-
Ustaz Abdul Somad mengunggah kisah hidup Gubernur Riau Abdul Wahid di tengah kabar OTT KPK.
-
Unggahan UAS viral karena berisi pesan moral tentang ujian kekuasaan dan keteguhan iman.
-
UAS menegaskan Gubernur Riau tidak ditangkap KPK, melainkan hanya dimintai keterangan.
SuaraSumsel.id - Dunia maya dihebohkan oleh unggahan Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyinggung soal Gubernur Riau, Abdul Wahid, di tengah operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Unggahan itu viral karena berisi kisah panjang penuh emosi dan perjuangan hidup seorang sahabat yang kini dinilai menghadapi badai politik.
Dalam unggahannya di media sosial, UAS menulis kisah Abdul Wahid dengan gaya naratif yang menyentuh. Ia menggambarkan perjalanan Gubernur Riau itu dari anak yatim di kampung Simbar, Indragiri Hilir, hingga menjadi pemimpin daerah yang menempuh jalan panjang penuh liku.
“Anak yatim. Dikirim ibunya mondok ke Canduang. Jadi kuli bangunan untuk biaya kuliah. Numpang di kantor PKB. Baru kenal dua bulan, dia pinang sendiri,” tulis UAS atau Ustad Abdul Somad.
Kalimat demi kalimat itu menggambarkan sisi manusiawi Abdul Wahid yakni mulai dari masa muda yang sederhana hingga akhirnya dipercaya rakyat. Namun di akhir unggahannya, UAS menulis kalimat yang membuat publik terdiam:
“Laut politik dengan angin kencang, karang tajam, dipukul ombak, dihempas gelombang.”
Bagi banyak warganet, itu seolah simbol bahwa sang Gubernur sedang diterpa badai besar yakni kasus OTT yang mengguncang Riau.
UAS juga mengenang perjalanannya bersama Abdul Wahid saat masa kampanye tahun 2024. Ia menyebut, Abdul Wahid datang kepadanya dengan niat tulus yakni ingin membangun Riau dan membantu rakyat miskin.
“Saya tanya, ‘Untuk apa jadi Gubernur? Hidupmu sudah nyaman.’
Dia jawab, ‘Saya mau bangun Riau. Masih banyak orang susah, Ustaz,’” tulis UAS.
Baca Juga: ASN Kini Lebih Mudah Punya Kendaraan, Berkat Sinergi Bank Sumsel Babel dan PT Thamrin Brothers
Menurutnya, sebelum mendukung Abdul Wahid maju Pilgub Riau, ia memberikan 16 poin kesepakatan moral, mulai dari pembangunan Islamic Centre, beasiswa anak berprestasi, hingga insentif guru mengaji dan pengurus jenazah.
“Saya dukung, tapi bersih. Jangan main duit,” tulis UAS dalam narasi itu.
Dalam hitungan jam, unggahan UAS langsung menyebar luas di media sosial.
Warganet ada juga yang menafsirkan postingan itu sebagai dukungan moral terhadap Abdul Wahid, di tengah kabar penangkapan KPK.
“Semua orang berkumpul untuk memudaratkanmu, tidak akan mampu, kecuali memang sudah takdir Allah,” tulis UAS mengutip hadis riwayat At-Tirmidzi.
Publik Terbagi Dua: Doa, Sindiran, dan Harapan
Reaksi publik pun beragam. Ada yang mendoakan Abdul Wahid agar kuat menghadapi ujian, ada pula yang menyindir bahwa politik memang tidak mengenal kawan sejati.
Berita Terkait
-
UAS Sentil Konten Rendang Willie Salim: Rendang Konspirasi!
-
Tak Disangka! Ustadz Abdul Somad Ungkap Rahasia Ini di Mukomuko
-
Tabligh Akbar di Alun-Alun Taman Merdeka, UAS Sampaikan Pesan Ramadan Ini
-
Setelah Didukung UAS dan Bertolak dari Jambi, Anies Baswedan Kampanye di Sumsel
-
Tabliqh Akbar di Muara Rupit, UAS Kutuk Kebengisan Serangan Israel di Palestina
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Bobol Rp7,8 Miliar Lewat 355 Kontrak Fiktif, Eks Surveyor FIF Palembang Diseret ke Pengadilan
-
Gemas Banget! 7 Cushion Lokal dengan Kemasan Estetik yang Bikin Kalap Pengen Koleksi
-
Petani Buah Naga Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI
-
Sungai Lematang dan Lengi Meluap, Ratusan Warga Muara Enim Terdampak Banjir
-
BRI Gandeng BP Batam & Kemenkop: Akses Pembiayaan UMKM di Zona Perdagangan Bebas Makin Mudah