kerja
Beredar informasi bahwa mereka sebelumnya berangkat ke Kamboja karena tawaran pekerjaan. Namun, kondisi yang mereka alami disebut tidak sesuai dengan janji awal.
Kasus dugaan penipuan kerja ke luar negeri memang kerap terjadi, terutama dengan iming-iming gaji tinggi.
4. Publik Sumsel Heboh dan Beri Dukungan
Video tersebut cepat menyebar dan menuai berbagai reaksi. Banyak warganet membagikan ulang rekaman itu serta mendesak pemerintah untuk segera turun tangan.
Beberapa komentar juga datang dari keluarga yang mengaku memiliki kerabat di luar negeri.
Berita Terkait
-
Video 15 Warga Sumsel di Kamboja Mengaku Dijual, Minta Dipulangkan ke Palembang
-
10 Tempat Bukber Rooftop View Jembatan Ampera, Nomor 4 Paling Bikin Baper
-
5 Fakta Pohon Besar Tumbang di Jalan Mayor Santoso Palembang, Tiga Mobil Ringsek
-
7 Lokasi Bazar Takjil Paling Ramai di Palembang, Nomor 3 Bikin Jalanan Padat
-
Tempat Ngabuburit di Palembang 2026: 5 Spot Sungai Musi dengan Pemandangan Senja Terbaik
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas
-
HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra
-
Pemkot Palembang Tak Lagi Menanggung 5.502 Guru PPPK, Ini Dampaknya bagi APBD